Pelaku Maksiat di Masa Umar bin Khattab Bertaubat Sebab Baca Ayat Ini

0
40

BincangSyariah.Com – Suatu ketika sahabat Umar bin Khattab merasa prihatin terhadap pelaku maksiat. Ini ia dapatkan informasinya dari seorang sahabat bahwa di negeri Syam itu ada orang yang sering melakukan maksiat setiap hari. Nyaris setiap hari laki-laki yang bermukim di Syam itu mabuk-mabukan, sebagaimana diceritakan Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya.

Umar bin Khattab selaku khalifah pada saat itu turut prihatin dengan laporan para sahabat tadi, ia ingin memastikan kebeneran berita yang sedang berseliweran itu. (Baca: Doa Saat Seseorang Sering Bermaksiat)

Umar bin Khattab bertanya pada sahabat itu, “Apa yang dilakukan oleh si fulan itu?”

Para sahabat menjawab “wahai Amirul Mukminin, baginya tidak ada hari tanpa meminum khamar”

Setelah itu ia pun bergegas memanggil sekretarisnya untuk mengirimkan surat kepada tokoh dari Syam itu. Tulislah surat ini atas namaku untuk si fulan bin fulan, semoga keselematan selalu menyertainya dan aku memuji Allah Swt Tuhan semesta alam dan menuliskan sepenggalan ayat dari surah Ghafir. Dikirimlah surat tersebut atas nama sang khalifah.

Kemudain laki-laki pemilik gelar Amirul Mukminin itu memanggil para sahabat untuk mendoakan agar hatinya bisa berubah dan taubatnya diterima oleh Allah Swt.

Sesampainya surat itu di tangan laki-laki pemabuk tadi, ia langsung membacanya dan tertegun ketika sampai pada ayat Allah Swt. itu Maha Pengampun segala dosa dan penerima segala taubat serta balasan yang keras. Laki-laki itu menangis sejadi-jadinya dan mengubur dalam-dalam segala kebiasaan buruknya itu.

Mendengar berita tentang laki-laki Syam yang sudah taubat, Umar bin Khattab pun menyampaikan kepada sahabat yang lain untuk menasihati dan mendoakan saudaranya yang suka melakukan perbuatan maksiat. Karena Allah swt menerima pertobatan untuk seluruh umatnya.

Baca Juga :  Kisah Gadis Miskin Penjual Susu yang Jujur, Menantu Idaman Umar bin Khattab

غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ (3)

“(Tuhan) yang mengampuni dosa dan menerima taubat dengan balasan yang keras; yang memiliki karunia. Tiada tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya (semua makhluk) kembali” (QS. Ghafir; 3)

Umar bin Khattab yang dijuluki al-faruq, mengajarkan kepada kita untuk tidak tergesa-gesa menghakimi seseorang, bahkan nahyi munkar terhadap hal yang dilarang agama sekalipun. Beliau hendak mencontohkan kepada kita bahwa selama persoalan bisa diselesaikan dengan kepala dingin, maka tidak perlu bersusah payah menyingsingkan lengan untuk menghentikan permasalahan agama.

Semoga dari kisah di atas kita bisa memetik pelajaran penting, setiap manusia pasti tidak akan pernah luput dari salah dosa. Begitu banyak dosa kita saban hari mulai dari yang terkecil hingga dosa terbesar, tapi kebetulan Allah masih menutupinya. Ingatlah Allah itu Maha Pengampun dosa dan penerima taubat semua hamba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here