NU, Salah Satu Bentuk Praktek Manhaj Al-Azhar di Indonesia

0
1162

BincangSyariah.Com – Menurut saya Ahlussunnah wal jamaah itu aqidahnya Asy’ariyah-Maturidiyah atau yang isinya sama dengan keduanya, Fiqihnya bermazhab dengan salah satu dari mazhab yang empat, tasawufnya dengan ajaran Alghazaly dan Aljuneid. Jika diringkas? Ya Manhaj al-Azhar, karena al-Azhar adalah kiblat dunia islam dalam mengajarkan aqidah, fiqh dan tasawuf berdasarkan ajaran ahlussunnah wal jamaah. Seorang dinisbatkan pada ahlussunnah wal jamaah jika menggabungkan ketiganya.

Nah manhaj al-Azhar ini kemudian diajarkan di hampir seluruh dunia islam, sebagai manhaj global bagi umat muslim dunia yang mengamalkan ajaran ahlussunnah wal jamaah.

Dalam praktik dakwah, karena tantangan di setiap daerah berbeda, manhaj al-Azhar yang bersifat global itu harus mampu menyesuaikan dengan keadaan dan tantangan dakwah dimasing-masing daerah.

Maka manhaj al-Azhar yang menjadi pegangan global bagi dunia islam ini, melahirkan madrasah-madrasah dakwah yang bersifat regional. Jadi yang terjadi adalah menerapkan manhaj al-Azhar sesuai karakter masing-masing tempat.

Madrasah-madrasah dakwah ini kemudian dinamakan dengan nama yang berbeda-beda, di indonesia kita mengenal salah satu madrasah penting yaitu madrasah an-Aahdiyah, di Asia Selatan kita mengenal madrasah an-Nizamiyah, dan begitu juga di daerah lain, masing-masing tempat mempraktek manhaj al-Azhar dan ajaran ahlussunnah wal jamaah yang isinya sama dengan nama madrasah yang berbeda. Nama-nama berbeda itu sebenarnya mengajarkan satu ajaran yang sama yaitu madrasah ahlussunnah wal jamaah, dan manhaj yang sama yaitu ahlussunnah wal jamaah.

Buku yang diajarkan juga sama. Sanad mereka juga sama. Isi ajarannya juga sama. Jadi jika di indonesia ada yang menamakan diri kita itu ahlussunnah wal jamaah annahdiyah jangan aneh, bukan membuat mazhab baru, tapi itu lagi menjelaskan bahwa kita sedang mempraktekan manhaj al-Azhar yang cara dakwahnya sudah dicari yang paling cocok dengan kultur wilayah atau negara setempat, tanpa keluar dari ajaran ahlussunnah waljamaah dan manhaj al-Azhar

Baca Juga :  Shalawat Samara (Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah)

Buktinya? Coba lihat al-Itqan as-Suyuthy, Syarah Mahaly ‘Alal Waraqat, Fathul Wahab, Kanzur Raghibin, Syarah Jamul Jawami, Tafsir Jalalain, Asybah wan Nadhair, Jauharatut Tauhid dll. Baik sanad atau bukunya ya ajaran ulama al-azhar.

Dan bukan hanya NU, hampir semua pesantren tradisional di Asia Tenggara juga sama, baik sanad keilmuan atau buku yang diajarkan. Hanya saja cara menjelaskan, prakteknya, dll yang dipilih berdasarkan ijtihad ulama yang berdakwah di sana dan memahami karakter masing-masing daerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here