Pascakeputusan MK, Marilah Jahit Merah Putih Kita

0
134

BincangSyariah.Com – Merawat keberagaman dan menjaga kedamaian adalah tanggungjawab seluruh elemen masyarakat. Sebaliknya, memecah belah bangsa, adalah sebuah penghianatan terhadap negara dan pahlawan yang berjuang mendirikan negara ini. Kita harus punya tujuan sama, merajut damai di bumi pertiwi, dan merawat Bhineka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI.

Jangan sampai Indonesia hancur berantakan saling bertikai karena Pilpres. Bukankah menang dan kalah adalah bagian dari dinamika demokrasi. Kondisi bangsa seperti ini sangat disukai dan dimanfaatkan oleh kelompok pembonceng gelap.

Banyak sekali kelompok-kelompok yang membonceng aksi-aksi anti pemerintah yang bertujuan ingin mengancurkan NKRI. Jika kondisi politik dalam negeri chaos maka mereka akan mengambil alih dan memanfaatkan kekuasaan.

Indonesia adalah surga bagi semua kelompok, termasuk kelompok anti NKRI dan kelompok teroris/radikal yang berbaju agama yang memanfaatkan issu agama untuk meraih dukungangannya. Mereka mempunyai agenda sendiri yang ingin menghancurkan NKRI.

Setelah mereka gagal di Suriah dan Irak, kini mereka mengincar Indonesia. Ibaratnya Indonesia itu seperti ladang yang subur dan makmur karena sebagai negara demokrasi. Sehingga mereka bisa berkembang dengan bebas, selalu menunggangi aksi-aksi atas nama demokrasi, padahal mereka sebenarnya anti demokrasi.

Apa yang terjadi di Suriah bisa terjadi di Indonesia. Negara NKRI ini bisa pecah jika semua pihak tidak bisa merawat kebangsaan dan keberagaman. Cikal bakal terhadap kemungkinan perpecahan itu ada jika rakyat terus dibenturkan dan dibumbui oleh isu-isu agama.

Banyak kelompok yang tidak suka jika Indonesia menjadi negara yang aman dan tentram. Segala cara dan usaha dipakai untuk menghancurkan NKRI. Bahkan mereka selama ini yang anti dan tidak percaya ramalan, justru menggunakan ramalan untuk mendukung usaha mereka agar indonesia bubar.   Ramalan Jaya Baya pun diplintir dan dipakai untuk mengklaim rencana mereka bahwa Indonesia akan bubar.

Baca Juga :  Tips Mempererat Silaturrahmi Jelang Pemilu 2019

Untuk menggenapi rencena mereka  juga dengan memakai Ramalan Tengku Syiah Kuala dari Aceh  dalam  kitab Mandiyatul Badiyah yang menyatakan:

“Kejayaan Nusantara Akan Terwujud Setelah Terjadinya Hura Hara (Goro-Goro) Dengan Tumbangnya Kekuatan KUNING dan MERAH oleh Pemimpin Adil Bijaksana Yang Akan Hadir Pada Tahun 1440 H (2019 M)”

Kita bersyukur kepada Allah NKRI masih utuh dan selamat dari perpecahan yang besar akibat kerusuhan 21-22 Mei kemaren. Kelompok anti NKRI telah menyusun rencana yang matang untuk menunggangi aksi demo yang damai dan kondusif menjadi anarkis dan banyak korban yang jatuh. Semua ramalan yang dipropagandakan gagal total tidak terjadi.

Seknario ala di Suriah yang diawali jatuhnya para korban ketika demo di pakai di dalam negeri. Mereka ingin membuat makar, akan tetapi gagal total dan jaringan mereka terbongkar.

Hari ini adalah pengumuman MK dalam memutuskan perkara sengketa Pilpres, demo besar-besaran dilakukan untuk mengawal keluarnya putusan dari MK. Demo adalah bagian dari demokrasi jadi itu adalah hak setiap warga negara. Semoga bisa berjalan damai, aman dan terkendali.

Hari ini aparat akan diuji kesabarannya lagi dalam menghadapi para pendemo, semoga tidak ada kelompok dan oknum yang menunggangi dan menyusup yang sengaja untuk mengadu domba dan membuat rusuh antara  para demonstran dan aparat keamanan.

Sekarang…

Tidak ada lagi Cebong

Tidak ada lagi Kampret

Tidak ada lagi 01

Tidak ada lagi 02

Yang ada adalah 03

Yaitu Persatuan Indonesia.

Marilah kita jahit kembali Merah Putih yang robek agar bisa utuh dan bersatu kembali. Semoga Indonesia semakin bersatu dan semakin jaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here