Pesan Islam untuk Perdamaian

0
579

BincangSyariah.Com – Islam sangat menghargai setiap nyawa manusia. Setiap anak manusia merupakan anak dari Nabi Adam As. Pemuliaan dan menghargai setiap manusia termaktub dalam Alquran.

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَم وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرّ وَالْبَحْر وَرَزَقْنَاهُمْ مِنْ الطَّيِّبَات وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِير مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Sungguh Kami telah memuliakan anak manusia, dan kami jadikan mereka hidup di darat dan di bumi. Dan kami berikan mereka rezeki yang baik-baik. Dan kami muliakan mereka dari sebagian ciptaan kami dengan sangat mulia” (Al-Isra:70).

Ibnu Katsir menafsirkan bahwa ayat ini merupakan bentuk pemuliaan Allah Swt kepada seluruh umat manusia. Pemuliaan Allah kepada manusia juga berupa penciptaannya dalam sebaik-baik bentuk dan kesempurnannya. Pemuliaan ini bahkan melebihi perhatian tuhan terhadap malaikat.

Untuk menambah keterangan ayat di atas, Imam Al-Qurthubi juga menafsirkan ayat di atas bahwa manusia diciptakan telah dimuliakan oleh Allah tanpa pandang bulu, suku dan agama. Ayat ini sangat sesuai dengan cocok dengan ayat lain, Inna Khalaqnakum min Dzakarin Wa Unsta Syu’uban wa Qabaila Li Ta’arafu agar setiap manusia merasa saling kenal satu sama lainnya.

Kemuliaan manusia di atas seluruh kemuliaan makhluk-makhluk ciptaan Allah yang lain. Seperti hewan, tumbuhan, bahkan alam itu sendiri. Pemberian akal kepada manusia merupakan salah satu bentuk kasih sayang tuhan dalam rangka memakmurkan dan memberikan kehidupan kepada manusia.

Junjungan yang tinggi terhadap nyawa manusia itu sesuai dengan spirit dalam Alquran. Salah satu tujuan dari penegakan syariat Islam adalah jaminan terhadap darah, harta orang lain. Di dalam Alquran disebutkan:

من أجل ذلك كتبنا على بني إسرائيل أنه من قتل نفسا بغير نفس أو فساد في الأرض فكأنما قتل الناس جميعا ومن أحياها فكأنما أحيا الناس جميعا

Baca Juga :  Merespon Dokumen Abu Dhabi, Forum Titik Temu Mengadakan Temu Tokoh Lintas Agama

Di dalam ayat di atas sangat terang benderang pesan yang ingin disampaikan. Pesan tersebut adalah tidak melakukan pembunuhan atau merusak dalam arti yang sangat luas. mereka yang memberikan kehidupan bagi orang lain, maka seolah-olah dia telah menghidupkan manusia semuanya.

Ulama kontemporer, Syekh Abdullah bin Bayyah menerangkan bahwa ayat di atas merupakan perintah bagi umat Islam untuk memberikan jaminan keamaan, dan posisi nyaman bagi setiap manusia. Ulama asal Mauritania ini pernah juga berujar bahwa, seorang yang beriman sejatinya akan berjihad untuk kehidupan bukan jihad kematian.

Salah satu persoalan yang masih menghantui setiap orang adalah terorisme. Perilaku terorisme merupakan salah satu bentuk kerusakan yang dilarang dalam Islam. Tidak ada satupun ajaran Islam yang membenarkan perbuatan teroris. Dampak yang dirasakan bagi masyarakat sangat besar dari perilaku bom bunuh diri. Bom yang diledakkan akan menyisakan trauma yang sangat besar bagi korban dan masyarakat sekitar. Perilaku terorisme tidak dipungkiri berangkat dari pemahaman yang keliru terhadap ajaran Islam dan nilai-nilai kemanusiaan yang dibawa.

Menurut Abuya Syafi’i Maarif, dalam Islam tidak dikenal dengan teologi kematian. Yang dimaksud dengan teologi kematian adalah seseorang bunuh diri atas nama agama Islam. Jika Allah saja menghendaki kehidupan untuk umat manusia, maka apa hak prerogative kita untuk mengantarkan maut kepada saudar-saudara kita yang terkadang saudara seiman menjadi korban terorisme.

Kebalikan dari logika teologi kematian ini adalah teologi kasih sayang. Ini merupakan prinsip dasar dan nilai universal ajaran Islam. Jika Islam merupakan agama rahmat, kasih sayang kepada setiap manusia, bahkan seluruh makhluk, lantas sudahkah kita menjunjung tinggi nilai yang sempurna ini.

Teologi kasih sayang dan berdamai dengan keadaan ini juga diperintahkan oleh Nabi Muhammad Saw. Sebagaimana Nabi Muhamamd Saw bersabda Irhamu Man Fil Ardhi, Yarhamukum Man Fis Sama. ’
“kasihilah mereka yang ada di Bumi, niscaya Allah akan mengasihimu.” (HR. Abu Daud dan Al-Tirmidzi).

Baca Juga :  Syair Keitimewaan Perangai Nabi Muhammad Gubahan Ulama

Dari keterangan di atas, nilai-nilai Islam sangat mementingkan aspek kasih sayang dan memberikan rasa aman bagi setiap orang. Hal ini juga pernah disampaikan oleh Syekh Hamzah Yusuf. Seorang pendakwah Islam yang telah mengajarkan nila-nilai Islam ke berbagai belahan dunia Islam. Dalam bahasanya, “Islam is a religion of life. It is not a religion of death” Islam merupakan agama kehidupan, bukan agama kematian.

Pertanyaannya, sudah sejauh mana peran kita untuk memberikan kasih sayang sesama manusia, atau malah kita mengingkari ajaran Islam ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here