Perjalanan Panjang Belajar Langsung kepada Syaikhul Maqashid Ahmad Al-Raysuny

1
1123

BincangSyariah.Com – Tahun 2015 silam sebelum Muktamar NU di Jombang, saya dan teman-teman alumni Universitas Al-Ahgaff Yaman sowan kepada Mbah Kiai Maimun Zubair. Saat itu beliau dengan semangat memberikan nasehat-nasehat, di antara nasehatnya; santri itu harus kuliah sampai S-3 (doktoral). Teman-teman saya yang saat itu ada yang sedang menempuh pendidikan S-2 di Indonesia bersemangat untuk melanjutkan S-3.

Dilalahnya, satu tahun setelah itu, saya dinobatkan sebagai lulusan terbaik magister syariah di Universitas Sunan Giri Surabaya. Mengingat dawuh Mbah Maimun setahun silam, saya mencoba mendaftar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Pada saat tes wawancara, saya ditanya oleh penguji tentang alasan memilih Universitas Al-Qurawiyyin dan rencana studi dan kajian yang akan ditekuni saat studi doktoral? Saya jawab karena saya ingin mengambil konsentrasi Maqashid Syariah dan belajar langsung kepada Syaikhul Maqashid, Prof. Dr. Ahmad Al-Raysuny. (Maqashid Syariah untuk Interpretasi Tematik Al-Qur’an dan Hadis)

Singkat cerita, alhamdulillah saya ditakdirkan lulus beasiswa LPDP pada bulan Maret 2016 untuk melanjutkan studi doktoral di luar negeri dengan memilih sekitar 22 negara universitas tujuan.

Saya bingung memilih, saat sowan kepada Rektor Universitas Al-Ahgaff, Prof. Abdullah Baharun, beliau memberikan petunjuk agar melanjutkan studi di International Islamic University Malaysia. Sebagai santri, tiada kata lain selain mengiyakan dan melaksanakan perintah beliau.

Januari 2017, saya memulai kuliah di Internasional Islamic University Malaysia. Saya memulai mengikuti kulaih tamu Prof. Dr. Jasser Auda “Revisiting Women’s Status in The Light of Maqashid al-Shariah” di Auditorium IAIS Malaysia. Di pertengahan semester pertama, saya mendapatkan kesempatan mengikuti The 1st Biennal International Conference di Vrije University Amsterdam.

Baca Juga :  Ayat Ahkam: Seputar Penegakan Hukum Qishash (Al-Baqarah [2]: 179)

Di sana saya bertemu dengan teman-teman mahasiswa yang sedang kuliah di Maroko, keinginan belajar kepada Syekh Ahmad Al-Raysuny kembali ada. Di semester kedua, saya mengambil mata kuliah The Theory of Maqashid in Islamic Law yang diampu Prof. Dr. Mohamed el Tahir el Mesawy, Guru Besar Maqashid asal Tunisia, beliau juga salah satu muhaqqiq kitab Maqashid Syariahnya Ibnu Asyur.

Belajar Maqashid kepada beliau setidaknya mengobati keinginan saya untuk belajar kepada Syekh Ahmad Al-Raysuny. Pada semester 2 saya mengirim paper ke seminar internasional di Spanyol dengan harapan bisa ke Maroko dan sowan ke Syaikh Ahmad Al-Raysuni.

Setelah menyelesaikan 9 mata kuliah pada 2 semester, pada semester tiga saya fokus menulis proposal disertasi dan persiapan mengikuti International Conference on ASEAN Studies di Universidad Autonoma de Madrid-Spanyol pada april 2018. Rencananya setelah seminar di Spanyol ingin menyeberang selat Giblatar dan menuju ke Maroko untuk sowan ke Syaikh Ahmad Al-Raysuny.

Namun apa daya, saya harus memupuskan harapan berkunjung ke Maroko karena ketinggalan pesawat. Sangat sedih, namun apa daya, saya hanya manusia hanya bisa berusaha, sedangkan takdir Allah yang menentukan, saya yakin di balik musibah ini ada hikmah yang jauh lebih besar.

Saya pun bangkit dan bersemangat mengirim paper 6th International Prophetic Heritage Conference, di International University for Renewal, Istanbul-Turki (2018). Saya sangat berharap paper saya bisa diterima karena salah satu Key Note Speakernya adalah Syekh Ahmad Al-Raysuny.

Dan saya sangat berharap ingin belajar dan bertemu dengan sosok syaikhul Maqashid secara langsung. Alhamdulillah abstrak saya diterima dan mendapatkan undangan untuk presentasi seminar di Istanbul.

September 2019, saya sidang proposal disertasi saya “Nahdlatul Ulama’s Fatwas on Politics in Indonesia, a Maqashid Evaluative Study”.” di bawah Main Supervisor Prof. Arif Ali Arif (Iraq) dan Co Supervisor Dr. Muntaha Zaim Artalim (Indonesia). Satu minggu setelah itu saya izin kepada kedua supervisor disertasi saya untuk berangkat ke Istanbul.

Baca Juga :  Fanatisme Islam Khabib Numagenadov di Amerika

Namun sedikit kecewa karena setelah sampai di Istanbul, Syaikh Ahmad Al-Raysuny berhalangan hadir. Kekecewaan itu sedikit terobati bertemu dengan Dr. Abdurrahman Kasdi, Warek III IAIN Kudus, sekarang beliau menjabat Direktur Pascasarjana IAIN Kudus. Beliau banyak memberikan saran kepada saya agar segera pulang dan kembali ke Indonesia.

Pada Desember 2019, saya mendengar kabar bahwa Syekh Ahmad Al-Raysuni sedang rihlah ilmiah di Malaysia. Saya tidak melewatkan kesempatan itu. Saya langsung registrasi dan submit. Alhamdulillah akhirnya bisa belajar dan bertemu langsung dengan Al-Raysuny di tiga lokasi berbeda pada Januari 2020.

Pertama, di Istana Wakil Perdana Menteri Malaysia, Istri YB Dato’ Seri Anwar Ibrahim. Istana kerajaan Putrajaya ini menjadi saksi bersejarah bagi saya, karena bisa belajar langsung kepada Syaikhul Maqashid Dr. Ahmad Al-Raysuni.

Kedua, launching buku Maqashid Al-Salam karya Syaikh Dr. Ahmad Al-Raysuny di Bangi Resort Hotel. Ketiga Seminar Internasional dengan tema “Unlocking The Maqashid of Islamic Revealed Knowledge: Why and How?”di Internasional Islamic University Malaysia.

Ala kulli hal, sebagai santri yang menerima beasiswa LPDP tak lepas dar berkah motivasi Mbah Kiai Maimun Zubair dan doa dari Habib Prof. Abdullah Baharun. Dari perjalanan panjang bertemu dan belajar langsung dengan Syaikhul Maqashid tak terlepas dari hikmah mengikuti nasehat dari Murabby Ruhy Habib Prof. Habib Abdullah Baharun untuk memilih kuliah di International Islamic University Malaysia.

Pertemuan di tiga tempat pada di awal tahun ini, sekaligus memenuhi janji saat wawancara LPDP 2016 silam dan hadiah terindah untuk ulang tahun saya yang ke-28. Harapan satu tahun ke depan, semoga saya mendapatkan keberkahan ilmu, segera sidang disertasi (VIVA) dan lulus tepat waktu.

Baca Juga :  Reinterpretasi Riwayat Dengan Mempertimbangkan Konteks Adat dan Budaya, Mungkinkah?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here