Karena Sering Memberi Makanan, Nabi Ibrahim Diangkat Menjadi Khalilullah

0
1246

BincangSyariah.Com – Secara bahasa, khalilullah artinya kekasih Allah. Kemudian dalam Al-Quran, khalilullah ini digunakan sebagai gelar Nabi Ibrahim. Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasaihnya. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah Al-Nisa’ ayat 125 berikut;

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah menjadikan Ibrahim sebagai kekasihnya.

Sebab apa Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai khalilullah? Dalam masalah ini, para ulama berbeda pendapat mengenai sebab-sebab Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Namun mereka semua sepakat bahwa di antara sebab yang menjadikan Nabi Ibrahim sebagai khalilullah adalah karena dia sering memberi makanan kepada orang lain.

Hal ini sebagaiman disebutkan dalam riwayat yang disebutkan oleh Imam Al-Wahidi dalam kitab Asbabu Nuzulil Quran, dari Sayidina Umar, dia berkisah;

قال رسول الله – صلى الله عليه وسلم – : يا جبريل لم اتخذ الله إبراهيم خليلا ؟ قال : لإطعامه الطعام يا محمد

Rasulullah Saw bertanya; ‘Wahai Jibril, karena apa Allah menjadikan Nabi Ibrahim sebagai kekasih-Nya? Jibril menjawab; ‘Karena dia memberi makanan, wahai Muhammad.’

Ini juga sebagaimana disebutkan oleh Abu Nua’im Al-Ashbihani dalam kitab Hilyatul Awliya wa Thabaqatul Ashfiya, bahwa Nabi Ibrahim pernah bertanya kepada Malaikat Maut yang diutus oleh Allah;

فبم اتخذني ربي خليلا ؟ قال : إنك تعطي الناس ولا تسألهم .

Sebab apa Tuhanku menjadikan aku sebagai khalil (kekasih) –Nya? Malaikat maut menjawab; ‘Karena sesungguhnya engkau suka memberi kepada manusia dan engkau tidak pernah meminta kepada mereka.

Baca Juga :  Aktualisasi Nilai-nilai Kurban dalam Membentuk Keluarga Sakinah

Melalui riwayat dan kisah di atas, dapat kita bahwa untuk menjadi orang yang dicintai oleh Allah, kita tidak hanya perlu beribadah kepada Allah melalui shalat dan zikir, tapi juga perlu berbuat baik kepada orang lain dengan membantu mereka, baik dengan memberi makanan, dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here