Pernikahan Abdullah dengan Aminah, Masa Mengandung, dan Melahirkan

0
280

BincangSyariah.Com – Abdullah adalah salah seorang anak Abdul Muthalib yang paling dicintainya. Setelah Abdullah dewasa, Abdul Muthalib menikahkannya dengan Aminah binti Wahb bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Pada saat itu, usia Abdulllah mencapai delapan belas tahun.

Sementara itu, Aminah merupakan wanita Quraisy yang paling utama nasab dan kedudukannya. Tidak lama setelah mereka menikah, Aminah mengandung Muhammad saw.

Ketika masa kandungan Aminah mencapai dua bulan, Abdullah meninggal dunia dan dimakamkan di Madinah di tempat paman-paman dari pihak ibunya sendiri, yaitu Bani Addiy ibnu Najjar. Pada mulanya, Abdullah berniat melakukan misi dagang ke negeri Syam, namun ketika ia kembali dari Negeri Syam dan sampai di Madinah, ia meninggal dunia.

Ketika Aminah melahirkan, seluruh alam semesta terlihat gembira dengan kelahiran bayi yang mulia ini, yang kelak akan menyempurnakan akhlak dan menyiarkan norma-norma etika yang baik.

Menurut penelitian Mahmud Basya, seorang ahli Falak, ia menyimpulkan bahwa peristiwa kelahiran Nabi Muhammad saw. terjadi pada hari Senin 9 Rabiul Awwal bertepatan dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Peristiwa ini juga disebut tahun Gajah/Amm Al-Fil. Namun, pendapat mayoritas mengatakan bahwa kelahiran Nabi Muhammad saw. terjadi pada 12 Rabiul Awal.

Kelahiran Nabi Muhammad saw. tersebut terjadi di rumah Abu Thalib, yaitu di daerah perkampungan Bani Hasyim. Adapun bidan yang membantu persalinan Aminah adalah Ummu Abdirrahman bin Auf.

Setelah itu, Aminah mengirimkan kabar gembira ini kepada kakek Nabi saw.; Abdul Muthalib. Mendengar kabar cucunya lahir, ia pun bergegas menuju rumah Abu Thalib dengan perasaan penuh riang gembira. Ia pun memberi nama cucunya Muhammad (yang terpuji).

Nama itu masih belum dikenal oleh orang-orang Arab. Tetapi, Allah swt. telah berkehendak untuk melangsungkan apa yang telah dipastikan olehNya sesuai dengan berita yang telah disebutkan di dalam kitab-kitab para nabi terdahulu, seperti kitab Taurat dan Injil. Allah swt. memberi ilham kepada kakek Nabi saw., yaitu memberi nama Muhammad kepada anak laki-laki yang baru dilahirkan itu.

Baca Juga :  Travelling dalam Islam

Wanita yang pertama mengasuh Nabi saw. sewaktu bayi adalah Ummu Aiman, nama aslinya adalah Barakah Al-Habsyiyah, seorang budak/hamba sahaya milik Abdullah, ayah Nabi saw. yang telah wafat. Adapun wanita yang menyusukan Nabi saw. adalah Tsuwaibah, seorang hamba sahaya perempuan milik pamannya, Abu Lahab.

 

Diolah dari kitab Nurul Yaqin Fi Siirati Sayyidil Mursaliin karya Syekh Muhammad Al-Khudhari Bek dan sumber lainnya.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here