Pemikiran Gus Dur yang Satu Abad Melampaui Zamannya

2
5578

BincangSyariah.Com – Gus Dur bernama asli Abdurrahman Wahid. Ia putra pasangan Wahid Hasyim dan Solichah dan cucu dari KH Hasyim Asy’ari, sang pendiri Nadhatul Ulama (NU). Beberapa literasi menyebutkan Gus Dur lahir pada 7 September 1940. Namun bagi Gusdurian- sebutan untuk para murid, pengagum, dan penerus pemikiran Gus Dur- beliau hari lahir Gus Dur adalah 4 Agustus 1940.

Gus Dur adalah bapak bangsa yang telah banyak menorehkan kerja dan pikir untuk kemajuan masyarakat Indonesia.  Semasa hidup, Gus Dur seringkali membuat pernyataan yang tak diduga-duga. Bahkan gaya khasnya yang santai sering menjadi penyegaran di masyarakat luas. Gus Dur yang banyak menuai kontroversial itu boleh jadi karena beliau sendiri mengalami pergulatan intelektual yang tak bisa dihentikan. Pikirannya terus saja berjalan, menelusuri, dan mengejar yang searah dengan grafik kehidupan umat manusia.

Di sisi lain, tertuliskan dalam buku “Samudra Kezuhudan Gus Dur” bahwa Gus Dur memang tak sabar untuk mempersembahkan pengetahuannya untuk kehidupan sosial yang adil, toleran, damai dan sejahtera, di saat umat manusia belum siap menerimanya. Sebab itulah tidak sedikit dari beberapa golongan menyebut pikiran dan gagaan Gus Dur satu abad melampau zamannya. Manusia kala itu belum mengetahui dan belum sampai pada titik itu, namun Gus Dur sudah memaparkannya untuk kepentingan orang banyak.

Kondisi manusia yang belum siap itulah yang menjadikan mereka belum faham dan tidak langsung setuju dengan pemikirannya. Namun seiring berjalannya waktu, umat manusia bisa semakin pintar untuk memahami.  Yang demikian itu disebut KH Husein Muhammad sebagai tanda orang yang hakim (bijak atau arif). Jika boleh mengutip salah satu kalam hikmah dari kitab al Hikam karya Syekh Ibn Athaillah as Sakandari, pemikiran Gus Dur yang termasuk orang hakim itu akan sampai pada manusia yang batinnya tercerahkan. Sebagaimana kalah hikmahnya:

Baca Juga :  Gus Dur dan Dalil Sampainya Pahala Kebaikan untuk Mayit

تسبق الأنوار الحكماء أقوالهم فحيث صار التنوير وصل التعبير

Cahaya para bijak bestari mendahului kata-katanya. Ketika batin telah tercerahkan, kata-kata mereka sampai

Sikap Gus Dur yang berani membuat berbagai pernyataan segarnya itu membuat dirinya semakin banyak dikenal orang. Bahkan Greg Barton dalam bukunya Gus Dur: The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid, menyebutkan beliau sangat dikagumi karena gaya bicara Gus Dur yang blak-blakan. Bahkan seringkali dikutip karena dia berani mengucapkan apa yang tidak berani diungkapkan, termasuk para wartawan ketika orde baru.

Demikianlah salah satu kelebihan Gus Dur dengan keunikannya sendiri, yang membuat umat manusia tidak mudah melupakannya. Terlebih gagasannya yang gigih memperjuangkan demokrasi dan pluralisme, hingga kini pun masih banyak yang meneruskan pemikirannya. Pemikiran Gus Dur yang rasanya melempaui seabad dari zamannya kini bisa dilanjutkan orang-orang yang mengaguminya.  Tek lekang oleh waktu.

2 KOMENTAR

  1. Tidak layak dihormati seorang rizhieg sihab karena islam sesungguhnya tdk seperti apa yg selama ini sy dengar dari mulutnya biar penganutnya dan antek²nya yg menyembah menghormatinya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here