Pemakaman Quraisy di Kairouan Tunisia; Tempat Peristirahatan Terakhir Cucu Umar bin Khattab

0
1056

BincangSyariah.Com – Kairouan, sebuah kota di Tunisia pernah menjadi pusat peradaban Islam di Afrika Utara. Salah satu peninggalan perabadan masa lalu yang masih dijaga hingga kini adalah pemakaman Quraisy. Pemakaman ini merupakan pekuburan tertua di sebelah barat Kairouan. Dinamakan pemakaman Quraisy karena banyak dari kalangan Tabiin yang berasal dari suku Quraisy dimakamkan di sini. Mereka adalah tentara – tentara Islam yang dikirim oleh Khalifah Usman bin Affan untuk menyebarkan Islam di Afrika Utara.

Mereka gugur saat bertempur melawan pasukan Barbar dan Romawi. Sekarang tempat ini diberi nama al-Janah al-Akhdhar (taman hijau). Selain para tabiin, banyak juga para ulama Kairouan yang wafat dan dimakamkan di sini, sehingga ditemukan banyak makam khususnya di sekitar pintu masuk Masjid Agung Uqbah bin Nafi bagian selatan dan utara.

Orang yang pertama dimakamkan di sini adalah cucu dari khalifah Umar bin Khattab, yaitu Zainab binti Abdullah bin Umar bin Khattab. Ayahnya, Abdullah bin Umar bin Khattab merupakan pembesar dari kalangan sahabat yang masuk ke Afrika Utara bersama pasukan Muslim yang dipimpin oleh Muawiyah bin Hudaij. Ia pergi bersama selirnya yang kemudian melahirkan Zainab. (Abdullah bin Umar bin Khattab; Putra Khalifah yang Menolak Kekuasaan)

Zainab meninggal di Qamuniyah ketika terjadi pertempuran. Jenazahnya dibawa ke sekitar Kairouan lalu dimakamkan di pemakaman Quraisy pada tahun 34 H. Pada pertempuran tersebut gugur pula Sahabat Abu Zam’ah al-Balawi. Area di sekitar makam dikenal dengan nama Balawiyah, dinisbatkan kepada namanya. Ia adalah seorang tukang cukur Nabi Muhammad SAW. Di sampingnya terdapat makam tabiin, Abdurrahman al Hubuli. Ia adalah salah satu dari sepuluh ulama fikih yang diutus oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz untuk menyebarkan agama lslam kepada penduduk suku Barbar.

Baca Juga :  Tafsir Surah Yusuf 7-10; Kebencian dan Rasa Hasud Saudara Nabi Yusuf

Di pemakaman Quraisy, juga terdapat makam Imam Sahnun yang meninggal pada tahun 240 H. Ia merupakan ulama besar yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran madzhab Maliki di Afrika Utara. Ia juga berperan dalam menjadikan kota Kairouan sebagai pusat peradaban Islam. Di samping makamnya terdapat makam-makam pemimpin Dinasti Aghalibah.

Kairouan memiliki ikatan kuat dengan Kufah, hal tersebut terlihat dari banyaknya kuburan yang terbuat dari marmer bertuliskan khot Kufi. Terdapat juga banyak kubah dan peninggalan lainnya, yang kini terus diteliti dan dijaga sebagai salah satu jejak peninggalan sejarah umat Islam. Kebutuhan utama masyrakat terhadapat air, mendorong para pendahulu untuk membuat banyak penampungan air.

Hingga saat ini di sekitar pemakaman, penampungan air tersebut masih ada, namun tidak lagi difungsikan. Ciri khas dari pemakaman ini adalah area pemakaman yang dibagi menjadi pemakaman keluarga dan individu. Terdapat juga area pemakaman orang orang yang bernama Ahmad dan Muhammad. Selain itu, ada juga area yang bernama Jabal Ghuroba, yaitu pemakaman kuno tempat di makamkannya orang orang yang kala itu tidak diketahui identitasnya.

Catatan sejarah tersebut penulis kutip dari al-Qairuwan wa Dauruha fil Hadhrah al-Islamiyyah karya Muhammad Zaitun dan Bisat al-‘Aqiq karya Hasan Husni Abdul Wahhab. Wallahu a’lam bis showab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here