Qunut Nazilah Pada Saat Covid 19, Bolehkah?

1
14

BincangSyariah.Com –  Berikut penjelasan terkait Qunut Nazilah:

Setahun lebih Covid 19 menimpa Indonesia. Virus yang mematikan ini telah merengut ribuan nyawa manusia Indonesia. Jutaan orang sudah terjangkit dan dinayatakan positif Covid 19. Rumah sakit over capacity. Ratusan rakyat kehilangan pekerjaan akibat Covid 19. Pelbagai perusahaan bangkrut. Destinasi parawisata terpaksa ditutup. Pandemi Covid 19 telah meluluh-lantahkan pelbagai sektor ekonomi dan sosial rakyat Indonesia.

Untuk itu, agar tak memperluas wabah Covid 19 ini, masyarakat Indonesia dianjurkan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan.  Menjaga jarak. Memakai masker. Dan mencuci tangan. Di samping itu, sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk berdoa kepada Allah yang maha kuasa. Agar Covid 19 ini tak kian berlarut-larut lagi.

Pentingnya berdoa ketika suatu negeri terjangkit wabah tertera dalam kitab Badzlul Ma’un fi Fadhl al- Thaun. Al Hafiz Ibnu Hajar As-‘Asqallani, menjelaskan bahwa salah satu doa yang disyariatkan adalah qunut nazilah. Dalam Qunut Nazilah yang notabenanya berisi doa dan pinta  pertolongan seorang hamba kepada Tuhan.

Al-Hafiz Ibnu Hajar berkata dalam kitab Badzlul Ma’un fi Fadhl al- Thaun, halaman 316:

ان الدعاء برفعه عند المسلمين الذين وقع ذلك ببلدهم, مشروع اجتماعا وانفرادا في القنوت , خاصة عند الشافعية, وقد قال الشافعي بمشروعية القنوت في النازلة , ومثلها الر فعي و غيره بالوباء والقحط. فأنتج ذلك انه يشرع القنوت برفع الطعون

Artinya: Bahwa berdoa untuk mengangkat/menghilangkan wabah dari negeri orang Muslim adalah disyariatkan ketika shalat jamaah atau munfaris (sendiri) yaitu pada waktu qunut. Khususnya pendapat ini dari Imam Syafi’i (baca: dalam kitab al-Umm), sesungguhnya Imam Syafi’i dengan disyariatkannya Qunut Nazilah pada waktu terjadi wabah, pun Imam Rafi’i dan selainnya juga mensyariatkan Qunut Nazilah  pada waktu wabah dan musim kemarau.  Maka kesimpulan demikian, bahwa disyariatkan Qunut Nazilah untuk mengangkat wabah.

Ada pun Imam Asy-syafi’i dalam Kitab Al-Umm Juz 1 halaman 236, mengakatan qunut nazilah disyariatkan ketika terjadi bencana atau musibah berupa malapetaka. Imam Syafi’i berkata :

ولا قنوت في شيء من الصلوات إلا الصبح، إلا أن تنزل نازلة، فيقنت في الصلوات كلهن إن شاء الإمام

Artinya: Tidak ada Qunut pada seluruh shalat wajib kecuali pada waktu subuh (baca: Qunut hanya ada pada waktu subuh), tapi ada pengecualian, qunut bisa dilakukan ketika ada musibah besar, maka seorang bisa melakukan qunut pada seluruh shalat wajib (Subuh sampai Isya) jika seorang Imam menginginkannya.

(Baca: Shalat Menjaga Jarak Pada Masa Covid 19, Bolehkah?)

 

 

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here