Sahabat Nabi yang Dijuluki Pedang Allah

0
14

BincangSyariah.Com – Sahabat Nabi yang dijuluki pedang Allah adalah Khalid bin Al-Walid. Nama lengkapnya adalah Khalid bin Al-Walid bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Makhzum bin Yaqdzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib. Ia seorang pahlawan Islam, panglima para mujahid, dan pemimpin pasukan yang tak pernah terkalahkan baik di masa jahiliah maupun setelah Islam.

Disebutkan dalam kitab Al-Shahih Al-Musnad fi Fadhail Al-Shahabah bahwa yang memberi gelar dan julukan saifullah atau pedang Allah kepada Khalid bin Al-Walid adalah Nabi Saw. Ini disebabkan karena Khalid bin Al-Walid berhasil memukul mundur pasukan Syurahbil dan pasukan Romawi dalam perang Mu’tah, yang terjadi pada bulan Jumadil Ula tahun kedelapan hijriyah.

Dalam perang Mu’tah ini,  Rasulullah awalnya  menunjuk Zaid bin Haritsah untuk tampil memimpin pasukan. Namun, sebuah ujung tombak tiba-tiba menghujam tubuhnya, dan menjadikannya gugur dalam kondisi syahid.

Setelah Zaid bin Haritsah gugur, kemudian Ja’far bin Abi Thalib mengambil bendera dan memimpin pasukan. Namun, tak lama Ja’far bin Abi Thalib juga gugur dengan luka pedang di sekujur tubuhnya. Disebutkan bahwa tak kurang dari lima puluh luka pedang di sekujur tubuhnya.

Kemudian kepemimpina beralih ke tangan Abdullah bin Rawahah. Namun, beliau juga gugur menyusul Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib. Setelah ketiganya meninggal, akhirnya kaum muslimin sepakat menunjuk Khalid bin Al Walid sebagai pemimpin pasukan.

Setelah Rasulullah mendengar bahwa kepemimpinan dipegang oleh Khalid bin Al-Walid, kemudian beliau berdoa;

اﻟﻠﻬﻢ ﺇﻧﻪ ﺳﻴﻒ ﻣﻦ ﺳﻴﻮﻓﻚ ﻓﺎﻧﺼﺮﻩ ﻓﻤﻦ ﻳﻮﻣﺌﺬ ﺳﻤﻲ ﺧﺎﻟﺪ: ﺳﻴﻒ اﻟﻠﻪ  ثم قال النبي صلى الله عليه

Ya Allah, sesungguhnya Khalid adalah pedang di antara pedang-pedang-Mu, maka berilah dia pertolongan. Maka sejak saat itu, Khalid bin Al-Walid disebut dengan saifullah atau pedang Allah.

Dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari disebutkan bahwa Khalid bin Al-Walid menggunakan sepuluh pedang, dan sembilan pedang patah, hanya pedang dari Yaman yang tersisa. Khalid bin Al-Walid berkata;

ﻟﻘﺪ انقطعت ﻓﻲ ﻳﺪﻱ ﻳﻮﻡ ﻣﺆﺗﺔ ﺗﺴﻌﺔ ﺃﺳﻴﺎﻑ، فما بقي ﻓﻲ ﻳﺪﻱ الا ﺻﻔﻴﺤﺔ ﻳﻤﺎﻧﻴﺔ.

Sesungguhnya pada waktu perang Mu’tah ada sembilan bilah pedang yang patah di tanganku. Dan yang tersisa di tanganku hanya sebuah pedang yang lebar dari Yaman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here