Pengantar Tafsir Surah Yusuf; Nama dan Manfaat Membacanya

2
138

BincangSyariah.Com – Yusuf merupakan nama seorang nabi, dia adalah putra dari Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim ‘Alaihimussalam. Nabi Saw. bersabda:

«الكريم ابن الكريم ابن الكريم ابن الكريم: يوسف بن يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم»

“Seorang yang mulya anak dari orang yang mulya putra seorang yang mulya putra orang yang mulya, yaitu Yusuf anak dari Ya’qub putra Ishak putra dari Ibrahim” (HR.Ahmad dan Bukhari).       

Surah Yusuf, merupakan nama salah satu dari beberapa surah Al-Qur’an. Surah ini hanya memiliki satu nama yaitu surah Yusuf. Penamaan surah tersebut dengan nama Yusuf sebab kandungan surah tersebut menceritakan kisah nabi Yusuf As. Kata Yusuf tidak disebutkan pada selain surah Yusuf kecuali pada surah al-An’am dan Ghafir.

Surah Yusuf turun pada urutan ke lima puluh tiga dalam pandangan mayoritas ulama. Surah ini terdiri dari tujuh ribu tujuh puluh enam huruf, seribu tujuh ratus tujuh puluh enam kalimat dan seratus sebelas ayat.

Surah Yusuf merupakan salah satu surah yang diturunkan di tanah Makkah (Makkiyyah). Ibnu Abbas mengecualikan empat ayat sebagai ayat yang diturunkan di tanah Madinah sebagaimana penyampaian Imam al-Qurthubi dalam karyanya Tafsir al-Qurthubi.

Wahbah Zuhaili menambahkan dalam karyanya Tafsir al-Munir menambahkan bahwa surah Yusuf sampai di tanah Madinah dibawa oleh Abu Rafi’ bin Malik setelah ia baiat kepada Nabi Saw. pada hari ‘Aqobah. Sebagaimana Imam al-Qurthubi,  Ibnu ‘Asyur al-Tunisi seorang ulama tafsir terkemuka dalam karyanya al-Tahrir wa al-Tanwir menyampaikan pendapat ulama lain terkait status surah Yusuf:

وقد قيل: إن الآيات الثلاث من أولها مدنية. قال في “الإتقان”: وهو واه لا يلتفت إليه

“Dan benar-benar disampaikan (oleh sebagian ulama) bahwa sesungguhnya tiga ayat awal dari surah Yusuf diturunkan di tanah Madinah (Madaniyyah). Dalam kitab al-Itqan (disampaikan) bahwa pendapat tersebut merupakan pendapat yang keliru dan tidak layak mempertimbangkannya”.

Wahbah al-Zuhaili dalam karyanya al-Tafsir al-Munir menyampaikan Asbab Nuzul surah Yusuf:

Baca Juga :  Al-Khansa; Penyair Muslimah Tersohor Zaman Jahiliyyah

روي أن اليهود سألوا رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم عن قصة يوسف فنزلت السورة

“Diriwayatkan bahwa sesungguhnya orang-orang Yahudi bertanya kepada rasululloh Saw. tentang kisah nabi Yusuf As, kemudian turunlah surah Yusuf”.

Dalam riwayat lain yang disampaikan oleh Wahbah al-Zuhaili bahwa surah ini turun saat orang-orang kafir tanah Makkah bertemu dengan orang-orang Yahudi, mereka membahas tentang nabi Muhammad Saw. lalu orang-orang Yahudi berkata kepada orang-orang kafir tanah Makkah “Bertanyalah kalian kepada Muhammad, kenapa keluarga Ya’qub berpindah dari tanah Syam ke Mesir dan tentang kisah Yusuf”. Kemudian turunlah surat Yusuf.

Surah Yusuf turun setelah masa-masa kesusahan nabi Saw. dalam mengahadapi orang-orang Quraisy dan setelah tahun kesedihan, yaitu tahun wafatnya Khadijah  istri pertama nabi Saw. dan Abu Thalib paman dan sang penolong nabi Saw.

Surah Yusuf diturunkan setelah surah Hud dan sebelum surah al-Hijr. Turunya surah Yusuf setelah surah Hud, hal ini memberikan isyarah adanya keserasihan, yaitu kedua surah ini menceritakan kisah-kisah para nabi serta menetapkan wahyu kepada Muhammad Saw.

Diriwayatkan dari Ibnu Abas bahwa seorang pendeta dari kaum Yahudi menemui nabi Saw. dan saat itu rasul Saw. sedang membaca surah Yusuf. Kemudian sipendeta berkata “Wahai Muhammad, siapakah yang mengajarimu?”, rasul menjawab “Allah yang mengajariku”. Pendeta terheran-heran saat mendengarkan surah Yusuf darinya dan ia kembali menuju kaum Yahudi dan berkata kepada mereka “Demi Allah, Muhammad membaca al-Qur’an sebagaimana di turunkan dalam Taurat”. Kemudian sipendeta dan kelompok Yahudi mendatangi nabi Saw. dan mereka meneliti sifat-sifatnya serta melihat tanda sebagai nabi terakhir di antara kedua bahunya. Lalu mereka mendengarkan pembacaan surah Yusuf oleh nabi Saw. mereka terkagum-kagum dan masuk islam.

Baca Juga :  Humor: Empat Kelompok Berdebat Soal Lampu Mati

al-Baihaki dalam kitab Dalail meriwayatkan bahwa kelompok Yahudi disaat mendengarkan bacaan surah Yusuf oleh nabi Saw. mereka masuk islam sebab isi kandungan surah tersebut sesuai apa yang ada dalam keyakinan mereka.

Abdillah bin ‘Amir bin Rabi’ah berkata “Aku mendengar Umar membaca surah Yusuf pada shalat subuh”.

Wahbah al-Zuhaili menyampaikan:

قال عطاء: لا يسمع سورة يوسف محزون إلا استراح إليها

‘Atha berkata “Tidaklah seorang yang kesusahan mendengarkan surah Yusuf kecuali akan mendapatkan ketenangan”.

Dari Ka’b bahwa rasul Saw. berkata “Ajarilah budak-budak kalian surah Yusuf, karena sesungguhnya seorang muslim yang membacanya atau mengajarkannya kepada keluarga atau budaknya maka Allah Swt. akan memudahkan sakartul maut baginya dan Dia memberinya kekuatan untuk tidak hasud kepada orang muslim lainya”.

Sebagai penutup, kami sampaikan satu hal yang sering menjadi tradisi disaat seorang wanita hamil ialah membacakan surah Yusuf. Pembacaan surah Yusuf di masa wanita hamil merupakan sebuah tradisi yang tidak bertentangan dengan hukum islam sebab hal ini merupakan salah satu bentuk Husnu al-Dhon (baik sangka kepada Tuhan). Artinya merupakan upaya dengan pembacaan surah Yusuf agar sijabang bayi nantinya diberi fisik dan akhlak yang sempurna oleh Allah Swt. sebagaimana nabi Yusuf. Niatan ini dalam teori fiqh disebut dengan Tafa’ul. Ibnu hajar al-‘Asqalani dalam karyanya Fathu al-Bari menyampaikan:

قال الحليمي –والتفاؤل حسن ظن به ، والمؤمن مأمور بحسن الظن بالله تعالى على كل حال

“al-Halimi berkata: Tafa’ul merupakan perasangka baik kepada-Nya, seorang mukmin diperintahkan bersangka baik kepada Allah Swt. atas berbagai keadaan”.

Teori Tafa’ul ini seringkali dipakai oleh para ulama fiqh seperti dalam berbagai masalah, sontoh kecil dalam masalah Aqiqah. Hewan yang dipakai untuk Aqiqah sunah untuk tidak dipecah tulang belulangnya. Hal ini sebagai bentuk tafaul yang artinya berharap dengan tidak dipecahnya tulang binatang Aqiqah, maka anggota tubuh anak yang diaqiqahi tersebut selamat dari hal yang tidak diinginkan. Begitupula daging aqiqah sunah untuk dimasak dengan masakan yang manis sebagai bentuk Tafaul atau berharap dengan memasaknya dengan rasa yang manis maka sang anak kelak memiliki akhlak yang manis baik (referensi Kifayatul Akhyar).

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 50-53; Istri Raja Mesir di Masa Nabi Yusuf Mengaku Bersalah

Dalam kasus lain, teori Tafa’ul dipakai oleh ulama fiqh seperti sunah menyirami makam dengan air yang suci mensucikan dan dingin. Sebagaimana disampaikan dalam Asna al-Mathalib:

ويستحب أن يكون الماء طاهرا طهورا باردا تفاؤلا بأن الله يبرد مضجعه قاله الأذرعي

“Disunahkan air yang disiramkan ke makam adalah air yang suci mensucikan dan dingin sebagai Tafa’ul (berharap) semoga Allah Swt. membuat dingin tempat tidurnya (mayat)”.

Wallahu A’lam.

2 KOMENTAR

  1. […] Artinya: “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (al-Qur’an) yang nyata. Sesunguhnya kami menurunkannya berupa al-Qur`an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur`an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui” (Q.S.Yusuf: 1-3) (Baca: Pengantar Tafsir Surah Yusuf; Nama dan Manfaat Membacanya) […]

  2. […] Bismillaahir rohmaanir rohiim, walaa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim, maa syaa-allaahu kaana wa hasbunallaahu wa ni’mal wakiil. Allohumma yaa lathiifu yaa lathiifu yaa lathiifu yaa man wasi’a luthfuhuu ahlas samaawaati wal arodhiina. As-aluka allohumma an talthofa bii bi khofiyyi luthfikal khofiiyyi, alladzii idzaa lathofta bihii ‘alaa ahadin min kholqika kafiyyun, fa innaka qulta wa qoulukal haqqu, allaahu lathiifun bi ‘ibaadihii yarzuqu mayyasyaa-u wa huwal qowiiyul ‘aziiz. (Baca: Pengantar Tafsir Surah Yusuf; Nama dan Manfaat Membacanya) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here