Persembahan Syair Puasa dari Maulana Rumi

0
332

BincangSyariah.Com – Sudah berapa lama kita berpuasa? Sejak kapan kita mulai berpuasa? Sebagian golongan akan menjawab sejak kecil, karena didikan orang tua di keluarga mewajibkan puasa bagi segenap anak tingat SD kelas dua. atau sebagian juga ada yang menjawab sejak tahun pertama mengenal Islam dari sang guru spiritual.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah puasa yang telah kita jalankan sudah mampu mengubah diri kita? Pernahkah merasakan puasa tersebut memberikan pengaruh yang signifikan dalam arah kehidupan kita? Maulana Jalaluddin Rumi mengingatkan dalam sebuah syair puasa dalam Ghazaliat-nya,

Telah datang bulan puasa

Petanda Raja telah tiba

Tahan sejenak makanan-makanan itu

Sebab makanan-makanan jiwa telah tiba

Hantarkan jiwa pada keyakinan

Tahan sejenak tabiat materi

Hati tersesat telah patah

Petanda laskar iman telah tiba”

Maulana Jalaluddin Rumi mengisyaratkan bahwa dalam Ramadan itu Raja hadir. Kita harus berhenti sibuk dengan berbagai kegiatan selain yang berhubungan dengan-Nya.

Bagaimana bisa meneruskan aktivitas lain, jika Raja sudah di hadapan kita? Di situlah letak makanan jiwa berada. Sebuah makanan yang bisa melunakkan jiwa yang keras, hati yang sering lalai, dan lisan yang kadang luput. Saatnya fokus pada menata hati yang telah lama tak terarah. Ramadan inilah momentum kita untuk mendekat pada-Nya dan memperbaiki diri.

Apalah arti berpuasa setiap Ramadan jika belum bisa mensucikan batin kita dari keburukan, kelalain, dan kezaliman. Atau terbilang dari golongan yang disebut Rasuullah dalam hadis di bawah ini:

رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR Thabrani)

Baca Juga :  Cara Mendidik Anak Agar Rajin Berpuasa

Ramadan bukan sebuah waktu dalam sebulan untuk menahan rasa lapar dan dahaga. Masih banyak keindahan dan keberkahan Ramadan yang didapat jika kita mau memburunya. Kata Maulana Rumi dalam Ghazaliat-nya:

Sudah berapa banyak kau makan makanan manis dan berlemak?

Ujilah beberapa hari dengan puasa

Sudah berapa lama kau terpenjara dengan tidur pulas?

Bangunlah di malam-malam ini dan raihlah singgasana

Sebuah ajakan untuk menghidupkan Ramadan dengan amal saleh yang terbaik. Begitu besarnya keutamaan dan kemuliaan bulan Ramadan membuat kita menjadi bersemangat untuk mengisi bulan ini dengan amalan-amalan saleh dalam rangka mengharapkan keberkahan, pahala dan ampunan dari Allah yang mungkin tidak kita dapatkan di bulan-bulan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here