Dua Pedagang Perempuan Populer di Masa Rasulullah

0
266

BincangSyariah.Com – Perempuan di masa Rasulullah tidak hanya berdiam diri di rumah. Mereka juga memiliki aktivitas lain di luar rumah. Rasulullah tidak membedakan peran perempuan dalam urusan muamalah. Perempuan diberi hak yang sama untuk melakukan pekerjaan, belajar, dan hal-hal lain yang dapat mendukung kemajuan Islam dan peradaban. Bahkan, pada masa Rasulullah, perempuan ikut membantu kaum muslimin dalam perperangan. Ada yang menjadi tenaga kesehatan dan penyedia makanan seperti Ummu Athiyah, ada juga yang langsung ikut perang dan melindungi Rasulullah dari serangan musuh seperti yang dilakukan Nusaibah binti Ka’ab.

Selain membantu perperangan, perempuan juga terlibat dalam aktivitas perekonomian di masa Rasulullah. Sebagaimana diketahui, bangsa Arab pada zaman itu identik dengan perdagangan. Bahkan Rasulullah sendiri pernah menjadi seorang pedagang. Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad menyebut aktivitas dagang tidak hanya terbatas pada laki-laki, tetapi juga ada pebisnis atau pedagang perempuan yang memperkerjakan laki-laki dalam perdagangan antara negara dan antar kota.

Di antara pebisnis perempuan yang terkenal di masa Rasulullah adalah Khadijah binti Khuwailid dan Al-Hanzhaliyah. Khadijah merupakan istri pertama Rasulullah, sementara al-Hanzhaliyah adalah ibu dari Abu Jahal. Rasulullah tidak melarang perempuan berprofesi sebagai pedagang.

Seperti dijelaskan Quraish Shihab, Rasulullah malahan menjelaskan norma-norma yang perlu diperhatikan oleh pedagang. Rasulullah pernah memberi nasehat kepada Qilat terkait penetapan harga. Rasulullah berkata, “Apabila kamu ingin membeli dan menjual sesuatu, tetapkanlah harga yang engkau inginkan untuk membeli atau menjualnya. Baik kemudian diberi atau tidak”. Maksudnya, tidak perlu bertele-tela dalam jual-beli. Tetapkan berapa harga barang yang mau dijual.

Fakta sejarah ini menunjukkan perempuan memiliki peran yang sama dengan laki-laki di tengah masyarakat. Tidak ada dalil spesifik dalam Islam yang melarang perempuan untuk bekerja. Karenanya, tidak benar anggapan dan tuduhan yang menyatakan Islam melarang perempuan bekerja atau perempuan dilarang keluar rumah. Buktinya, perempuan di masa Rasulullah tidak sekaku seperti yang digambarkan banyak orang. Perempuan dibolehkan belajar, bekerja, berdagang, ikut membantu perperangan, dan lain-lain.

Baca Juga :  Sejarah Akikah dalam Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here