Sahabat Nabi Ini Tetap Menyambung Silaturahmi Meski Beda Agama dengan Ibunya

0
302

BincangSyariah.Com – Kita perlu mensyukuri ketika diantara saudara kita ada yang memutuskan untuk memeluk agama Islam. Ketika seseorang memeluk agama Islam, itu menujukkan seseorang mendapatkan hidayah dari Allah Swt. Siapapun di masa sekarang mungkin bisa mendapatkan penjelasan darimana saja mengenai sebuah agama, tapi keputusan untuk memeluk agama adalah murni hidayah dari Allah Swt. Karena itulah, meskipun seseorang telah memeluk agama Islam, itu tidak berarti kita tidak lagi memutus silaturahmi. Karena menghormati orang tua adalah bagian dari keumuman akhlak yang diajarkan dalam Islam. Ini masuk kedalam makna surah al-Isra’ [17]: 23,

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

dan Tuhanmu telah menetapkan bahwasanya jangan kalian beribadah kecuali hanya kepada Dia dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orang tua. Ketika salah satu atau kedua orangtua telah mencapai usia lansia saat bersamamu, janganlah kalian berkata “Ah”, janganlah kalian menghardik mereka. Dan hendaklah engkau kepada mereka berdua bertutur kata yang baik.

Terkait dengan penghormatan kepada orangtua, al-Ghazali dalam Ihya’ ‘Ulumuddin menyiapkan satu bab khusus berjudul Huquq al-Aqarib wa al-Arham. Dalam bab tersebut, kitab tasawuf yang masih populer dikaji di seluruh di dunia ini, mengutip kisah Asma’, putri Abu Bakar radhiyallahu ‘anahaa yang hendak menerima kunjugan sang ibu mengunjungi sang ibu. Kebetulan, ibunya sampai Nabi Saw. kembali ke Mekkah (dikenal sebagai peristiwa Fathu Makkah) belum beragam Islam. Asma’ yang ikut dalam rombongan Fathu Makkah pun meminta izin kepada Nabi Saw.,

يا رسول الله إنّ أمّي قدمتْ علي وهي مشركة أفأصلها؟ قال نعم. وفي رواية: “أفأعطيْهَا؟” قال: “نعم، صليها”

Baca Juga :  Kebijakan yang Diambil Umar bin Abd al-Aziz Usai Dilantik Sebagai Amir Al-Mu'minin

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku menemuiku, namun ia belum beriman (musyrik). Apa aku tetap bersilaturahmi kepadanya?” Rasulullah Saw. bersabda: “iya, silaturahmilah”. Dalam satu riwayat, “apa aku bisa memberikan hadiah kepadanya?” Rasulullah menjawab: “berikanlah kepadanya.”

Wallahu A’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here