Inilah Empat Peninggalan Peradaban Islam yang Masih Tersisa di Sevilla Spanyol

1
963

BincangSyariah.Com – Saat berada di bawah kekuasaan Muslim, Sevilla termasuk wilayah yang paling indah. Bahkan dikisahkan keindahannya melebihi Cordova. Selain wilayah nya yang luas, Sevilla juga memiliki infrastruktur megah khususnya di wilayah Medan Hadid (Plaza Nueva). Maka tidak heran jika istana kerajaan sempat ditempatkan di wilayah ini.

Namun sayang, peninggalan peradaban Islam di Sevilla hanya tersisa sedikit saja. Itupun sudah tercampur dengan peradaban Nasrani.

Diantara peninggalan peradaban Islam terbesar yang masih tetap bertahan adalah menara Giralda dan Istana Al Cazar de Sevilla. Selain itu, ada juga peninggalan – peninggalan Islam lainnya yang hanya tersisa beberapa bagiannya saja seperti masjid Sevilla, benteng Jabir dan benteng Muwahhidiyah .

Muhammad Abdullah Annan dalam karyanya Atsar Andalus Al Baqiyah Fi Isbaniya wa Portugal menjelaskan rincian mengenai bangunan bersejarah ini. Berikut penjelasannya :

  1. Masjid Jami Sevilla

Masjid Sevilla merupakan salah satu masjid termegah di Sevilla. Masjid ini didirikan oleh Abu Yakub Yusuf al Muwahhidi tahun 567 H putra Khalifah Abdul Mumin bin Ali saat  mengunjungi kota Sevilla.

Sebelum masjid Sevilla berdiri, di Sevilla sudah terdapat masjid Ibnu ‘Adbas yang didirikan oleh Umar bin ‘Adbas tahun 214 H. Karena jumlah masyarakat di Sevilla terus berkembang pesat ditambah dengan imigran yang datang, masjid tersebut tidak dapat menampung seluruh jamaah. Oleh karena itu dibangunlah Masjid Sevilla.

Dari masa ke masa Masjid Sevilla terus mengalami perbaikan termasuk pembuatan benteng pelindung dan menara masjid. Benteng pelindung gagal dibangun karena Yakub gugur saat berusaha menaklukan kota Centrin. Sedangkan pembangunan menara masjid dilanjutkan oleh anaknya, Al Mansur dan selesai pada tahun 593 H.

Sayangnya, saat Sevilla ditumbangkan oleh pasukan kerajaan Kastila tahun 1248 M, masjid megah ini dirubah menjadi gereja. Kemudian tahun 1402 M, dilakukan renovasi besar – besaran termasuk pendirian gereja besar di atas bekas bangunan masjid tersebut.

Baca Juga :  Kiai Sholihin Cirebon, Santri Mbah Hasyim yang Bunuh Jenderal Mallaby dengan Dua Jari

Sejarah mencatat, pengerjaan pembangunan gereja berlangsung hingga satu setengah abad lamanya. Dari bangunan masjid ini kini hanya tersisa halaman dan menaranya saja. Halaman ini terletak di sebelah utara gereja dan masih tersisa beberapa ornamen bercorak Islam.

Kini halaman tersebut dipenuhi pohon – pohon jeruk sehingga dikenal dengan nama Patio de los Naranjos. Adapun masjid Ibnu ‘Adbas telah runtuh, di area masjid inilah kemudian Gereja Salvador dibangun. Gereja ini termasuk gereja tertua di Sevilla.

  1. Menara Giralda

Sevilla dikenal sebagai kota yang kental akan corak Islam. Hal tersebut dikarenakan masyarakat Muslim telah menetap di wilayah ini lebih dari lima abad lamanya. Dari sisi arsitektur pun banyak terpengaruh oleh corak Islam seperti ornamen – ornamen Arab di hotel, rumah dan  tempat lainnya.

Menara Al Mansur atau menara La Giralda ini merupakan menara Masjid Sevilla. Dibangun oleh Khalifah Abu Yakub Yusuf  dan diselesaikan oleh anaknya, Abu Yusuf Yakub. Menara ini terkenal dengan keindahan arsitektur dan hiasan – hiasan emasnya. Pembangunan menara ini membutuhkan waktu bertahun – tahun karena sering terhenti ketika raja sedang bepergian ke wilayah lain.

Saat berada di bawah kekuasaan Muslim, menara ini terdiri dari lima lantai dengan tinggi mencapai 96 meter. Dimana lantai ke lima digunakan untuk para Muazin. Pasca kekalahan Muslim, menara mengalami banyak renovasi khususnya di tiga lantai teratas.

Bentuk menara Al Mansur memang tetap dipertahankan, hanya saja dibangun lantai enam sebagai tempat menyimpan lonceng. Lalu diatasnya didirikan patung Santa Fe dengan tinggi sekitar lima meter.

Tahun 1558 M saat Gereja telah selesai dibangun, fungsi menara masjid ini dialihkan menjadi menara lonceng gereja. Adapun ukiran emas yang menjadi ciri khas menara ini  jatuh pada 1355 M akibat gempa bumi.

  1. Istana Al Cazar de Sevilla
Baca Juga :  Ka’ab al-Ahbar; Pendeta Yahudi dari Kalangan Tabiin yang Masuk Islam

Tidak seperti Istana Al Hambra di Granada. Bangsa Spanyol tidak menamai Istana di Sevilla ini menggunakan nama Arab melainkan menggunakan bahasa Spanyol (Al Cazar de Sevilla). Hal tersebut karena sebagian besar istana ini dibangun oleh bangsa Spanyol.

Secara umum, Istana Sevilla terdiri dua lantai. Lantai pertama kental akan peninggalan Islam dimana sebagian besar arsitekturnya bernuansa Arab dengan beberapa tambahan modern dari raja – raja Spanyol. Sedangkan lantai kedua seluruhnya dibangun oleh kerajaan Spanyol.

Lantai pertama terdiri dari beberapa ruangan dengan nama – nama khusus seperti ruangan al ‘adl, ruangan as shaid, ruangan al udzra, ruangan Carlos V, ruangan sufara, ruangan Filip II, ruangan arais, ruangan muluk Andalus, ruangan muluk Katolik dan lain – lain.

Adapun ruangan yang dianggap paling penting adalah ruangan sufara. Dekorasinya pun dihias dengan begitu indah. Seperti penempatan ukiran – ukiran Arab berupa ungkapan – ungkapan, doa dan ayat Al Qur’an melingkar mengelilingi dinding – dinding maupun pintu ruangan. Sedangkan di ruangan raja dihias dengan ukiran berupa bait – bait syair.

Adapun di lantai kedua, ruangan yang paling dikenal adalah ruangan raja beserta tempat ibadah raja Katolik. Meski area ini kental akan arsitektur bergaya Spanyol, tidak jarang ditemukan ukiran – ukiran berbahasa Arab sebab arsitektur Islam kala itu memang sudah sangat berkembang.

Mengenai asal usul istana ini, beberapa pakar berpendapat  bahwa sebagian bangunan istana tersebut terinspirasi dari istana Al Mu’tamad bin Ibad. Hal ini dikuatkan dengan dekatnya jarak diantara keduanya. Begitu juga dengan menara Giralda yang dibangun menggunakan batu dari benteng kerajaan Ibnu Ibad.

Kemegahan istana bernuansa abad pertengahan ini masih kokoh bertahan sehingga menarik perhatian banyak wisatawan untuk berkunjung.

  1. Benteng Jabir dan Benteng Muwahhidiyah
Baca Juga :  Tujuh Peninggalan Peradaban Islam di Granada Spanyol

Benteng Jabir (Alcala de Guadaira) merupakan benteng yang melindungi wilayah Timur Sevilla dari serangan musuh. Benteng ini sudah dikenal sebagai benteng penting sejak era Muluk Tawaif (raja – raja kelompok). Bahkan di era Dinasti Muwahhidun benteng ini dinilai sebagai benteng terkuat Sevilla. Karena fungsinya yang vital, benteng ini terus mengalami perkembangan.

Seperti di era Khalifah Abu Yakub Yusuf, benteng diperluas dan diperbaharui. Benteng Jabir runtuh tahun 1247 M saat pasukan Nasrani berhasil mengepung Sevilla lalu menggunakannya sebagai pertahanan melawan pasukan Muslim. Sekitar abad lima belas, Nasrani melakukan banyak perombakan dan perbaikan terhadap benteng ini, namun bangunan aslinya masih banyak tersisa.

Selain benteng Jabir, di Sevilla masih tersisa juga benteng peninggalan dinasti Muwahhidun yang dikenal dengan Las Murallas Almohades (Benteng Muwahhidiyah).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here