Pengertian, Syarat, dan Hak Wakif dalam Perwakafan

0
621

BincangSyariah.Com – Salah satu komponen penting dalam urusan perwakafan adalah wakif. Lalu apa pengertian, syarat, dan hak wakif itu?

Wakif adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya. (Lihat, UU No. 41 tahun 2004 tentang wakaf; dan PP No. 42 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan UU Wakaf).

Adapun syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi wakif berdasarkan UU No. 41 Tahun 2004, pasal 7 dan 8, adalah sebagai berikut.

  1. Perseorangan

Wakif perseorangan hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi persyaratan, yakni dewasa, berakal sehat, tidak terhalang melakukan perbuatan hukum, dan pemilik sah harta benda wakaf.

  1. Organisasi

Wakif organisasi hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi ketentuan organisasi untuk mewakafkan harta benda wakaf milik organisasi sesuai dengan anggaran dasar organisasi yang bersangkutan.

  1. Badan Hukum

Wakif badan hukum hanya dapat melakukan wakaf apabila memenuhi ketentuan badan hukum untuk mewakafkan harta benda wakaf milik badan hukum sesuai dengan anggaran dasar badan hukum yang bersangkutan.

Sementara itu, hak wakif ketika melaksanakan wakaf uang adalah sebagai berikut.

  1. Wakif berhak menentukan jenis wakaf uang abadi atau wakaf berjangka sesuai kehendak;
  2. Wakif berhak menunjuk nazhir yang mengelola wakaf uangnya;
  3. Wakif berhak menentukan peruntukan wakaf uang sesuai keinginan;
  4. Wakif berhak memperoleh Sertifikat Wakaf Uang (minimal setoran wakaf uang Rp. 1 juta);
  5. Wakif berhak mencairkan dana wakaf berjangka yang telah jatuh tempo;
  6. Wakif berhak memperpanjang wakaf uang berjangka yang telah jatuh tempo.

Demikianlah pengertian, tugas, dan hak wakif dalam urusan perwakafan. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

Sumber: buku Handbook Tanya Jawab Wakaf Uang; Tim Penyusun Forum Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang Badan Wakaf Indonesia (BWI) halaman 6-7.

Baca Juga :  Menghitung Potensi Zakat dan Wakaf di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here