Mi’yar al-‘Ilm Karya Imam al-Ghazali

0
926

BincangSyariah.Com – Selain kitab Ihya Ulumuddin dan Tahafut al-Falasifah, ada satu lagi karya al-Ghazali yang penting dan sangat berpengaruh dalam dunia Islam. Karya itu berjudul Mi’yar al-‘Ilm. Mungkin agak riskan jika kita mengkategorikan kitab ini sebagai karya al-Ghazali yang berpengaruh. Pasalnya, baik secara konten maupun tingkat pengaruhnya, Mi’yar al-‘Ilm ini tidak sebanding dengan kitab Ihya Ulumuddin dan Tahafut al-Falasifah. Pandangan ini bisa dikatakan benar jika memang yang difokuskan kepada kitab ini saja.

Akan tetapi jika kita melihat daftar karya al-Ghazali yang berfokus kepada bidang logika, kitab Mi’yar al-‘Ilm ini merupakan karyanya yang paling lengkap dan sistematis yang menjelaskan logika Yunani. Dan saya kira cukup mewakili semua pandangan al-Ghazali tentang logika.

Kendati demikian, yang dimaksud dengan kitab ini sebagai kitab yang berpengaruh bukan semata terletak kepada konten dan substansi pemikirannya tapi semua usaha yang dikerahkan al-Ghazali dalam menyerukan para intelektual Islam di masa itu untuk mengadopsi logika Aristoteles sebagai perangkat berfikir dan alat permenungan dalam berbagai cabang keilmuan Islam.

Melalui usaha ini, baik secara sadar maupun secara tidak sadar, al-Ghazali merintis arah baru metode ilmu kalam yang sering disebut Ibnu Khaldun sebagai Tariqat al-Mutaakhirin. Tariqat al-Mutaakhirin merupakan sebuah mode berfikir baru dalam ilmu kalam yang lepas dari metode yang diadopsi dari Mutazilah, yakni Istidlal bi-s-syahid ala al-ghaib, dan pondasi-pondasi nalar yang mereka gunakan untuk membela madzhab mereka.

Sementara itu, para pemikir Asyariyyah mengadopsi metode Mu’tazilah ini untuk membangun madzhab Ahlu Sunnah berdasarkan kepada pondasi-pondasi nalar yang rasional. Kendati demikian, di masa al-Ghazali, madzhab Asyariyyah mengalami krisis pemikiran terutama pasca al-Baqillani memperkenalkan konsep ahwal yang berimplikasi kepada tidak diperlukannya lagi metode Mutazilah ini.

Baca Juga :  Minhajul A'immah: Naskah Tunggal Fikih Empat Mazhab di Minangkabau

Sampai di sini, al-Ghazali memandang perlunya mengadopsi logika Aristoteles sebagai landasan berpikir dalam madzhab. al-Ghazali banyak menulis karya-karya mengenai bidang logika dan berusaha menahbiskannya di kalangan para teolog ahlu sunnah sebagai metode baru yang harus digunakan untuk menyelamatkan aliran Asyariyyah dari krisis pemikiran.

Usaha yang dilakukan oleh al-Ghazali ini telah membukakan jalan bagi ilmu kalam Asyariyyah. Terutama seperti di tangan Fakhruddin ar-Razi, untuk menjadikan kalam yang sangat filosofis yang mengganti posisi pandangan metafisika para filosof Muslim; metafisika Ibnu Sina; dan bahkan lebih diperkaya lagi. Ar-Razi melalui pengaruh dari al-Ghazali mengadopsi metafisika Ibnu Sina secara penuh baik mengadopsi konsep-konsepnya maupun metode secara sekaligus.

Sekedar sebagai contoh, ar-Razi dalam karyanya yang terkenal Muhassal Afkar al-Mutaqaddimin wa al-Mutaakhirin mencampur adukkan konsep-konsep filsafat dengan konsep-konsep ilmu kalam. Misalnya istilah seperti tashawwur dan tashdiq yang disandingkan dengan istilah-istilah kalam seperti dalil dan bagian-bagiannya.

Dalam kitab ini juga disebutkan bahwa kenyataan itu dibagi menjadi dua seperti wajib dan mumkin. Ini adalah istilah-istilah filsafat. Namun dalam kitab ini juga disebutkan istilah qadim dan muhdath yang merupakan istilah yang khas dalam ilmu kalam (kita akan membahas lebih jauh tentang campur aduknya istilah kalam dan filsafat melalui karya-karya Fakhruddin ar-Razy dan al-Iji dalam kesempatan lain).

Dengan demikian jelaslah bahwa al-Ghazali melalui karya tentang logika, Mi’yar al-‘Ilm (dan lain-lain) menahbiskan metode baru dalam babak sejarah ilmu-ilmu keislaman, terutama ilmu kalam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here