Pengendalian Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan

0
39

BincangSyariah.Com – Ada konsep tentang pengendalian diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzan), dan persaudaraan (ukhuwah) dalam Islam. Apa makna dari masing-masing istilah tersebut?

Pertama, pengendalian diri atau mujahadah an-nafs.

Pengendalian diri atau kontrol diri atau dalam bahasa Arab mujahadah an-nafs memiliki makna menahan diri dari segala perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebagai misal, sifat serakah atau tamak.

Dalam literatur Islam, pengendalian diri familiar dikenal dengan istilah aś-śaum, atau puasa. Puasa adalah salah satu sarana untuk mengendalikan diri. Hal tersebut berdasarkan hadits Rasulullah Saw. Sebagai berikut:

“Wahai golongan pemuda! Barangsiapa dari antaramu mampu menikah, hendaklah dia nikah, yang demikian itu amat menundukkan pemandangan dan amat memelihara kehormatan, tetapi barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah dia puasa, karena (puasa) itu menahan nafsu baginya.” (H.R. Bukhari)

Pengendalian diri diperlukan setiap manusia, khususnya kaum Muslimin agar terjaga dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt. (Baca: Puasa dan Proses Pengendalian Diri)

Kedua, prasangka baik atau husnuzzan.

Prasangka baik atau husnuzzan berasal dari kata Arab, husnu, yang artinya adalah baik, dan kata żan, yang artinya adalah prasangka. Husnuzzan atau prasangka baik dalam istilah umum disebut dengan positif thinking.

Husnuzzan merupakan sikap orang yang selalu berpikir positif terhadap apa yang telah diperbuat oleh orang lain. Lawan dari sifat ini adalah buruk sangka atau suuzan, yakni menyangka orang lain melakukan hal-hal buruk tanpa adanya bukti yang benar.

Dalam ilmu akhlak, husnuzzan dikelompokkan ke dalam tiga bagian, yaitu husnuzzan kepada Allah Swt. husnuzzan kepada diri sendiri, dan husnuzzan kepada orang lain.

Prasangka baik adalah sifat yang sangat penting untuk dimiliki oleh setiap orang yang beriman. Sebaliknya, prasangka buruk adalah sifat yang harus dijauhi dan dihindari.

Ketiga, persaudaraan atau ukhuwwah.

Persaudaraan (ukhuwwah) dalam Islam maksudnya adalah bukan sebatas hubungan kekerabatan karena faktor keturunan, tapi apa yang dimaksud dengan persaudaraan dalam Islam adalah persaudaraan yang diikat oleh tali aqidah yakni tali sesama Muslim.

Selain itu, persaudaraan dalam Islam juga memiliki fungsi kemanusiaan sebagai sesama manusia sebagai makhluk Allah Swt. Kedua bentuk persaudaraan tersebut sangat jelas dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Rasulullah Saw. mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshor. Beliau juga menjalin hubungan persaudaraan dengan suku-suku lain yang tidak seiman dan melakukan kerja sama dengan mereka.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here