Ragam Bahasa di Masa Nabi Muhammad

0
39

BincangSyariah.Com – Bahasa merupakan wasilah manusia untuk berkomunikasi dengan manusia lainnya menggunakan tanda, misalnya berupa kata atau gerakan. Di masa Nabi Saw. pun diketahui ada beberapa bahasa yang digunakan. Lantas apa saja ragam bahasa di masa Nabi Saw.? Berikut ini beberapa bahasa di masa Nabi Muhammad Saw. :

Pertama, bahasa Arab.

Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa yang ada di masa Nabi Saw.. Hal ini tentu saja merupakan bahasa yang ada di masa Nabi Saw., bahkan al-Qur’an pun diturunkan dalam bentuk bahasa Arab sebagai bahasa yang digunakan di daerah tempat Nabi Saw. dilahirkan yaitu Arab Saudi.

Kedua, bahasa Ibrani.

Bahasa Ibrani juga merupakan salah satu  bahasa yang digunakan di masa Nabi Saw.. Bahasa Ibrani sendiri merupakan bahasa Semitik dari cabang rumpun bahasa Afro-Asia  yang di gunakan sebagai bahasa resmi Israel dan dituturkan oleh sebagian orang Yahudi di seluruh dunia.

Nabi Saw. sendiri pernah menyuruh sahabat Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Ibrani (Yahudi).  Kisah ini terdapat dalam hadis Sunan at-Turmudzi :

عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ ، قَالَ : أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتٍ مِنْ كِتَابِ يَهُودَ قَالَ : إِنِّي وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابٍ قَالَ : فَمَا مَرَّ بِي نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ : فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ ، وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ

Dari Zaid bin Tsabit ia berkata, ‘Rasulullah Saw. memerintahkanku untuk mempelajari aksara (bahasa) Yahudi. Beliau bersabda ‘Demi Allah Sesungguhnya aku merasa tidak aman terhadap tulisan (suratku) dari mereka Yahudi’. Zaid bin Tsabit berkata ‘Ketika aku telah mempelajari aksara Yahudi dalam kurun waktu setengah bulan, jika Rasulullah Saw. ingin mengirim surat kepada mereka (Yahudi) aku menuliskannya, sementara kalau Yahudi yang mengirim surat kepada Rasulullah Saw., aku membacakan tulisannya kepada Rasulullah Saw.”  (Sunan at-Turmudzi, jus 4 hal 365)

Dalam kitab Majalisut Tadzkir min Haditsil Basyirin Nadzir (h. 69) disebutkan bahwa ketika Nabi Saw. hijrah (datang) ke Madinah, Beliau mengadakan sebuah perjanjian dengan kaum Yahudi disana. Perjanjian tersebut berisi hal-hal untuk kepentingan dan kemaslahatan kedua belah pihak (kaum Muslim dan Yahudi). Dalam perjanjiannya, kaum Yahudi menulis isi perjanjian mereka menggunakan aksara Ibrani. Mengetahui hal itu, lalu Nabi Saw. memerintahkan penulis (sekretaris) Beliau yakni Zaid bin Tsabit untuk mempelajari aksara  Ibrani. Hal ini bertujuan supaya nantinya Zaid dapat menuliskan surat Nabi Saw. untuk mereka (Yahudi) begitu juga membacakan apa yang dimaksud dari isi surat yang berasal dari mereka.  (Muhammad bin Badis as-Sonhaji, Majalisut Tadzkir min Hadisil Basyirin Nadzir, hal 69)

Ketiga, bahasa Suryani.

Bahasa Suryani adalah sebuah bahasa Aram Timur yang digunakan oleh bermacam-macam komunitas Kristen Timur Tengah. Bahasa ini bukanlah bahasa Arab dialek Suriah, meski bahasa Suryani memengaruhi bahasa Arab. Oleh karena itu, bahasa Suryani bukan bahasa resmi di negara Suriah (bahasa resmi Suriah adalah bahasa Arab), melainkan sebuah bahasa saat ini digunakan oleh kaum minoritas Siria yang tinggal di sebelah timur Turki, sebelah utara Irak dan sebelah timur laut Suriah.

Bahasa Suryani merupakan salah satu bahasa yang ada di zaman Nabi Saw. Hal ini terbukti dengan adanya riwayat perihal Rasulullah menyuruh sahabat Zaid bin Tsabit untuk mempelajari bahasa Suryani.

عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ يَقُوْلُ : أَمَرَنِى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيةَ

Dari Zaid bin Tsabit ia berkata, ‘Rasulullah Saw. memerintahkan kepadaku untuk mempelajari bahasa Suryani’.” (Sunan at-Turmudzi, jus 4 hal 167)

Keempat, bahasa Yunani.

Bahasa Yunani atau bahasa Gerika atau dalam bahasa aslinya disebut Elliniká (Ελληνικα) merupakan anak cabang tersendiri dalam rumpun bahasa Indo-Eropa, asli dari Yunani, Siprus, dan bagian lain dari Mediterania Timur dan Laut Hitam. Bahasa ini telah bertahan selama lebih dari ribuan tahun dan telah dituliskan selama kurang lebih 3500 tahun. (Cornelis Jord Ruijgh, Greeg Laguange)

Adalah Heraklius merupakan Kaisar Romawi pada masa nabi  Saw. yang menetapkan bahasa Yunani sebagai bahasa resmi Kekaisaran Romawi Timur.

Bahasa Yunani sendiri diketahui ada pada di masa Nabi Saw. melalui riwayat bahwa Beliau pernah mengirim surat melalui Dihyah bin Khalifah al-Kalbi kepada Kaisar Heraklius yang tengah memimpin Romawi Timur kala itu. Setelah Kaisar Heraklius menerima surat dari Rasulullah Saw., ia kemudian mengadakan sebuah majelis yang dihadiri oleh pembesar Romawi. Abu Sufyan bin Harb yang kebetulan melakukan bisnis perdagangan di Syam diundang oleh Kaisar untuk hadir di majelis tersebut guna menjawab beberapa pertanyaan dari sang Kaisar. Dengan didampingi oleh penerjemahnya, Kaisar mengajukan beberapa pertanyaan perihal Nabi Saw. (Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, ar-Rahiqul Makhtum Bahtsun fi Siratin Nabawiyah ‘ala Shahibiha Afdhalis Shalatu Wassalam,  hal 355-356)

Dari kisah diatas, Kaisar Romawi didampingi seorang penerjemah. Itu artinya ia tidak mengerti bahasa Arab yang digunakan oleh Sufyan. Hal ini dikarenakan bahasa Yunani merupakan bahasa nasional yang digunakan di Kekaisaran Romawi kala itu.

Kelima, bahasa Persia.

Bahasa Persia merupakan bahasa yang juga dipakai di masa Nabi Saw. Bahasa Persia atau Bahasa Parsi (nama lokal: Farsi, Tajiki atau Dari), adalah bahasa dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Dituturkan di Iran, Tajikistan, Afganistan dan Uzbekistan.

Dalam sebuah riwayat, Nabi Saw. pernah mengirim surat kepada Kaisar Kisra II yang saat itu memimpin bangsa Persia. Adalah Abdullah bin Hudzafah as-Sahmi yang membawa surat Nabi Saw. Dalam suratnya, Beliau mengajak kepada sang Kaisar  supaya memeluk agama Islam. Namun, ajakan Nabi Saw. tersebut mendapat penolakan, bahkan surat dari Beliau dirobek-robek oleh Kaisar Kisra II. (Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, ar-Rahiqul Makhtum Bahtsun fi Siratin Nabawiyah ‘ala Shahibiha Afdhalis Shalatu Wassalam,  hal 354-355)

Pada masa Kaisar Kisra II, bangsa Persia ada dalam Kekaisaran Sassaniyah (224-651 M). Diketahui bahasa yang umum digunakan mereka kala itu adalah bahasa Persia.

Dari ulasan perihal ragam bahasa di masa Nabi Saw. di atas, dapat kita pahami bahwa ada anjuran untuk mempelajari bahasa asing. Salah satu manfaat dari mempelajari bahasa asing adalah sekurang-kurangnya terjaga dari sesuatu yang tidak diinginkan (misalnya ditipu dan sebagainya) ketika berinteraksi dengan orang lain dengan bahasa yang berbeda.

Anjuran untuk mempelajari bahasa asing tersebut sesuai dengan keterangan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami’ at-Turmudzi (j. 7 h. 498) :

إذا ترتب عليه فائدة فحينئذ يستحب كما يستفاد من الحديث انتهى

Jika mempelajari bahasa tersebut (bahasa asing) memiliki faedah atau manfaat maka hal itu disunahkan sebagaimana keterangan yang dipahami dari hadis Nabi Saw di atas (hadis perintah Nabi Saw. kepada Zaid bin Tsabit).” (Muhammad Abdur Rahman al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadzi Syarh Jami’ at-Turmudzi, jus 7 hal 498)

Demikianlah ragam bahasa yang ada di masa Nabi Saw. Semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here