Nama Asli Abu Thalib Paman Nabi

0
53

BincangSyariah.Com – Dalam kitab-kitab sirah disebutkan bahwa menurut kebanyakan para ulama, paman Nabi Saw itu ada sepuluh, namun enam di antaranya wafat sebelum Nabi Saw diutus menjadi rasul. Empat sisanya wafat setelah Nabi Saw diutus menjadi rasul, yaitu Hamzah, Abbas, Abu Thalib, dan Abu Lahab.

Di antara keempat paman Nabi Saw tersebut, hanya dua orang yang beriman kepada Nabi Saw, yaitu Hamzah dan Abbas. Sementara Abu Thalib dan Abu Lahab tidak beriman kepada Nabi Saw. Hanya bedanya, Abu Lahab menentang dakwah Nabi Saw bahkan kerap kali berusaha menyakitinya, sementara Abu Thalib membantu dakwah beliau bahkan senantiasa melindunginya.

Adapun nama asli Abu Thalib adalah Abdu Manaf bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Namun kemudian lebih dikenal dengan nama Abu Thalib karena anak pertamanya adalah Thalib. Selain Thalib, ia masih memiliki anak yang lain, yaitu Ja’far bin Abi Thalib, Ali bin Abi Thalib, Aqil bin Abi Thalib, Fakhtihah binti Abi Thalib, dan Jumanah binti Abi Thalib.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Abi Hatim dalam kitab Al-Tsiqat berikut;

واما اولاد عبد المطلب فهم عشرة: عبد الله بن عبد المطلب والد رسول الله صلى الله عليه وسلم والزبير بن عبد المطلب والعباس بن عبد المطلب وحمزة بن عبد المطلب والمقوم بن عبد المطلب واسمه عبد العزى والحارث بن عبد المطلب والغيداق بن عبد المطلب وابولهب بن عبد المطلب وابو طالب بن عبد المطلب واسمه عبد مناف

Adapun anak-anak Abdul Muththalib adalah sepuluh orang; Abdullah, ayah Rasulullah Saw, Al-Zubair bin Abdul Muththalib, Al-Abbas bin Abdul Muththalib, Hamzah bin Abdul Muththalib, Al-Muqawwam bin Abdul Muththalib, namanya adalah Abdul ‘Uzza, Al-Harits bin Abdul Muththalib, Al-Ghaidaq bin Abdul Muththalib, Abu Lahab bin Abdul Muththalib, Abu Thalib bin Abdul Muthathalib, nama aslinya adalah Abdu Manaf.

Meski Abu Thalib melindungi Nabi Saw dalam berdakwah, namun ia enggan masuk Islam hingga ajal menjemputnya. Ini sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad, dari Abu Hurairah, dia berkata;

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعمِّهِ: قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ: لَوْلَا أَنْ تُعَيِّرَنِي قُرَيْشٌ يَقُولُونَ: إِنَّمَا حَمَلَهُ عَلَى ذَلِكَ الْجَزَعُ لأَقْرَرْتُ بِهَا عَيْنَكَ فَأَنْزَلَ اللهُ: إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ

Rasulullah Saw berkata kepada pamannya (Abu Thalib); Ucapkanlah ‘Laa ilaaha illallah’, dengannya aku akan bersaksi untukmu pada hari kiamat. Ia menjawab; Sekiranya orang-orang Quraisy tidak mencelaku, dengan mengatakan ‘Yang menjadikan ia masuk Islam adalah rasa takut semata’, sungguh aku akan mengakui syahadatmu di depanmu. Lalu Allah menurunkan ayat; Sesungguhnya kamu tidak bisa memberi petunjuk kepada siapa saja yang kamu sukai.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here