Nabi Melakukan Shalat Ghaib Atas Empat Orang Ini

2
525

BincangSyariah.Com – Ketika jenazah berada di tempat yang jauh atau berada di negara lain, maka kita dianjurkan untuk melakukan shalat ghaib atasnya. Dalam kitab-kitab hadis disebutkan bahwa Nabi Saw pernah melakukan shalat ghaib atas jenazah yang berada di tempat jauh. (Baca: Tata Cara Shalat Ghaib Lengkap)

Bahkan dalam kitab Shalatul Ghaib; Dirasah Fiqhiyah Muqaranah, Hasamuddin menyebutkan bahwa Nabi Saw pernah melakukan shalat ghaib atas empat jenazah selama hidup beliau. Keempat jenazah tersebut adalah sebagai berikut;

Pertama, Najasyi, Raja Habasyah. Terdapat banyak hadis yang meriwayatkan mengenai shalat ghaib yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya atas jenazah Najasyi. Di antaranya adalah hadis riwayat Imam Bukhari dari Abu Hurairah, dia berkata;

نَعَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ إِلَى أَصْحَابِهِ النَّجَاشِيَّ ثُمَّ تَقَدَّمَ فَصَفُّوا خَلْفَه فَكَبَّرَ أَرْبَعً

Nabi memberitakan kepada para sahabatnya tentang kematian Al-Najasyi, kemudian beliau maju (unutk mengimami), maka kami membuat shaf di belakang beliau, dan beliau bertakbir empat kali.

Kedua, Mu’awiyah bin Mu’awiyah Al-Muzani. Ini sebagaimana hadis riwayat Imam Al-Thabrani dari Abu Umamah, dia berkata;

 أتى رسول الله جبريل وهو بتبوك فقال: يا محمد اشهد جنازة معاوية بن معاوية المزني، فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم، ونزل جبريل عليه السلام في سبعين ألفا من الملائكة، فوضع جناحه الأيمن على الجبال فتواضعت، ووضع جناحه الأيسر على الأرضين فتواضعت، حتى نظر إلى مكة والمدينة، فصلى عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم وجبريل والملائكة عليهم السلام فلما فرغ قال: يا جبريل بم بلغ معاوية هذه المنزلة؟ قال: بقراءته: قل هو الله أحد، قائما وراكبا وماشيا

Malaikat Jibril mendatangi Rasulullah Saw ketika beliau di Tabuk. Malaikat Jibril berkata; Wahai Muhammad, saksikanlah shalat jenazah Mu’awiyah bin Mu’awiyah Al-Muzani (di Madinah). Rasulullah Saw keluar (dari Tabuk), sementara Malaikat Jibril turun bersama 70.000 malaikat. Malaikat Jibril menurunkan sayap kanan di atas bukit hingga merendah. Ia juga meletakkan sayap kirinya di atas tanah sampai merendah hingga ia dapat melihat Kota Mekkah dan Madinah. Rasulullah Saw bersama Malaikat Jibril dan ribuan malaikat kemudian menshalatkan jenazah Mu’awiyah. Setelah selesai, Rasulullah Saw bertanya; Wahai Jibril, dengan amalan apa Mu’awiyah mendapatkan derajat begitu tinggi ini?. Malaikat Jibril menjawab; Mu’awiyah lazim membaca surah Al-Ikhlas saat berdiri, berkendaraan, dan berjalan kaki.

Baca Juga :  Hukum Merawat Jenazah Orang Gila

Ketiga dan keempat, Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib. Ini berdasarkan riwayat yang disebutkan oleh Imam Al-Waqidi dalam kitab Al-Maghazi bahwa ketika terjadi perang Mu’tah, Nabi Saw bersabda;

أخذ الراية زيد بن حارثة فمضى حتى إستشهد وصلى عليه ودعا له وقال: استغفروا له وقد دخل الجنة وهو يسعى. ثم أخذ الراية جعفر بن أبي طالب فمضى حتى استشهد فصلى عليه رسول الله ودعا له وقال استغفروا له وقد دخل الجنة فهو يطير فيها بجناحين حيث شاء

Zaid bin Haritsah mengambil bendera dan terus berlanjut hingga beliau syahid. Kemudian Nabi Saw shalat untuknya dan mendoakannya. Beliau bersabda; Kalian mohon ampunlah untuk dia karena dia telah masuk surga dalam keadaan berlari. Kemudian Ja’far bin Abi Thalib mengambil bendera dan terus berlanjur hingga dia syahid. Kemudian Rasulullah Saw shalat dan mendoakannya, dan beliau bersabda; Kalian minta ampunlah untuk dia karena dia telah masuk surga, dia terbang di surga dengan kedua sayapnya kemanapun dia mau.

2 KOMENTAR

  1. […] BincangSyariah.Com – Saat ini karena adanya pandemi corona, ketika ada tetangga kita atau kerabat kita meninggal, kita tidak bisa melaksanakan shalat jenazah secara langsung. Kita hanya bisa melakukan shalat ghaib atas jenazah tersebut, meskipun jaraknya sangat dekat atau masih dalam satu kampung atau satu wilayah. Bagaimana hukum melaksanakan shalat ghaib pada jenazah yang masih satu kampung, apakah boleh? (Baca: Nabi Melakukan Shalat Ghaib Atas Empat Orang Ini) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here