Silsilah Muhammad Ibn Ali Al-Abbasy; Perintis Daulah Abbasiyah

1
111

BincangSyariah.Com – ‘Abdul Muthalib Ibn hasyim, kakek Rasulullah SAW meninggalkan banyak anak laki-laki. Namun diantara semua anak laki-laki ‘Abdul Muthalib, keturunan Abbas dan Abu Thalib lah yang nantinya paling banyak membawa pengaruh kepada bangsa Arab bahkan dunia.

Syaikh KhudriBek dalam Ad-Daulah Al-Abbasiyah (7) menyebut, “perjalanan keturunan dari Abbas dan Abu Thalib layak dijadikan sebagai satu buku sejarah khusus, karena mereka nantinya memberikan pengaruh yang membentang dari ujung Afrika Utara hingga Asia tengah.”.

Jika berbicara tentang Daulah Abbasiyah, keturunan Abbas yang menjadi pelopor imperium besar Islam ini adalah Muhammad Ibn Ali, ia merupakan cucu dari sahabat sekaligus sepupu Rasulullah SAW Abdullah Ibn Abbas r.a. dengan demikian, ia merupakan keturunan keempat dari Abdul Muthalib.

Muhammad Ibn Ali merupakan ayah dari Khalifah Al-Mansur, meskipun kesuksesan perebutan kekuasaan baru terlihat secara mencolok pada masa anaknya, Muhammad Ibn Ali sendiri semasa hidup telah bergerak dalam percaturan politik. Berikut ini merupakan uraian tentang rantai silsilah beliau hingga Abdul Muthalib.

Silsilah lengkap beliau adalah Muhammad Ibn Ali Ibn Abdullah Ibn Abbas Ibn Abdul Muthalib. Ayah beliau (Ali Ibn Abdullah) lahir pada tahun 40 H, tepat pada malam wafatnya Sayyidina Ali Ibn Abi Thalib, hingga beliau kemudian diberikan nama yang sama dengan Sayyidina Ali.

Ali Ibn Abdullah merupakan anak bungsu dari Abdullah Ibn Abbas, beliau semasa hidupnya dikenal sebagai orang mulia berbudi luhur dan sangat giat beribadah. Beliau meninggal dunia pada tahun 117 H. Muhammad Ibn Ali sebenarnya telah memulai gerakan pendirian daulah saat ayahnya masih hidup, namun ayahnya ini tidak ikut melibatkan diri dalam gerakan ini.

Kakek beliau (Abdullah Ibn Abbas) adalah seorang sahabat besar Rasulullah SAW. Beliau merupakan anak kedua dari Sayyidina Abbas. Dilahirkan dua tahun sebelum peristiwa Hijrah. Meskipun terhitung muda daripada sahabat-sahabat yang lain, Ibn Abbas adalah seorang sahabat yang sangat disegani oleh sesama sahabat salah satunya Sayyidina Umar r.a. Ibn Abbas wafat pada tahun 68 H.

Baca Juga :  Kisah Wali Allah yang Kebal Tebasan Pedang karena Hal Ini

Kakek buyut beliau (sayyidina Abbas) merupakan tokoh besar Bani Hasyim dan cendekiawan mereka pada masanya. Sejak awal sebenarnya Abbas sudah mempercayai kenabian nabi Muhammad SAW, hanya saja karena berbagai pertimbangan, beliau tidak membuka keimanan beliau kepada orang lain, bahkan hingga peristiwa Badar terjadi.

Oleh sebab itu, ketika perang badar terjadi, ‘Abbas dan beberapa paman nabi yang lain seperti Thufail dan ‘Aqil pergi berperang bersama orang kafir Quraisy secara terpaksa. Rasulullah SAW menyadari hal itu, beliau melarang umat Islam untuk menyerang mereka bertiga. Abbas sendiri pada akhirnya menjadi tawanan perang badar yang dibawa ke Madinah.

Sebelum Rasulullah SAW wafat, Abbas sempat tinggal secara permanen di Madinah, beliau sangat dicintai oleh Rasulullah SAW selayaknya seorang paman dan keponakan. ‘Abbas meninggal dunia pada masa kekhalifahan Sayyidina Usman, tahun 32 H, dalam usia 88 tahun. Pada akhirnya beliau adalah leluhur, nenek moyang dari dinasti Abbasiyah.

1 KOMENTAR

  1. […] Abbas sendiri masih hidup setelah khalifah berlanjut ke tangan sayyidina Umar dan Usman. Beliau baru wafat pada penghujung masa kepemimpinan Usman Ibn ‘Affan. Diantara anak beliau yang paling berpengaruh tentu Abdullah Ibn Abbas, namun Abdullah Ibn Abbas sendiri tidak tertarik pada posisi khalifah. (Baca: Silsilah Muhammad Ibn Ali Al-Abbasy; Perintis Daulah Abbasiyah) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here