Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad di Indonesia

0
15

BincangSyariah.Com – Penandatangan pembangunan museum sejarah Nabi Muhammad di Indonesia dilakukan antara Komjen Pol (Purn) H Syafruddin yang merupakan Ketua Yayasan Sejarah Nabi Muhammad Saw. dengan Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar, Deputi Eksekutif Liga Dunia Islam di Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (24/10/2020).

Jusuf Kalla yang menyaksika penandatanganan menyatakan bahwa umat Islam di Indonesia amat menantikan museum yang akan menyajikan sejarah Nabi Muhammad untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah dan keimanannya kepada Allah Swt.

Kalla yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Sejarah Nabi Muhammad Saw. dan peradaban Islam mengutarakan suka cita atas dibangunnya Museum Nabi Muhammad atau Museum Sejarah Rasulullah Saw. dan peradaban Islam di Indonesia.

Museum internasional tersebut adakah harapan seluruh umat Islam di Indonesia. Kalla menjelaskan bahwa museum yang akan dibangun akan menampilkan mengenai sejarah para pedagang dari jazirah Arab yang turut andil dalam menyebarkan agama Islam ke Indonesia.

Ia menambahkan bahwa museum tersebut juga akan menyuguhkan sejarah tentang kedatangan para ulama dari Arab. Pada saat itu, para ulama dari Arab datang untuk mengajarkan agama Islam.

Museum tersebut direncanakan akan menampilkan seluruh kehidupan, keteladanan, keluarga, peran perdamaian, dan peradaban yang dibangun Nabi Muhammad Saw. dengan teknologi 3D, hologram, dan augmented reality.

Museum tersebut direncanakan akan menjadi tempat penelitian bagi para santri, mahasiswa, dosen, dan peneliti untuk mempelajari kehidupan Nabi Muhammad Saw. Pembangunan Museum Sejarah Nabi Muhammad Saw. dan Peradaban Islam akan dibangun di Indonesia. Pembangunan dilaksanakan setelah pembangunan museum selesai di Mekkah dan Madinah.

Rencananya, Museum Sejarah Nabi Muhammad Saw. Indonesia akan dibangun di kawasan Jakarta Utara. Peletakan batu pembangunan pertama museum tersebut telah dilakukan pada 26 Februari 2020.

Baca Juga :  Penelusuran Sejarah Budaya Memakai Baju Baru di Hari Raya

Jusuf Kalla juga menyebutkan bahwa museum tersebut tidak hanya akan menarik perhatian masyarakat Indonesia, tapi juga dengan seluruh warga Muslim di negara-negara tetangga wilayah Asia Tenggara.

Hal tersebut disebabkan karena Museum tersebut akan menjadi ikon baru bagi Jakarta yang baru, sama seperti bangunan-bangunan penanda kota-kota besar di dunia.

Museum tersebut diprediksi tidak hanya akan menarik kedatangan Muslim Indonesia, tapi juga Muslim di kawasan Asia. Arab News mewartakan bahwa pada Ahad (25/10), perjanjian tersebut mencakup distribusi lebih dari 200 ensiklopedia dan buku tentang kehidupan Nabi Muhammad Saw.

Museum tersebut direncanakan akan dibangun di atas tanah 100.000 meter persegi. Peletakan batu pertama pembangunan museum tersebut sudah dilakukan sejak 26 Februari lalu.[] (Baca: Jika Masih Hidup, Akankah Nabi Mengubah Hagia Sophia Menjadi Masjid?)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here