Cuaca Mekkah Mendadak Teduh Saat Mbah Moen Wafat, Ini Kesaksian Pengasuh Pesantren Al-Rabbani Cikeas

0
769

BincangSyariah.Com – Kesaksian mengenai hal menakjubkan saat Mbah Moen wafat diantaranya disampaikan oleh K.H. Ali M Abdillah. “Selama perjalanan mengantar jenazah Mbah Mun, saya menyaksikan rintik hujan ikut menyertai di beberapa ruas jalan yang dilewati jenazah beliau,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Al-Rabbani Cikeas.

Kepergian ulama kharismatik Indonesia, K.H. Maimoen Zubair, menghadap Allah Swt. ditangisi umat Muslim di Indonesia. Beliau dimakamkan di Ma‘la, Mekah, pada Selasa waktu setempat. Ada beberapa hal menakjubkan saat wafat ulama Sarang tersebut.

Menurutnya, saat itu matahari nampak temaram, suasana sejuk, teduh, suhu cuaca 33 derajat, padahal biasanya 44 derajat.

Selain itu, Kiai Abdillah juga menyampaikan kisah santri yang mendampingi Mbah Mun sejak dari Sarang hingga saat beliau wafat. Menurut santri tersebut, ketika tawaf dan sai, doa yang dibaca Mbah Mun tidak seperti doa biasanya, tapi doa-doa kerinduan terhadap perjumpaan dengan Sang Kekasih, Allah Swt.

Menjelang wafat sekitar pukul 03.00 waktu setempat, Mbah Mun ambil air wudu lalu minta minum air zamzam dan air susu. Setelah itu beliau seperti orang yang tertidur. Setengah jam berikutnya tim dokter memastikan Mbah Mun wafat. Inna lillahi wainna ilaihi rajiun. Lahu alfatihah

Kisah ini dimuat dari media sosial milik Kiai Ali M. Abdillah dan sudah terverifikasi dan valid.

Baca Juga :  Lima Kesunahan bagi Laki-laki Saat Dikaruniai Anak Menurut Kiai Sholeh Darat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here