Pengakuan Dusta Seorang Hamba yang Berakal Sehat

0
1144

BincangSyariah.Com – Dalam KBBI akal sehat atau pikiran sehat adalah akal budi. Akal tanpa budi adalah akal saja bukan akal sehat. Akal barulah bisa disebut “akal sehat” bila akal ada bersama-sama dengan budi. Tidak ada perasaan di dalam akal. Sebab, akal pada dirinya sendiri tidak punya perasaan. Elemen perasaan ada di hati. Akal menjadi tahu apa itu perasaan bila melibatkan hati. Oleh sebab itu, akal tanpa budi memiliki potensi negatif, yakni tipu daya; muslihat; kecerdikan; kelicikan. (Baca: Hikmah Penciptaan Akal dan Hawa Nafsu)

Ketika orang bicara tentang “akal sehat “, di situ ada “budi”. Budilah yang membuat akal itu sehat. Budi berperan memberi pertimbangan baik dan buruk kepada akal agar akal melahirkan tabiat yang baik, akhlak yang baik, watak yang baik, dan perbuatan yang baik. Sehingga ketika akal sehat itu nyata adanya, maka yang tercipta adalah hal-hal yang baik.

Dalam Islam, banyak diyakini bahwa akhirat lebih baik dan lebih utama daripada dunia. Dunia ini bukan tempat tinggal selamanya, karena kita akan beralih ke akhirat yang kekal. Seseorang yang memahami hakikat kehidupan dengan akal sehat maka dia tak akan terperdaya dengan kehidupan dunia yang melalaikan. Namun bagi orang yang mengerti hakikat kehidupan Akhirat maka dia akan menggunakan dunianya sebagai sarana untuk mencapai kehidupan kekal di Akhirat sehingga tidak menyia-yiakan hidupnya di dunia. Allah  berfirman :

بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّ اَبْقٰى

Tetapi kalian (orang-orang kafir) lebih memilih kehidupan dunia. Padahal kehidupan akhirat lebih baik dan lebih kekal.” (QS Al-A’la: 16-17)

Sehingga bisa dikatakan sebagai pengakuan dusta jika dirinya berakal sehat namun pusat perhatiannya tidak pada titik akhirat, melainkan tertuju pada dunia. Seseorang yang berakal sehat, tentu memahami hakikat kehidupan yang seharusnya lebih mementingkan urusan akhirat. Seperti itulah yang disebutkan dalam kitab Tanbihul Mughtarrin karya Syekh Abdul Wahab Asy Sya’rani.

Baca Juga :  Perjalanan Ruh Sejak Keluar dari Jasad Sampai Selesai Menjawab Pertanyaan Kubur

من ادعى العقل ولم تكن همته الأخرة فهو كاذب

Barangsiapa mengaku dirinya berakal sehat tetapi perhatian utamanya bukan akhirat, maka pengakuannya dusta

Bagi kita yang masih memiliki pusat perhatian pada dunia namun kita mengaku berakal sehat,`maka pengakuan yang seperti itu adalah pengakuan yang dusta. Jika tak ingin disematkan dengan pengakuan yang dusta, yuk segera beralih pada titik pusat di urusan akhirat. Untuk urusan dunia, berikan perhatian yang secukupnya saja.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here