Pengantar Tafsir Surah al-Jumu‘ah; Jumlah Ayat dan Tahun Turun

0
850

BincangSyariah.Com – Biasanya satu surah dalam Al-Qur’an bisa bernama lebih dari satu. Namun, untuk surah ke-62 ini, menurut Syekh Ibnu ‘Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir, hanya dinamai dengan surah al-Jumu‘ah. Surah ini dinamakan al-Jumu‘ah, karena di dalamnya mengandung kata tersebut pada ayat ke-9. Masih menurut Syekh Ibnu ‘Asyur, istilah Jumat itu khas Islam. Oleh karena itu, menurutnya, tidak ditemukan kata Jumat sebelum Islam datang. (Baca: Disunahkan Baca Surah Ini di Subuh Hari Jumat)

Ulama tafsir sepakat bahwa surah al-Jumu‘ah ini merupakan surah al-madaniah, surah yang turun saat Nabi sudah berada di Madinah. Surah ini turun setelah pembebasan tanah Khaibar oleh kaum Muslim pada tahun 6 hijriah. Akan tetapi, kewajiban shalat Jumat jauh sudah dilaksanakan sebelum surah al-Jumu‘ah ini turun, sebagaimana dijelaskan Ibnu ‘Asyur berikut ini:

وَكَانَ فَرْضُ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ مُتَقَدِّمًا عَلَى وَقت نزُول هَذِه السُّورَةِ فَإِن النبيء صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَضَهَا فِي خُطْبَةٍ خَطَبَ بِهَا لِلنَّاسِ وَصَلَّاهَا فِي أَوَّلِ يَوْمِ جُمُعَةٍ بَعْدَ يَوْمِ الْهِجْرَةِ فِي دَارٍ لِبَنِي سَالِمِ بْنِ عَوْفٍ. وَثَبَتَ أَنَّ أَهْلَ الْمَدِينَةِ صَلَّوْهَا قَبْلَ قُدُومِ رَسُول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ

Artinya:

Kewajiban shalat Jumat itu lebih dahulu dari waktu ayat ini turun. Ini karena Nabi saw. mewajibkan shalat Jumat dalam sebuah khotbah yang mana Rasulullah menyampaikannya dan shalat Jumat pertama kali itu setelah hijrah di rumah Bani Salim bin Auf. Terdapat riwayat juga bahwa penduduk Madinah sudah melaksanakan shalat Jumat sebelum kedatangan Rasulullah saw. di Madinah.

Mayoritas ulama tafsir mengatakan bahwa surah al-Jumu‘ah ini diturunkan secara sekaligus, tidak ayat perayat.

Terdapat dua riwayat yang disebutkan Ibnu ‘Asyur. Shalat Jumat sudah diwajibkan sebelum Rasulullah datang ke Madinah. Namun pendapat lain mengatakan bahwa shalat Jumat itu dilaksanakan di rumah Bani Salim bin Auf setelah Nabi hijrah. Menurut Syekh Nawawi Banten dalam tafsir Murah Labid, surah ini terdiri atas 11 ayat, 80 kata, 748 huruf.

Baca Juga :  Delapan Hal yang Mempengaruhi Akhlak Seorang Anak

Di antara pokok isi surah ini adalah memotivasi umat Muslim untuk segera menghadiri shalat Jumat dan meninggalkan segala kesibukan duniawi yang memalingkan seorang Muslim dari melakukan shalat Jumat. Sementara itu, penduduk langit dan bumi selalu mengingat Allah setiap saat. Oleh karena itu, redaksi awal surah ini mengggunakan redaksi kata kerja yusabbihu yang bermakna ‘selalu menyucikan’.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here