BincangSyariah.Com – Gelar doa yang menempel setelah nama sahabat pada umumnya menggunakan radhiyallahu ‘anhu. Namun demikian, dalam kasus sahabat Ali, ada yang menggunakan redaksi ‘alaihis salam atau karramallahu wajhah. Bagi sebagian orang, dua gelar doa terakhir dianggap identik dengan Syiah. Kita dapat ambil salah satu contohnya dari tradisi dalam salat Tarawih ketika yang bertugas sebagai bilal membaca: “al-khalifah ar-rabi’ ‘Ali b. Abi Thalib”, lalu para jamaah mengatakan “karrama Allah wajhah”.

Terkait penyebutan karramallahu wajhah, penyebutan tersebut didasari atas peristiwa sejarah dan teologis,  di antaranya: pertama, beliau adalah sahabat Nabi yang yang tidak pernah menyembah berhala dan tidak pernah sujud sama sekali sebelum masuk islam. Kedua, Ali adalah orang yang dikenal tak pernah melihat aurat, baik aurat dirinya sendiri maupun orang lain. Ketiga, Ali dikenal dengan seorang pria yang gagah dan tampan.

Dalam pandangan sebagian orang, ungkapan ‘alaih al-salam adalah khusus para Nabi dan Rasul. Namun demikian, ada yang menarik ketika Ibn Katsir menafsirkan QS al-Ahzab: 56.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”.

Berikut kutipan tafsir Ibn Katsir dalam kitabnya Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim jilid 11 halaman 237:

قلت: وقد غلب هذا في عبارة كثير من النساخ للكتب، أن يفرد علي، رضي الله عنه، بأن يقال: “عليه السلام”، من دون سائر الصحابة، أو: “كرم الله وجهه” وهذا وإن كان معناه صحيحا، لكن ينبغي أن يُسَاوى بين الصحابة في ذلك؛ فإن هذا من باب التعظيم والتكريم، فالشيخان وأمير المؤمنين عثمان بن عفان أولى بذلك منه، رضي الله عنهم أجمعين.

Baca Juga :  Dua Penulis Wahyu yang Murtad

(تفسير القرآن العظيم، مجلد 11 ، ص 238)

Ibnu katsir di sini tidak mengatakan tradisi menulis Ali ‘alaih al-salam itu dari Syiah, akan tetapi lebih baiknya, dalam pandangan Ibnu Katsir, menyamakan ungkapan penghormatan antara Ali dan sahabat-sahabat lain, walaupun artinya itu benar. Ibnu Katsir hanya menyarankan agar Ali pun sebaiknya menggunakan ‘radhiyallahu ‘anhu saja, bukan karramallahu wajhah atau ‘alaihis salam. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here