Pembaca Rutin Surah Al-Kahfi Disebut dengan Nama Ini dalam Taurat

1
648

BincangSyariah.Com – Umat Islam di Indonesia sangat dekat dengan Alquran. Di antaranya bisa kita liat pada tiap malam Jumat, di masjid, mushalla, atau rumah-rumah penduduk, terdapat sekelompok orang yang bersama-sama membaca bagian tertentu dari Alquran. Hal itu mereka rutin lakukan seminggu sekali, termasuk membaca surah Al-Kahfi. Dalam riwayat al-Baihaqi dari Ibnu Abbas diriwayatkan demikian. 

قارئ سُورَةِ {الكَهْفِ} تُدْعَى فِي التَّوْرَاةِ الحَائِلَةَ تَحُولُ بَيْنَ قَارِئِهَا وَبَيْنَ النَّارِ

Pembaca surah Al-Kahfi dinamakan al-Hailah dalam Taurat, yang menghalangi antara pembacanya dengan api neraka jahanam (HR Baihaqi).

Menurut Syekh al-Munawi dalam Faidhul Qadir, maksud pembaca yang diberi nama al-hailah (penghalang) adalah ia yang membaca surah Al-Kahfi sebagai rutinitas. Bisa saja rutin dibaca setiap hari, setiap malam, atau setiap malam Jumat. Artinya, orang yang seringkali membaca surah Al-Kahfi secara istiqamah itu akan diselamatkan dari api neraka.

Menurut Imam al-Baihaqi sendiri, beberapa rawi hadis ini bermasalah. Muhammad bin ‘Abdurrahman al-Jad‘ani dianggap sebagai rawi munkar. Sulaiman bin Mirqa‘ termasuk rawi yang lemah dan matruk, dan beberapa rawi lainnya.

Walaupun hadis ini dianggap bermasalah, namun mengamalkan membaca surah Al-Kahfi tetap disunahkan. Artinya, yang diragukan itu apakah benar nanti di akhirat orang yang membaca surah Al-Kahfi disebut sebagai al-Hailah.

Al-Baihaqi meriwayatkan dari tabiin besar Abu Qilabah.

عَنْ أَبِي قِلَابَةَ، قَالَ: ” مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنَ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ، وَمَنْ قَرَأَ الْكَهْفَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ حُفِظَ مِنَ الْجُمُعَةِ إِلَى الْجُمُعَةِ، وَإِذا أَدْرَكَ الدَّجَّالَ لَمْ يَضُرَّهُ وَجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَوَجْهُهُ كَالْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ، وَمَنْ قَرَأَ يس غُفِرَ لَهُ

Dari Abu Qilabah yang berkata, “Barang siapa menghafal sepuluh ayat dari surat Al-Kahfi, dia akan dijaga dari fitnah Dajjal. Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada malam Jumat, dia akan dijaga dari satu Jumat ke Jumat berikutnya. Ketika dia menemui Dajjal, ia tidak akan membahayakannya. Pada hari kiamat, wajahnyaakan bersinar seperti rembulan pada malam purnama. Barang siapa membaca surat Yasin, dia akan diampuni.” (HR. Al-Baihaqi)

Baca Juga :  Manafaat Mengetahui Nama-nama Ashabul Kahfi

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here