Tafsir Surah Yusuf 19-20; Nabi Yusuf Selamat dari Dasar Sumur

1
1198

BincangSyariah.Com – Setelah Allah Swt. menceritakan perilaku saudara-saudara Yusuf memasukanya ke dalam sumur, Dia menyampaikan penyelamatan-Nya kepada Yusuf dari cobaan tersebut. Terkait Nabi Yusuf selamat dari dasar sumur, Allah berfirman:

وَجَاءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُوا وَارِدَهُمْ فَأَدْلَى دَلْوَهُ قَالَ يَا بُشْرَى هَذَا غُلَامٌ وَأَسَرُّوهُ بِضَاعَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَعْمَلُونَ  .وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَاهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُوا فِيهِ مِنَ الزَّاهِدِينَ

Wa jā`at sayyāratun fa arsalụ wāridahum fa adlā dalwah, qāla yā busyrā hāżā gulām, wa asarrụhu biḍā’ah,wallāhu ‘alīmum bimāya’malụn. Wa syarauhu biṡamanim bakhsin darāhima ma’dụdah, wa kānụ fīhi minaz-zāhidīn

Artinya: Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir, lalu mereka menyuruh seseorang mengambil air, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata: “Oh kabar gembira, ini seorang anak muda!” kemudian mereka menyembunyikan dia sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf (Q.S.Yusuf: 19-20) (Baca: Tafsir Surah Yusuf 11-18; Kisah Tragis Nabi Yusuf, Dibuang di Dasar Sumur)

Orang-orang musafir yang dimaksud ialah mereka yang bepergian menuju ke kota, menurut sebagian ulama adalah mereka yang tersesat dalam perjalananya dari satu tempat ke tempat yang lain. Hal ini telah disampaikan oleh Abu Hayan al-Andalusi dalam karyanya al-Bahru al-Muhith.

Kalimat Yaa Busyra yang berarti kabar gembira dipahami oleh sebagian ulama sebagai kabar gembira dari seorang yang mengambil air kepada para sahabatnya. Namun sebagian ulama lainya memahaminya sebagai nama seseorang yang dipanggil oleh seorang pengambil air di sumur tersebut. Hal ini berdasarkan penyampaian Imam al-Thabari dalam karyanya Tafsir al-Thabari.

Imam al-Thabari memahami kalimat beberapa dirham saja dengan ukuran kurang dari empat puluh dirham. Dia dalam karyanya menampilkan perselisihan ulama lain dalam memahaminya, yaitu ada yang berpendapat dua puluh dirham, dua puluh dua dirham dan empat puluh dirham.

Baca Juga :  Membincang Hadis tentang Syam Tempat Aman dari Yajuj dan Majuj

Imam al-Qurthubi dalam karyanya Tafsir al-Qurthubi menyampaikan perselisihan ulama dalam memahami maksud dari kata mereka pada kalimat mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf, dalam penyampaianya sebagian ulama berpendapat mereka adalah saudara-saudara Yusuf, dan menurut sebagian lainya adalah seseorang yang menimba air sumur tersebut beserta para sahabatnya.

Setelah beberapa hari nabi Yusuf berada di dalam sumur, datanglah sekelompok musafir dan mereka beristirahat di dekat sumur tersebut. Sebagian dari mereka mengambilkan air minum dari sumur tersebut sebagai penghilang dahaga. Dalam sebagian versi seorang yang mengambilkan air tersebut bernama Malik bin Dza’ra al-Khaza’i.

Seorang laki-laki tersebut tanpa berpikir panjang langsung menimba air sumur dan disaat dia menarik timba ke arah atas, tiba-tiba dia melihat seorang laki-laki yang bergantung memegangi tali timba lalu dia berseru kepada kawan-kawanya sebagai rasa gembira menemukan seorang anak laki-laki dari dalam sumur. Lalu mereka mengambil dan merahasiakan Yusuf dari kelompok lain serta menjadikannya sebagai barang dagangan yang nantinya akan dijual ke kota.

Dalam versi Ibnu Abbas yang disampaikan oleh Imam Ibnu Katsir dalam karyanya Tafsir Ibnu Katsir bahwa saudara-saudara Yusuf setelah tiga hari memasukannya ke dalam sumur, mereka kembali ke sumur tersebut untuk melihat kabar keadaan Yusuf di dalamnya. Namun mereka tidak melihat Yusuf di dalam sumur, lalu mereka melihat bekas jejak para musafir dan mengikuti jejaknya kemudian mereka melihat Yusuf bersama sekelompok musafir. Saudara-saudara Yusuf berkata kepada para musafir “Ini adalah hamba kami yang kabur”. Sebab mereka merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf, akhirnya mereka menjualnya kepada sekelompok musafir tersebut.

Setelah para musafir sampai di kota, mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah sebab mereka merasa menjual barang temuan serta hawatir akan ketahuan oleh pemilik barang tersebut, oleh karenanya mereka tidak peduli berapa harga jual Yusuf yang terpenting segera laku dan mereka mendapatkan imbalan.

Baca Juga :  Lima Macam Syafaat Nabi di Hari Kiamat, Nomor Empat Dapat Keluarkan Pemaksiat dari Neraka

Kisah Nabi Yusu selamat dari dalam sumur itu bentuk penenang kepada Muhammad Saw. atas perlakuan orang-orang musyrik kepadanya serta sebagai bentuk pemberitahuan dari-Nya bahwa dengan kekuasaan-Nya Dia mampu melenyapkan perlakuan kaumnya kepada dirinya. Akan tetapi Muhammad disuruh untuk bersabar sejenak sebagaimana Yusuf bersabar atas perlakuan saudara-saudaranya dan Dia akan memberikan pertolongan kepada Muhammad Saw. sebagaimana Dia memberikan pertolongan kepada Yusuf serta menjadikanya sebagai pimpinan atas saudara-saudaranya.

Kedatangan para musafir dan mengambilnya mereka kepada Yusuf dari dalam sumur merupakan rencana Tuhan yang tak seorangpun mengetahuinya serta bentuk kasih sayang-Nya kepada Yusuf. Sebab Allah Swt. adalah Dzat yang maha mengetahui dan mengatur dengan yang terbaik sesuai hikmah dan kehendak-Nya.

Seorang yang memiliki derajat dan keistimewaan disisi-Nya dijual dengan harga yang murah, hal ini sebagai dalil diperbolehkanya menjual sesuatu yang berharga dengan nominal yang rendah.

Tuhan adalah Dzat Yang Maha Mengetahui atas semua ucapan dan perbuatan hamba-hamba-Nya dan Dia akan membalas semua ucapan dan perbuatan mereka.

Wallahu A’lam.

1 KOMENTAR

  1. […] Imam al-Qurthubi dalam karyanya Tafsir al-Qurthubi memahami arti tempat (dan layanan) yang baik dengan makna makanan dan pakaian yang baik. Imam al-Thabarai dalam karyanya Tafsir al-Thabari menyampaikan maksud dari kata manusia pada kalimat tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya, yaitu mereka orang-orang yang merasa tidak tertarik hatinya kepada Yusuf. Imam Ibnu Katsir dalam karyanya Tafsir Ibnu Katsir memahami kalimat cukup dewasa dengan makna telah sempurna akan dan fisiknya. (Baca: Tafsir Surah Yusuf 19-20; Nabi Yusuf Selamat dari Dasar Sumur) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here