Orang yang Terkena Najis Batin Mudah Sebarkan Hoaks

1
214

BincangSyariah.Com – Dalam sebuah  riwayat dikisahkan, ada seseorang datang kepada Imam Ali Zainal Abidin dan berkata, “ Dengan apa saja kami diberi keutamaan ketimbang musuh-musuh kami (orang yang membenci Ahlul Bait) apakah mereka itu bentuknya lebih bagus dari kita?”.

Imam Ali Zainal Abidin menjawab, “Apakah kamu ingin melihat hakekat mereka…?”

Orang tersebut menjawab, “Ya”.

Kemudian Imam Ali Zainal Abidin mengusap wajah orang tersebut dengan tangannya, lalu berkata, “ Maka sekarang Lihatlah !”.

Orang tersebut menjawab, “ Semoga jiwaku menjadi tebusanmu aku tidak melihat satupun manusia dalam masjid ini, kecuali wujud mereka semuanya adalah hewan yang melata, kera dan anjing.”

Setelah itu Imam Ali Zainal Abidin mengusap wajah orang tersebut dengan tangannya, sehingga orang itu penglihatannya menjadi normal kembali.

Sifat-sifat hewani dalam diri kita, jika dibiarkan dan tidak berusaha dikikis, maka membentuk tubuh maknawi menjadi hewan, sesuai dengan wujud prilaku hewan yang paling dominan dalam diri manusia. Sebagai pelajaran bagi kita bahwasannya sifat suka menghina orang lain, mencaci, memaki dan suka menyalahkan orang lain adalah prilaku dan sifat Kalbiyyah (anjing) harus dijauhi dan ditinggalkan karena semua itu termasuk perbuatan yang jahat atau najis.

Sifat anjing yang negative adalah dia suka menggonggong ke orang lain, maknanya adalah manusia yang jiwanya Kalbiyyah yaitu suka memaki, menghina dan mencela dan menyakiti orang lain. Merasa paling suci dan benar sendiri, sehingga selain dirinya adalah salah, sehingga dia memperlakukan orang lain dengan sesukanya.

Salah satu sifat yang lemah dari ajing adalah selalu menjulurkan lidahnya, hal itu bermakna bahwa dalam diri manusia mempunyai kecenderungan tidak bisa menjaga lidah, sehingga seenaknya mengeluarkan kata-kata jorok dan memaki orang lain.

Baca Juga :  Saingi Hoaks! Yuk Berdakwah di Media Sosial

Untuk itu mengapa dalam Islam air liur anjing adalah najis, salah satu hikmahnya agar manusia harus bisa menjaga lidah dan mulutnya dari sifat-sifat tercela, karena semua perbuatan tersebut adalah dosa atau najis.

Kita sering melihat sinis dengan binatang anjing yang dianggap najis, tetapi kita tidak pernah sinis terhadap  diri kita yang di dalamnya banyak kotoran-kotoran hati/jiwa  yang najis.

Bahkan sangking benconya sering menjaga jarak dan menjauh ketika ada binatang anjing mendekat, tetapi tidak pernah bingung dan menjauh dari sifat-sifat yang hina dan najis dalam hati sendiri.

Banyak orang yang marah dan jijik ketika ada hewan anjing yang masuk masjid,  padahal dia tidak menggonggong lewat pengeras suara. Akan tetapi justru kita sering melihat dan mendengar orang-orang yang khutbah dengan menyebar kebencian, kedengkian, menghina dan menghujjat orang lain, serta menyebar hoaks lewat pengeras suara dengan lantang. Mereka itulah penyebar najis secara bathini ke dalam masjid dan hati para pendengarnya.

Kita sering jijik dan menjauhi anjing karena dianggap najis, akan tetapi sifat-sifat anjing kita pelihara di dalam jiwa, serta setiap hari justru kita berbuat najis.

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here