Ramalan Gus Dur atas Masa Depan B.J. Habibie

0
794

BincangSyariah.ComB.J. Habibie wafat pada tanggal 11 September 2019 setelah sehari sebelumnya tersebar hoaks atas wafatnya beliau. BJ Habibie merupakan tokoh pembuka “keran” demokrasi setelah bertahun-tahun Indonesia dipimpin rezim militer.

Sebelum akhir masa pemerintahan Soeharto, di masa depan B.J. Habibie adalah tokoh yang diharapkan oleh Gus Dur, sebagai ketua PBNU saat itu, untuk menjadi wakil presiden mendampingi Soeharto di pemilu terakhir Soeharto. Pasalnya, saat itu semua calon wakil presiden merupakan kalangan militer, hanya Habibie yang bukan berasal dari kalangan militer.

Sangat kuat ingatan saya dengan dawuh Gus Dur pada tahun 1997 saat Konferensi Wilayah PWNU Jatim di Pondok Ploso Kediri.

Saat itu wartawan bertanya kepada Gus Dur, “Apa sebenarnya yang diinginkan oleh NU, Gus?” Gus Dur menjawab, “NU ingin calon Wakil Presiden adalah warga Sipil, bukan Militer. Tapi dari sekian Calon Wakil Presiden hanya Pak Habibie.”

Ternyata Pak Habibie yang terpilih sebagai Wakil Presiden dan sekaligus menjadi Presiden menggantikan Presiden Soeharto.

Sekitar jam 6 sore (11/9), perwakilan dokter dari RSPAD Gatot Subroto serta perwakilan keluarga mengumumkan bahwa Bapak B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia yang ke-3 wafat. Pak Habibie sebelumnya beberapa kali diinfokan wafat namun informasinya, yang terakhir kurang dari seminggu yang lalu. Namun, berita terakhir dipastikan valid. Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal di usia 83 Tahun akibat penyakit yang dideritanya. Menurut sang putra, Tarek Habibie, pak Habibie dirawat di RSPAD sejak awal bulan September 2019.

Semoga Allah memberi ampunan dan Rahmat kepada Pak Habibie dan para Presiden RI yang telah wafat. Amin.

Tulisan ini sudah dipublikasikan di Islami.co

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here