Perbedaan antara Ibadah Haji dan Ibadah Umrah

0
1126

BincangSyariah.Com – Haji secara bahasa adalah al qasdu, bermaksud atau menyengaja, sedangkan menurut syara’, haji adalah menyengaja/bermaksud ke baitullah untuk melaksanakan ibadah tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Adapun umrah secara bahasa adalah az ziyarah, berkunjung, sedangkan menurut syara’ umrah adalah sengaja (berkunjung) ke Baitullah pada waktu selain haji untuk melaksanakan ibadah tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Haji dan umrah memiliki perbedaan yang signifikan baik dari segi waktunya maupun beberapa hukumnya. Dari segi waktu, haji itu dilaksanakan pada bulan-bulan tertentu, bukan dilakukan pada semua bulan, sehingga tidak sah hajinya seseorang yang dilakukan pada selain bulan Syawal, Dzul Qa’dah dan sepuluh hari pertama dari bulan Dzul Hijjah.

Sementara itu, umrah itu disunnahkan dilakukan pada semua bulan selain hari-hari dilaksanakannya haji bagi orang yang sedang berniat untuk haji.

Adapun dari segi hukumnya, maka haji itu ada pelaksanaan wuquf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, dan di dalam haji terdapat ritual melempar jumrah.

Sementara umrah tidak ada pelaksanaan ritual tersebut. Tetapi di dalam umrah hanya melaksanakan niat ibadah umrah, thawaf, sai dan menggundul atau memendekkan rambut setelah sai.

Selian itu perbedaan antara haji dan umrah adalah semua ulama sepakat bahwa haji berhukum wajib. Sementara itu, umrah masih diperdebatkan hukumnya oleh ulama. Ada yang mewajibkan dan ada yang memberikan status sunnah saja.

Hukum Serta Dalil Haji dan Umrah
Hukum haji adalah wajib tanpa ada yang mengingkarinya. Bahkan ulama menganggap kufur bagi orang yang mengingkari kewajiban haji yang telah disyarariatkan di dalam Alquran dan hadis sebagaimana berikut:
Dalil Alquran wajibnya haji:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبارَكاً وَهُدىً لِلْعالَمِينَ (96) فِيهِ آياتٌ بَيِّناتٌ مَقامُ إِبْراهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كانَ آمِناً وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعالَمِينَ (97)

Baca Juga :  Arafah dan Haji Akbar

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya, terdapat tanda-tanda yang nyata (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS: Ali Imran: 96-97).
Dalil hadisnya adalah

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رضي الله عنهما قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: بُنِيَ الإِسْلامُ عَلى خَمْسٍ: شَهادَةِ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ وَإِقامِ الصَّلاةِ وَإِيتاءَ الزَّكاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Rasulullah Saw. bersabda: Islam dibangun atas lima perkara, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, haji dan puasa Ramadan. (HR. AlBukhari)

Adapun hukum umrah adalah wajib seperti haji menurut qaul adzhar (pendapatnya yang paling kuat) Imam Syafii dan mazhab Hanbali. Dalilnya adalah:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. (Q.S. AlBaqarah: 196).
Adapun dalil hadisnya adalah riwayat Aisyah ra. yang bertanya kepada Rasulullah Saw.

يا رسولَ اللهِ على النِّساءِ جهَادٌ؟ قال: “نَعَمْ عَليهنَّ جهادٌ لا قتالَ فيه: الحجُّ والعُمرةُ”

“Wahai Rasulullah wajibkah bagi para perempuan untuk berjihad?” Nabi Saw. menjawab: “Iya, mereka wajib berjihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yakni haji dan umrah.” (HR. Ibnu Majah).

Menurut ulama Hanafiyyah dan ulama Malikiyyah pada qaulnya yang lebih diunggulkan berpendapat bahwa umrah itu hukumnya sunnah muakkad dilaksanakan satu kali seumur hidup bagi yang mampu menjalankannya. Dalil mereka adalah hadis Jabir ra.

Baca Juga :  Pengalaman Spiritual Ulama Terkait Ziarah Kubur

عَنْ جَابِرٍ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ العُمْرَةِ أَوَاجِبَةٌ هِيَ ؟ قَالَ : لاَ ، وَأَنْ تَعْتَمِرُوا هُوَ أَفْضَلُ.

Dari Jabir ra. bahwa Nabi Saw. ditanya tentang umrah, apakah wajib atau tidak? Beliau bersabda: “Tidak, dan kalian melaksanakan umrah itu lebih utama.” (HR. AlTirmidzi).

Tetapi status hadis ini disepakati oleh para ulama berhukum dhaif. Sehingga pendapat yang mengatakan umrah itu berhukum wajib dilakukan oleh orang yang mampu melaksanakan satu kali seumur hidup lebih diunggulkan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here