Perhatian Islam Terhadap Kebersihan dan Kesucian

0
3687

BincangSyariah.Com – Islam adalah agama yang sangat memperhatikan masalah kebersihan dan kesucian. Setidaknya perhatian tersebut dapat dilihat dalam tiga hal berikut.

Pertama, perintah wudu khususnya ketika hendak melaksanakan salat. Allah Swt. berfirman

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ

Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. (Q.S. Al-Maidah/5: 6).

Minimal umat muslim akan mensucikan dan membersihkan dirinya lima kali sehari setiap akan melaksanakan salat fardu. Belum lagi ditambah ketika ia akan melaksanakan salat-salat sunah atau ibadah-ibadah lainnya. Seperti akan memegang mushaf Alquran, membaca Alquran, belajar, mengajar dan lain sebagainya.

Kedua, perintah mandi besar setelah haid, nifas, junub, mengeluarkan air mani ataupun ketika meninggal dunia. Selain itu, banyak pula mandi-mandi yang disunnahkan saat kondisi-kondisi tertentu. Seperti ketika akan salat Jumat, salat hari raya Idulfitri dan Iduladha, dan lain sebagainya. Allah Swt. berfirman

وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ

Jika kamu junub, maka bersucilah. (Q.S. Al-Maidah/5: 6)

Ketiga, perintah memotong kuku, membersihakan gigi dan menyucikan pakaian. Hal ini sebagaimana hadis Nabi saw., beliau bersabda:

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ.

“Fitrah itu ada lima – (lima hal yang termasuk fitrah), yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku-kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Nabi saw. juga bersabda:

” لّوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلى أُمَّتي لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّواكِ عِنْدَ كلِّ صَلاَةٍ”

Baca Juga :  Haramkah Menggunakan Alquran Warna-warni?

“Seandainya aku tidak memberatkan umatku, maka sungguh aku akan memerintah mereka bersiwakan di setiap akan melaksanakan salat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Adapun terkait perintah menyucikan dan membersihkan pakaian. Allah Swt. berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

Dan pakaian-pakaianmu, maka sucikanlah. (Q.S. Al-Mudatstsir/74: 4)

Selain itu, Nabi saw, juga pernah bersabda kepada para sahabatnya,

إِنَّكُمْ قَادِمُونَ عَلَى إِخْوَانِكُمْ فَأَصْلِحُوا رِحَالَكُمْ وَأَصْلِحُوا لِبَاسَكُمْ حَتَّى تَكُونُوا كَأَنَّكُمْ شَامَةٌ فِي النَّاسِ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْفُحْشَ وَلاَ التَّفَحُّشَ

Sesungguhnya kalian akan bertemu dengan saudara-saudar kalian. Maka, dandanilah kendaraan kalian, dan baguskanlah pakaian kalian hingga seakan-akan kalian adalah orang terpandang di kalangan orang-orang. Karena sungguh Allah tidak menyukai kekejian dan membiasakannya. (HR. Abu Daud).

Demikianlah bukti bahwa Islam sangat menaruh perhatian terhadap kesucian dan kebersihan. Bahkan Allah Swt. sangat mengapresiasi bagi orang-orang yang mau menerapkan hal tersebut. Allah Swt. berfirman

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Sungguh Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyucikan dirinya. (Q.S. Al-Baqarah/2: 222). Karena orang yang suka kebersihan dan menyucikan diri adalah cermin dari keimanannya. Nabi saw., bersabda:

الطُّهُوْرُ شَطْرُ الْإيْمَانِ

Kesucian adalah bagian dari iman (H.R. Muslim). Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here