Perjalanan Ruh Sejak Keluar dari Jasad Sampai Selesai Menjawab Pertanyaan Kubur

1
138

BincangSyariah.Com – Kematian adalah hal yang pasti dialami oleh seluruh mahluk hidup di dunia. Setiap denyut nafas kehidupan pasti akan merasakan kematian sesuai waktu yang telah ditentukan. Hal ini berdasarkan firman Allah surah Ali Imran ayat 185 yang berbunyi:

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati”

Lantas bagaimana keadaan ruh sejak keluar dari jasad? Berikut ini adalah ilustrasi tentang keluarnya ruh dari badan manusia yang digambarkan dalam kitab Daqaiq al-Akhbar karya Abdur Rahīm bin Ahmad al-Qadi.

Ketika anak adam mengalami naza’ (sekarat) kematian, maka datanglah kepadanya empat malaikat, salah satunya adalah malaikat ajal. Malaikat ajal berkata, “Aku telah mencarimu ke arah timur dan barat, waktumu tidak bisa ditunda lagi.” Kemudian masuklah malaikat Kiraman Katibin dari sisi kanan dan kiri, lalu berkata malaikat yang berada di sisi kanan “assalamu alaika, aku ditugaskan atas amal kebaikanmu.”

Setelah berkata demikian, malaikat tersebut mengeluarkan lembaran yang berwarna putih lalu dibentangkan di hadapan ruh seraya berkata, “Lihatlah amal perbuatanmu.” Ketika ruh tersebut melihat amal perbuatannya, ia gembira. Kemudian malaikat yang berada di sisi kiri berkata “assalamu alaika, aku ditugaskan atas amal kejelekanmu.” Lalu malaikat itu mengeluarkan lembaran yang berwarna hitam seraya berkata, “Lihatlah amal perbuatanmu.”

Tatkala ruh anak Adam itu melihat lembaran hitam tersebut, mengalirlah keringatnya, kemudian ruh itu menengok ke kanan dan kiri lantaran takut membaca isi lembaran hitam miliknya. Setelah itu, malaikat tersebut menggenggam lembaran hitam itu lalu melempar ke bantal (sandaran) si ruh dan kemudian pergi.

Berselang kemudian setelah kepergian malaikat Kiraman Katibin, lalu masuklah malaikat maut, dari sisi kanan merupakan malaikat  rahmat sementara di sisi kiri adalah malaikat azab. Sewaktu ruh sudah mencapai tenggorokan, inilah waktunya malaikat maut menjalankan tugasnya. Jikalau ruh tersebut termasuk golongan orang yang selamat maka yang mencabutnya adalah malaikat rahmat, sementara kalau sebaliknya maka yang mengambil ruh tersebut adalah malaikat azab. (Baca: Bisakah Ruh Seseorang Kembali Menemui yang Masih Hidup?)

Baca Juga :  Apa Azab Kubur Bagi Orang yang Melalaikan Shalat?

Setelah ruh anak Adam itu keluar dari tubuhnya, ia akan dibawa naik menghadap Rabb al-‘Alamin manakala ruh tersebut termasuk golongan orang yang selamat. Hal ini dikuatkan dengan sabda Rasulullah Saw. sebagaimana berikut :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ ، قَالَ : الْمَيِّتُ تَحْضُرُهُ الْمَلاَئِكَةُ ، فَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ صَالِحًا ، قَالُوا : اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ ، اخْرُجِي حَمِيدَةً ، وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ ، وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ ، فَلاَ يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ ، ثُمَّ يُعْرَجُ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، فَيُفْتَحُ لَهَا ، فَيُقَالُ : مَنْ هَذَا ؟ فَيَقُولُونَ : فُلاَنٌ ، فَيُقَالُ : مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الطَّيِّبَةِ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الطَّيِّبِ ، ادْخُلِي حَمِيدَةً ، وَأَبْشِرِي بِرَوْحٍ وَرَيْحَانٍ ، وَرَبٍّ غَيْرِ غَضْبَانَ ، فَلاَ يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى يُنْتَهَى بِهَا إِلَى السَّمَاءِ الَّتِي فِيهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ، وَإِذَا كَانَ الرَّجُلُ السُّوءُ ، قَالَ : اخْرُجِي أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْخَبِيثَةُ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ ، اخْرُجِي ذَمِيمَةً ، وَأَبْشِرِي بِحَمِيمٍ ، وَغَسَّاقٍ ، وَآخَرَ مِنْ شَكْلِهِ أَزْوَاجٌ ، فَلاَ يَزَالُ يُقَالُ لَهَا ذَلِكَ حَتَّى تَخْرُجَ ، ثُمَّ يُعْرَجُ بِهَا إِلَى السَّمَاءِ ، فَلاَ يُفْتَحُ لَهَا ، فَيُقَالُ : مَنْ هَذَا ؟ فَيُقَالُ : فُلاَنٌ ، فَيُقَالُ : لاَ مَرْحَبًا بِالنَّفْسِ الْخَبِيثَةِ ، كَانَتْ فِي الْجَسَدِ الْخَبِيثِ ، ارْجِعِي ذَمِيمَةً ، فَإِنَّهَا لاَ تُفْتَحُ لَكِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، فَيُرْسَلُ بِهَا مِنَ السَّمَاءِ ، ثُمَّ تَصِيرُ إِلَى الْقَبْرِ

Artinya :

Dari Abu Hurairah dari Nabi Saw. beliau bersabda, “Malaikat datang kepada mayyit, jikalau si mayyit tersebut merupakan orang saleh, maka malaikat berkata, “Keluarlah wahai jiwa yang baik dari jasad yang baik pula, keluarlah dalam keadaan terpuji serta berbahagialah dengan kebahahagiaan dan wewangian dan tuhanmu tidak sedang marah.”

Perkaatan malaikat tadi diulang terus menerus sampai ruh tersebut keluar dari jasadnya. Kemudian, ruh tersebut dibawa naik ke langit, lalu dibukakan langit untuknya seraya ada suara berkata, “siapa ini?” Malaikat menjawab, “Fulan.”

Kemudian dikatakan kepada ruh fulan itu, “Selamat datang wahai jiwa yang baik dari jasad yang baik, masuklah dalam keadaan terpuji serta berbahagialah dengan kebahahagiaan dan wewangian dan Tuhanmu tidak sedang marah.” Hal ini dikatakan berulang kali kepada ruh fulan itu sampai langit terakhir dimana Allah berada.

Namun, jika mayyit itu termasuk golongan orang yang buruk, maka malaikat berkata, “Keluarlah wahai jiwa yang buruk dari jasad yang buruk, keluarlah dalam keadaan tercela serta berbahagialah dengan panas dan busuk, dari sisi lain bentuk ruh tersebut bermacam-macam.”

Hal ini dikatakan berulang kali sampai ruh tersebut keluar dari jasadnya. Kemudian ruh  itu dibawa ke langit, namun pintu langit tidak dibuka untuknya, seraya ada suara berkata “Siapa ini?” dijawab, “Fulan”. Kemudian dikatakan kepada ruh Fulan tersebut, “Tidak disambut engkau wahai jiwa yang buruk dari jasad yang buruk, keluarlah dalam keadaan tercela, sesungguhnya pintu langit tidak dibuka untukmu”, lalu diusirlah ruh tersebut dari langit dan kemudian kembali ke kuburannya.  (Sunan Ibnu Majah, jus 5, hal 325)

Baca Juga :  Begini Sejarah Masuknya Islam ke Armenia Negeri Sejuta Biara

Selepas ruh tersebut menghadap, Allah  berfirman, “Wahai malaikat, kembalikanlah ruh tersebut kepada jasadnya sampai ruh tersebut melihat apa yang terjadi pada tubuhnya.” Kemudian malaikat itu turun bersama ruh anak adam tersebut, lalu sang malaikat meletakkan ruh anak adam itu di tengah-tengah rumahnya. Ruh tersebut bisa melihat orang yang berduka atas kepergiannya serta yang tidak berduka, sementara ia sendiri tidak bisa berbicara.

Kemudian, tibalah saat di mana jenazah milik ruh itu diiringi untuk dimakamkan di peristirahatan terakhirnya. Lalu, Allah memerintahkan ruh itu kembali ke jasadnya sebagaimana saat di dunia. Tak lama kemudian setelah para pelayat meninggalkan pusara, datanglah malaikat Munkar dan Nakir guna melaksanakan tugasnya memberi pertanyaan kepada ahli kubur.

“Siapakah Tuhanmu?”

“Apa agamamu?”

“Siapa nabimu?”

“Apa kiblatmu?”

“Siapa saudaramu?”

“Apa imammu?”

Jika ruh anak Adam itu termasuk golongan orang yang selamat (baik), maka ia dengan percaya diri akan menjawab, “Allah itu Tuhanku, Islam itu agamaku, Muhammad itu nabiku, Kakbah itu kiblatku, orang-orang mukmin itu saudaraku, serta al-Qur’an itu imamku.”

Setelah ruh tersebut menjawab pertanyaan dengan benar, malaikat Munkar dan Nakir berkata “Tidurlah seperti tidurnya pengantin” lalu si malaikat membuka semacam lubang yang ada di kepala ruh anak adam itu, sehingga ia dapat melihat tempat tinggalnya di surga. Wallahu a’lam

1 KOMENTAR

  1. TERIMA KASIH DI ATAS TEKS YANG BERHARGA MENGENAI KEHIDUPAN DAN MANUSIAWI.
    PERINGKAT SAKRATUL MAUT SEHNGGA ROH YANG BERLEGAR DAN DIAMANKAN MERUPAKAN PANDUAN MENJALANI KEHIDUPAN SEHARIAN.

    KEPERCAYAAN TERHADAP KEBESARAN DAN KEAGUNGAN TUHAN.
    TERIMA KASIH.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here