Rasulullah Tolak Permohonan Abu Umamah yang Ingin Mati Syahid

0
496

BincangSyariah.Com –  Mati syahid dalam peperangan membela agama Allah memang suatu hal yang dilakukan oleh para sahabat Nabi. Namun, musuh yang mereka hadapi benar-benar membatasi umat Muslim untuk menjalankan kewajiban agamanya. Sekalipun demikian, masih banyak amalan lain yang dapat membuat seseorang itu menjadi orang baik dan saleh, tidak harus mati syahid. Hal ini di antaranya terjadi pada kisah Abu Umamah berikut.

Diceritakan dari Abu Umamah yang melihat Rasulullah sedang menyiapkan pasukan yang hendak berperang melawan musuh. Lalu aku mendekati beliau dan meminta doa kepadanya supaya diberikan mati syahid. Namun Rasulullah malah mendoakan para sahabatnya untuk selamat dan mendapat ghanimah, “Ya Allah, selamatkanlah mereka dan berikanlah mereka rezeki ghanimah.”

Permintaan tersebut dilakukan Abu Umamah sebanyak tiga kali, namun Abu Umamah dan para sahabat belum juga diberikan mati syahid. Akhirnya, Abu Umamah meminta suatu amal ibadah yang dapat membuatnya masuk surga. “Berpuasalah, karena puasa itu tidak ada bandingannya,” Rasulullah menyarankan Abu Umamah.

Setelah saran itu, setiap siang hari rumah Abu Umamah tidak pernah terlihat asap yang mengepul untuk memasak kecuali apabila ada tamu yang menghampirinya.

Sanad hadis ini sahih dan diriwayatkan oleh beberapa ahli hadis, di antaranya Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya, Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya, an-Nasa’i dalam Sunan-nya, dan lain sebagainya.

Abu Umamah meminta mati syahid setiap kali ia ikut perang bersama Rasulullah saw. Namun, bukannya mengiakan permintaannya, Rasulullah saw. malah menyuruh Abu Umamah untuk rajin berpuasa dan shalat. Rasulullah tidak ingin umat Islam kalah dari musuh. Saat itu, Rasulullah saw. justru mendoakan kemenangan, sehingga umat Muslim mampu mendapatkan harta rampasan perang.

Baca Juga :  Kisah Umar Dimarahi Istri

Dari uraian tersebut, menurut penulis, ada dua hal yang bisa kita petik pelajaran. Pertama, Rasulullah saw. mengajarkan para sahabatnya untuk selalu memiliki sikap optimis. Kedua, untuk menjadi orang saleh dan baik, kita tidak perlu mencari-cari mati syahid. Meninggal husnulkhatimah dengan banyak berbuat baik dan bermanfaat untuk sesama juga termasuk hal yang bagus. Oleh karena itu, ajakan-ajakan jihad dan mati syahid di negara damai seperti Indonesia, itu sangat keliru. Terlebih lagi, ternyata yang diperangi itu adalah umat Muslim sendiri dan orang-orang non-Muslim sebangsa dan setanah air yang tidak mengusik praktik beragama di Indonesia.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here