Mengapa Pematangsiantar Menjadi Salah Satu Kota Paling Toleran?

0
30

BincangSyariah.Com – Pematangsiantar adalah salah satu kota paling toleran di Indonesia. Apa sebenarnya kelebihan kota ini sehingga mendapatkan predikat sebagai salah satu kota paling toleran?

Pada 2018, Setara Institute memberikan penghargaan kota toleran. Penilaian tersebut dilakukan pada 94 kota di seluruh Indonesia.

Hasil penilaian menempatkan 10 kota dengan Indeks Kota Toleran (IKT) tertinggi di Indonesia dan 10 kota lainnya dengan IKT terendah.

Peringkat pertama adalah Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Sembilan kota lain yang masuk dalam 10 kota toleran adalah Salatiga, Pematang Siantar, Manado, Ambon, Bekasi, Kupang, Tomohon, Binjau dan Surabaya. (Baca: Cara Menjaga Toleransi Ala Kota Salatiga)

Kota Singkawang mendapatkan skor 6, 513 dan dinilai sebagai kota yang menerapkan toleransi bahkan sampai RPJMD dan produk hukum lainnya.

Pada saat itu, Ketua Setara Institut Hendardi menyatakan, IKT bertujuan mempromosikan kota-kota yang mampu menguatkan sikap toleransi di Indonesia.

Penilaian tersebut diharapkan bisa memicu kota lain mengembangkan untuk mengembangkan toleransi baik dalam struktur pemerintahan maupun kehidupan bermasyarakat.

Kota Pematangsiantar (sering disingkat Siantar saja) adalah salah satu kota di Provinsi Sumatra Utara. Letak Pematangsiantar strategis sebab dilintasi oleh Jalan Raya Lintas Sumatra.

Luas wilayah kota ini adalah 79,97 km2 dan penduduknya ada sebanyak 255.317 jiwa (2019). Laki-laki berjumlah 124.533 jiwa dan perempuan 130.784 jiwa.

Kota Pematangsiantar yang hanya berjarak 128 km dari Medan dan 50 km dari Parapat sering menjadi kota perlintasan bagi wisatawan yang hendak ke Danau Toba.

Sebagai kota penunjang pariwisata di daerah sekitarnya, kota ini memiliki 8 hotel berbintang, 10 hotel melati dan 268 restoran.

Di kota ini masih banyak terdapat sepeda motor BSA model lama sebagai becak bermesin yang menimbulkan bunyi yang keras.

Selain menjadi salah satu kota paling toleran, Pematangsiantar juga pernah menerima Piala Adipura pada 1993 atas kebersihan dan kelestarian lingkungan kotanya.

Karena ketertiban pengaturan lalu lintasnya, kota ini juga pernah meraih penghargaan Piala Wahana Tata Nugraha pada 1996.

Sejak dulu, Pematangsiantar terkenal sebagai kota dengan tingkat toleransi beragama yang sangat tinggi.

Keanekaragaman beragama di Indonesia berjalan sangat baik di Siantar. Hal ini bisa dilihat dari keanekaragaman tempat beribadah yang ada.

Tidak ada satu aliran agama yang mencolok di kota ini atau bisa dikatakan bahwa tempat-tempat beribadah di kota ini sangat besar.

Sebagai misal, di Pematangsiantar terdapat Maha Vihara Vidya Maitreya. Tempat ini menjadi salah satu pilihan wisata religi.

Ada patung besar berada di halaman depan. Sebelum melangkah ke dalam Vihara, patung tersebut dapat dijadikan objek foto.

Di Indonesia, jarang sekali wisatawan bisa berdiri dekat dengan objek patung-patung besar terutama di Vihara.[]

Artikel ini terbit atas kerjasama dengan Biro Humas, Data, dan Informasi Kementerian Agama RI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here