Profil Maher At-Thuwailibi: Dari Dimusuhi Salafi sampai Berseteru dengan Nikita Mirzani

0
194

BincangSyariah.Com – Sebagai seorang personal yang katakanlah berkecimpung di bidang dakwah (sebelum menengok sekian kontroversinya), kemunculan Maaher At-Thuwailibi dalam jagad dinamika keislaman di Indonesia menarik untuk dicermati. Ada kesamaan pola menurut penulis antara Maaher At-Thuwailibi dan Ustz. Abdul Somad, Ustz. Zulkifli M. Ali (sering disebut sebagai Ustaz Akhir Zaman), dan sejumlah nama lain, yaitu sama-sama muncul ketika penggunaan Internet menjadi semakin intens di Indonesia.

Ada banyak nama-nama pemuka agama, yang naik ke permukaan tanpa dikenal melalui apa yang dikenal sebagai media konvensional, seperti radio, TV, atau tulisan. Nama-nama yang disebutkan penulis tadi, seluruhnya dikenal oleh orang yang tidak berasal dari daerah asal/daerah yang ditinggali pemuka agama tersebut lewat platform digital seperti Instagram atau Youtube.

Penulis mencoba menelusuri kata kunci Maaher At-Thuwailibi lewat fasilitas Google Trends (untuk menebak sejak kapan nama tersebut mulai banyak dicari dalam pencarian di Google Search). Hasilnya, nama tersebut mulai dicari di medio tahun 2016, sempat sangat tinggi di pertengahan tahun 2018 dan terus dicari secara berkala sejak tahun 2017 sampai saat ini. Data kasar tersebut hemat kami menjawab kenyataan bahwa kenyataannya ceramah-ceramahnya lekat dengan kondisi politik di tahun-tahun tersebut, semisal Pilkada DKI Jakarta dan Pilpres 2019 lalu.

Ustz. Maher At-Thuwailibi bukan sekali ini saja mendapatkan sorotan mata publik. Terakhir, secara terbuka ia merespon ejekan artis Nikita Mirzani (NM) yang menyebut Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai “tukang obat,” dengan menyebut Nikita Mirzani dengan sebutan-sebutan yang tidak senonoh, diantaranya menyebut NM sebagai “lonte” yang setara dengan sebutan pelacur. Dengan konteks bernada marah terhadap NM karena menurutnya aktris tersebut telah menghina HRS, ia menyuruh NM meminta maaf lalu disertai penekanan dengan melabeli NM dengan sebutan tersebut.

Ini adalah satu dari kesekian kalinya ia mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang bernada kasar dalam ceramah-ceramahnya yang terkenal dengan logat khas melayu-sumatera utara tersebut. Di salah satu ceramahnya, ia sempat mengatakan kalau model berceramah dengan ungkapan yang kasar itu memang model berceramahnya. “Kalau kau tidak suka gayaku, tak [a]pa-[a]pa” pungkasnya.

Jika merujuk pencarian di internet yang tercatat via Google Trends, maka tepatlah kalau video-video sosok yang disebut-sebut bernama asli Soni Eranata ini mulai muncul di tahun 2017. Di tahun tersebut, ia menyatakan secara terbuka kalau Indonesia adalah negara thaghut. Dalam salah satu videonya, Maaher At-Thuwailibi meyakini adanya apa yang disebut sebagai sebuah “sistem Islam”. Menurutnya, yang menolak adanya ajaran mendirikan khilafah dalam Islam berarti menolak sabda Nabi Saw. sendiri dalam sebuah hadis,

فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيينَ

Maka berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafa ar-Rasyidin yang mendapatkan petunjuk. (H.R. At-Tirmidzi)

Dalam ceramah tersebut, tampak Ustz. Abdul Somad hadir untuk juga berceramah dan Ismail Yusanto, Juru Bicara HTI. Ceramah dilaksanakan di sebuah masjid, bernama Masjid Al-Muttaqin, Bogor.

Selain pemerintah, banyak juga sejumlah video yang masih bisa diakses sampai sekarang ketika ia mengkritik sesama pemuka agama sendiri yang menurutnya sekarang sudah menjadi bagian pemerintah yang zalim. Ia membuat video yang secara terbuka mengkritik Ustz. Yusuf Mansur karena memberikan pernyataan-pernyataan dukung kepada Jokowi. Ustz. Yusuf Mansur dalam salah satu video yang diunggah di akun Instagram-nya, mengunggah Ustz. Maaher sedang membaca at-Taqriiraat as-Sadiidah di hadapan seorang habib bernama Habib Hasan bin Ahmad al-Kaaf.

Sampai tulisan ini diselesaikan, penulis tidak menemukan data riwayat pendidikan sosok Ustz. Maaher At-Thuwailibi, semisal apakah ia adalah lulusan sekolah umum atau sekolah berasrama/pesantren, apakah ia adalah lulusan universitas atau bukan, dan masih banyak lagi. Ketika ramai perdebatan antara Maaher At-Thuwailibi dengan NM, beredar sebuah surat pernyataan dari yang menyatakan sebagai istri dari Soni Eranata bernama Susi Wiwati. Surat pernyataan itu berisi pernyataan kalau Soni Eranata pernah melakukan kekerasan rumah tangga kepada istri dan anak-anaknya. Dalam surat pernyataan itu juga, disebutkan kalau Susi Wiwati tersebut tinggal di Desa Nagrak, Kec. Gn. Puteri, Kab. Bogor dan pernah menjadi istri Ustz. Maaher dari 3 April 2015 – 15 Juni 2015. Tapi sampai saat ini tidak pernah ada klarifikasi yang diberikan oleh Ustz. Maher At-Thuwailibi terkait pernyataannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here