Pernah Bilang Alquran Racun, Joram Van Klaveren kini Mualaf

0
572

BincangSyariah.Com – Mungkin diantara kita masih ingat video pendek yang dibuat oleh politisi sayap kanan Belanda, Geert WIldeers. Video yang diberi judul Fitna itu kemudian mendapatkan kecaman dari banyak ulama dan cendekiawan karena menyajikan gambaran-gambaran yang hanya fitnah belaka terhadap Islam. Salah satu kritik yang disampaikan juga oleh Prof. Quraish Shihab dengan judul Ayat-Ayat Fitna, untuk membantah ayat-ayat yang dikutip dalam video tersebut.

Yang menarik, beberapa anggota partai tempat Geert Wilders berkecimpung, partai kebebasan (PVV: Partij voor de Vrijheid) justru memutuskan untuk memeluk agama Islam. Sebelumnya, mereka seperti Wilders, ikut benci dan sentiment terhadap Islam. Yang pertama berpindah adalah Arnoun van Doorn yang masuk Islam pada tahun 2013. Sebelumnya, ia bahkan terlibat dalam produksi film Fitna. Ia berpindah agama setelah mempelajari lebih dalam agama Islam.

Kini, ada orang kedua yang juga melakukan hal yang sama. Dia adalah Joram van Klaveren. Layaknya Wilders, anggota partai kebebasan ini juga punya pandangan yang sama, anti-Islam. Ia bahkan pernah mengatakan bahwa apa yang ada dalam Alquran adalah racun.

Ia bergabung dengan PVV selama 4 tahun (2010-2014). Ia kemudian keluar dari PVV karena tidak lagi sepandangan dengan Greet Wilders. Kemudian ia mendirikan partai baru bernama For the Nederlands (VNL). Namun kritiknya terhadap Islam terus berlanjut.

Saat mendengar Van Klaveren sudah berpindah agama, Wilders merespon sinis – seperti dikutip laman globalnews.ca  – “it’s like a vegetarian going to work in a slaughterhouse”. Van Kleren tidak bisa diminta pendapatnya lebih lanjut terkait ucapan Wilders.

Sebelum pindah, Van Klaveren tadinya mencoba mempelajari Islam lebih dalam untuk mengkritiknya. Waktu berkarir di politik, – seperti dikutip dari laman Sputnik – ia ikut mengecam penggunaan burqa’, menara masjid, hingga mengatakan Islam sebagai agama teror, kematian, dan perusak. Ia bahkan mengusulkan adanya peninjauan terhadap warga keturunan Maroko (disebut dengan debates, sejenis interpelasi parlemen atas kebijakan pemerintah) karena tingginya angka perkosaan yang dilakukan warga keturunan Maroko.

Baca Juga :  Ini Alasan Deddy Corbuzier Masuk Islam

Perjalanannya mengkritik Islam berlanjut ketika ingin menulis buku berjudul Afvallige (pemurtadan) untuk mengkritik Islam. Namun dalam proses penulisan itu, ia justru merasa tertarik kepada ajaran Islam dan memutuskan untuk pindah agama. Ia mengatakan, seperti dikutip dari video Press TV , “during that writing, I encountered more things that shook my vision toward Islam” (selama masa penulisan, saya (justru) menemukan hal-hal baru yang membuka pandangan saya terhadap Islam). Ia tercatat memeluk Islam sejak bersyahadat pada Oktober 2018. Ia mengatakan bahwa naskah bukunya yang ia tulis untuk mengkritik Islam sudah ia buang. Dan, ia akan menggantinya dengan tema sebaliknya, membalas argument yang mencoba mengkritik Islam.

Van Klaveren dilahirkan pada 23 Januari 1979 di Amsterdam, Belanda. Ia berasal dari keluarga Kristen Protestan taat. Ia menyelesaikan pendidikannya di jurusan studi agama-agama (religious studies) di Vreije University, Amsterdam.

Mengutip pernyataan Arnoud van Doorn, fenomena yang terjadi dengan Klaveren dan dirinya sendiri membuatnya berseloroh di Twitter, “never thought that the #PVV would a breeding ground for converts” (tidak terbayangkan bahwa PVV justru menjadi ladang subur untuk berpindah agama (ke Islam).



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here