Pemuda Tersesat dari Kalangan Sahabat; Bertaubat Sehabis Khianati Rasulullah

2
30

BincangSyariah.Com- Berikut kisah taubat seorang pemuda tersesat dari kalangan sahabat, bernama Abu Lubabah.

Syahdan, bumi tempat berpijak seolah goyang. Seketika gemetar raganya. Alam pikirannya menerjang jauh. Kacau nian suasana hatinya. Lama ia berdiri, tanpa tahu yang akan diperbuat. Lunglai batang tubuhnya. Tanpa sadar, jatuh menitik airmatanya. Dan meraung keras suaranya, minta ampunan.

Tak berselang lama, ia berlari sekencang kilat ke arah Nabawi.  Di sana, ia ikat tubuh itu, di sebuah pasak. Di seputar tiang kayu itu digali lubang, agar pasak itu kian kokoh. Tak lupa pula, ia ikat tanganya dengan besi. Kala itu, ia tak punya kuasa apa pun. Ia siksa diri sendiri.

Saban hari puluhan orang mengelilinginya. Satu demi satu, makin lama makin cepat, makin serentak, orang-orang itu pun heran dengan pemuda ini. Apa nian yang ia perbuat? Berpuluh-puluh butir pandangan dan lemparan sinis mengarah padanya. Itu tak mengundurkan niatnya untuk terus terikat di tiang itu.

Bukan saja itu, ia pun tak minat untuk sesuap nasi. Lapar bukan suatu masalah besar baginya kala itu.  Haus dikerongkongan ia tahankan. Panas dan tandus tanah Arab, ia biarkan menghajar kerongkongannya.  Kelopak mata pun ia paksa untuk terbuka. Kantuk harus hilang dari dirinya.

Konon, dalam Kitab At-Tawwabin karya Ibn Qudamah menggambarkan kondisi pemuda nahas ini. Tujuh hari, beserta malamnya ia terikat di tiang Nabawi. Puluhan mata sudah melihatnya. Namun, jiwa dan raganya tetap bertahan.

Ibn Qudamah dalam kita At-Tawwabin melukiskan kisah tragis itu;

وَارْتَبَطَ أَبُو لُبَابَةَ سَبْعًا فِي حَرٍّ شَدِيدٍ لا يَأْكُلُ وَلا يَشْرَبُ وَقَالَ: لا أَزَالُ هَكَذَا حَتَّى أُفَارِقَ الدُّنْيَا أَوْ يَتُوبَ اللَّهُ عَلَيَّ

Artinya: Dan mengikat diri Abu Lubabah selama tujuh hari, padahal cuaca sangat panas. Ia juga tak makan, begitu pula tak minum. Ia berkata; “Aku tak akan menyesal memperbuat begini, sehingga meskipun karena ini aku berpisah dari dunia, atau Allah mengampuni dosa ku”.

 

Siapakah pemuda tersesat itu? Apa nian yang diperbuat Pemuda tersesat tersebut? Apa dosa dan kesalahan sahabat nabi ini?

Pemuda tersesat itu adalah Abu Lubabah bin Abdul Munzir. Abu Lubabah termasuk Assabiqunal Awwalun—orang pertama yang masuk Islam—, ketika beberapa orang anshar berjumpa dengan Mush’ab bin Umair di Yatsrib. Ia adalah salah satu tokoh Anshor yang menghadiri bai’at al-‘Aqabah II.

Ada pun dosa dan kesalahan Abu Lubabah, ia berkhianat dengan membocorkan rencana perang Rasulullah kepada Bani Quraizhah. Padahal ketika itu, ia utus oleh Baginda nabi kepada Bani Quraizhah sebagai utusan resmi.

Sebelum kejadian ini, Bani Quraizhah bersekutu dengan kaum musrik untuk memerangi Rasul di Perang Ahzab. Padahal sebelumnya, Bani Quraizhah  berjanji akan mempertahankan Madinah dari serangan musuh, ternyata mereka khianat. Untuk itu kemudian Rasul menyerang klan Yahudi ini selama 25 hari. Nabi sebagai pemimpin menerapkan embargo kepada Quraizhah karena khianat.

Di tengah embargo tersebut, Bani Quraizhah meminta kepada Rasul untuk mengirim delegasi kepada mereka.  Sebagai upaya diplomasi, mereka mengusulkan agar mengirimkan Abu Lubabah bin Mudzir kepada Bani Quraizhah sebagai delegasi resmi. Abu Lubabah  dipilih karena kedekatan emosional  dengan Rasul.

Abu Lubabah akhirnya berangkat atas perintah Rasul. Tatkala sampai di benteng Yahudi Bani Quraizhah, ia disambut hangat bak raja. Girang mereka mengetahui utusan tersebut Abu Lubabah, orang dari suku Aus dan punya kedekatan emosional yang tinggi.

Para anak-anak datang menghampirinya. Para wanita tua dan muda pun berbondong-bondong menemuinya. Di sisi lain, para pria  memberikan pelukan hangat persahabatan. Kala itu ia disambut sebagai tamu kehormatan, di kandang musuh.

Dalam buku at Tawwabin Ibn Qudamah, dijelaskan melihat kondisi Bani Quraizhah yang memprihatinkan—sebab dikepung dan embargo Rasul—, timbul rasa iba di hati Abu Lubabah.

Tak berselang lama, salah seorang dari Bani Quraizhah bertanya kepada Abu Lubabah.  “Wahai Abu Lubabah apakah kami harus tunduk dan mengikuti keputusan dan peraturan Muhammad?”

Saat itu, Abu Lubabah pun menjawab, “Ya”

Kemudian setelah itu, Abu Lubabah mengisyaratkan bahwa kaum kafir yang berkhianat akan disembelih lehernya. Ia mengisyaratkan itu denegan meletakkan tangan yang diletakkan ke lehernya—sebagai isyarat disembelih—, lantas  ia memerintahkan Bani Quraizhah untuk tak mau menerima penawaran tersebut.

Tak berselang lama,ia akhirnya sadar akan dosa. Ia sadar telah mengkhianati Allah dan Rasullulah. Dalam satu riwayat Allah menurunkan Q.S at Taubah ayat al-Anfal ayat 27;

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا لَا تَخُوۡنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوۡلَ وَتَخُوۡنُوۡۤا اَمٰنٰتِكُمۡ وَاَنۡـتُمۡ تَعۡلَمُوۡنَ

Artinya; Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Hal inilah yang melatar belakangi Abu Lubabah merantai diri di tiang masjid Nabawi. Tak selera makan, jua menahan dahaga untuk minum. Itu sebagai hukuman terhadap dosanya. Ia melakukan secara suka rela.

Setelah 7 hari menjalani hukuman. Allah pun mengampuni dosa Abu Lubabah, dengan  menurunkan ayat at Taubah ayat 102;

وَءَاخَرُونَ ٱعْتَرَفُوا۟ بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا۟ عَمَلًا صَٰلِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Artinya: Dan orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Demikian kisah pemuda tersesat dari kalangan  sahabat bernama Abu Lubabah. Ini mengindikasikan kepada kita, bahwa sahabat pun tak suci dari dosa. Namun, mereka yang berdosa, segera kembali kepada Tuhan. Bertaubat di bawah naungan kasih dan sayangnya. Semoga bermanfaat.

(Baca: Kisah Akhlak Rasulullah yang Mulia terhadap Sahabat yang Mabuk)

Celengan Pemuda Tersesat
Celengan Pemuda Tersesat

 

 

100%

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here