Nabi Tak Mencaci-Maki

0
364

BincangSyariah.Com – Para sahabat Nabi saw. memberikan kesaksian bahwa Nabi Muhammad saw. adalah manusia paling baik di muka bumi ini, ahsan al-nas khalqan wa khuluqan, “orang terindah rupa dan jiwanya”. Beliau manusia yang tidak pernah berkata-kata buruk, apalagi mengutuk atau mencaci-maki orang lain, meskipun sering disakiti, dihina dan dicaci-maki. Mereka mengatakan:

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَاحِشًا وَلاَ لَعَّاناً ولا سَبَّاباً.

Nabi saw. bukanlah orang yang biasa berkata-kata jorok, bukan pengutuk dan bukan pula tukang cacimaki. (H.R. Muslim dari Anas).

Abu Hurairah, seorang sahabat Nabi saw. pernah meminta kepada Nabi agar mendoakan sial, kecelakaan, keburukan atau kesengsaraan bagi orang-orang musyrik yang telah melukai hati Nabi. Apa jawab Nabi? Beliau dengan rendah hati mengatakan:

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً. (رواه مسلم).

Aku tidak diutus Tuhan untuk mengutuk orang. Aku diutus hanya untuk menyebarkan kasih sayang. (HR. Muslim).

Anas bin Malik, sahabat Nabi yang saban hari di rumah dan melayani atau membantu beliau selama sepuluh tahun, memberikan kesaksiannya secara lebih detail tentang pribadi Nabi yang mulia itu:

عن أنس رضي الله عنه خَدَمْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِيْنَ، فَمَا سَبَّنِيْ سَبَّةً قَطٌّ، وَلاَ ضَرَبَنِي ضَرْبَةً، وَلاَ انْتَهَرَنِي، وَلَا عَبَسَ فِيْ وَجْهِيْ، وَلَا أَمَرَنِي بِأَمْرٍ فَتَوَانَيْتُ فِيهِ فَعَاتَبَنِي عَلَيهِ، فَإِنْ عَاتَبَنِيْ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ قَالَ: دَعُوهُ، فَلَوْ قُدِّرَ شَيءٌ كَانَ.

Aku membantu Nabi selama sepuluh tahun. Beliau tidak pernah sekalipun berkata-kata kasar, tidak pernah menyakitiku, tidak pernah membentakku, tidak pernah menunjukkan wajah masam di depanku. Bila menyuruh aku melakukan sesuatu lalu aku terlambat, beliau tidak pernah memarahiku. Bahkan bila ada salah seorang keluarganya memarahiku, beliau mencegahnya sambil mengatakan: ‘Biarkan saja. Bila Allah menghendaki sesuatu, itu pasti akan terjadi’. Suatu hari ada orang dari desa yang buang air di mesjid Nabi. Para sahabat yang melihatnya memarahi dan mau memukulnya. Tapi Nabi melarang: “Jangan lakukan itu. Ambil air saja lalu kalian siram air kencingnya.”

Baca Juga :  Kisah Nabi Muhammad dan "Tagar Ganti Nabi"

Pada saat yang lain Nabi saw. mengatakan:

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلاَ الْفَاحِشِ وَلا الْبَذِيْءِ. (رواه الترمذي والحاكم).

Orang yang suka mencela, yang suka mengutuk, yang suka berkata-kata jelek dan bodoh, bukanlah orang mukmin (yang baik).

Alquran menyatakan,

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا.

Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti hati orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan, maka dia benar-benar telah melakukan kedustaan dan dosa yang nyata. [Q.S. al-Ahzab (33): 58].

[Tulisan ini disadur dari buku Lawaamii’ al-Hikmah ‘Pendar-pendar Kebijaksanaan’]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.