Olahraga Jalan Kaki Ala Rasulullah Saw

0
2010

BincangSyariah.Com – Olahraga adalah menggerakkan badan atau anggota badan secara sistematis untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh. Salah satu cabang olahraga yang masuk ke dalam kategori yang dipertandingkan di tingkat Olimpiade dan Asian Games adalah cabang atletik. Cabang atletik sendiri memiliki banyak sekali cabang yang dipertandingkan, seperti lari 100 meter, lari 200 meter, lompat jauh, lompat tinggi, lempar lembing, lempar cakram, jalan cepat 20 km, jalan cepat 50 km, dan banyak lagi yang lainnya.

Dalam beberapa keterangan disebutkan bahwa Rasulullah Saw adalah orang yang cepat cara berjalannya. Hal ini tidak hanya dijadikan sebagai rutinas tanpa arti oleh Rasulullah Saw, terbukti ada banyak versi hadis yang menyebut bahwa berjalan adalah kegiatan yang mampu menyehatkan tubuh. Itu artinya ternyata jalan kaki adalah salah satu bagian dari olahraga sebagaimana pengertian yang telah kami sebutkan di muka. Diriwayatkan dari Abu Hurairah

مَا رَأَيْتُ شَيْئًا أَحْسَنَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، كَأَنَّمَا الشَّمْسُ تَجْرِي فِي وَجْهِهِ ، وَمَا رَأَيْتُ أَسْرَعَ فِي مِشْيَتِهِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَأَنَّ الأَرْضَ تُطْوَى لَهُ ، إِنَّا لَنُجْهِدُ أَنْفُسَنَا ، وَإِنَّهُ لَغَيْرُ مُكْتَرِثٍ.

Abu Hurairah mengatakan, “Tidaklah aku mengetahui sesuatupun yang lebih bagus dibandingkan Rasulullah Saw, wajahnya terang seperti matahari. Dan tidaklah aku mengetahui seorang pun yang lebih cepat jalannya dibandingkan dengan Rasulullah Saw, -ketika beliau berjalan- seakan-akan bumi ini digulung untuknya, kami telah bersungguh-sungguh menyamai beliau, namun beliau tidak bergeming sama sekali.”

Hadis di atas terdapat di dalam setidaknya dua kitab hadis, pertama adalah Musnad Ahmad bin Hanbal dan kedua adalah Shahih Ibn Hibban. Secara kualitas hadis di atas tergolong hadis hasan sebagaimana yang diutarakan oleh Syu’aib al-Arnauth di dalam komentarnya terhadap Musnad Ahmad bin Hanbal. Dalam Jam’u al-Wasail fi Syarh al-Syamail dijelaskan bahwa Rasulullah berjalan cepat dengan penuh ketenangan, beliau tidak melakukannya dengan gegabah dan sembrono sehingga menghilangkan keelokan dan kewibawaan beliau.

Baca Juga :  Ibnu Taymiyyah, antara Salafi dan Liberal

Di dalam al-Riyadhah fi Mandzur al-Islam, Sa’ud bin ‘Abdullah al-Rauqi menyebut bahwa berjalan adalah salah satu olahraga yang dilakoni oleh umat Islam pada permulaan munculnya Islam. Ia menyebutkan bahwa pernah suatu ketika beberapa orang sahabat mendatangi Rasulullah Saw untuk berkonsultasi terkait kemampuan mereka yang loyo ketika berjalan kaki, para sahabat tidak mampu berjalan jauh. Oleh Rasulullah Saw para sahabat disarankan untuk membiasakan diri berlari-lari kecil atau berjalan cepat. Alhasil kesehatan mereka membaik dan kemampuan berjalan mereka meningkat sehingga mereka mampu berjalan jauh.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas disebutkan sebagai berikut.

 قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ السَّعُوطُ وَاللَّدُودُ وَالْحِجَامَةُ وَالْمَشْيُ.

Rasulullah Saw bersabda: “Sebaik-baik aktivitas untuk mengobati diri adalah mengobati diri melalui hidung, melalui mulut, bekam, dan al-masy.”

Hadis ini diriwayatkan dalam banyak versi dalam beberapa kitab hadis seperti Sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Baihaqi, al-Mustadrak, dan beberapa kitab hadis lainnya. Secara kualitas hadis ini memiliki sanad yang shahih meskipun begitu Bukhari dan Muslim tidak memasukkan hadis ini ke dalam kitab mereka.

Sa’ud bin ‘Abdullah al-Rauqi menyebut bahwa al-masy adalah berjalan kaki, salah satu obat ampuh untuk mengurangi obesitas, rematik, melancarkan peredaran darah, meningkatkan pernafasan dan meningkatkan kerja otot. Namun pendapat lain menyebutkan bahwa al-masy yang dimaksud obat pencahar atau obat pencuci perut, pendapat kedua ini sebagaimana yang disebutkan oleh al-Baghawi di dalam Syarh al-Sunnah.

Apapun alasannya, jika sebuah sebuah kegiatan memenuhi aspek menggerakkan badan atau anggota badan secara sistematis untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh, meskipun tidak diperlombakan, maka tetap saja hal itu dinamakan dengan olahraga. Dengan demikian, maka tepatlah jika berjalan kaki adalah termasuk olahraga yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw dan para sahabatnya zaman dahulu. Jalan kaki di era modern saat ini bahkan sudah menjadi bagian dari olah raga yang dipertandingkan dalam event yang paling bergengsi, yakni olimpiade. Selamat mencoba! Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here