Metode Dakwah Nabi Menurut Kiai Ali Mustafa Yaqub

2
653

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, berdakwah merupakan salah satu kewajiban yang mesti dilaksanakan oleh setiap Muslim, apalagi bagi mereka yang diberi kelebihan harta dan ilmu pengetahuan tentang agama Islam. Dalam al-Quran ataupun kitab-kitab Hadis, banyak sekali ditemukan ayat-ayat atau Hadis-hadis Nabi Saw yang mencela orang-orang yang enggan dalam berdakwah. Sebagaimana firman Allah Swt. dalam surat al-Baqarah ayat 159 : “Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan (tidak menyampaikan) apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknat pula oleh semua makluk yang melaknati”.

Ayat ini menegaskan bahwa kutukan dan laknat Allah akan diturunkan kepada umat Islam yang tidak mau menyampaikan ajaran agama Islam. Dengan arti lain, berdakwah merupakan langkah untuk menolak marah dan laknat Allah SWT serta jalan untuk mencapai ridha-Nya.

Dalam menjalankan misinya, yaitu mengembangkan ajaran Islam, sehendaknya para dai memahami serta mencontoh dakwah Nabi Saw. sehingga dakwah yang dilakukan tidak sia-sia dan bisa mencapai keberhasilan sebagaimana yang dicapai Rasullah ketika berdakwah dahulu.

Kiai Ali Mustafa Yaqub rahimahullah dalam salah satu buku beliau, yaitu “ Sejarah dan Metode Dakwah Nabi Saw” menyebutkan beberapa pendekatan atau metode dakwah yang menjadi kunci keberhasilan dakwah Nabi Saw. Metode-metode tersebut, selain lahir dari ide Nabi Saw sendiri, berlandaskan kepada ayat al-Quran yang terdapat dalam surat an-Nahl ayat 125, yang berbunyi :

ادْعُ إِلى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Berserulah ke jalan Tuhanmu dengan (metode) hikmah, mau’dhah hasanah, dan diskusi dengan cara yang baik”.
Ayat ini dengan jelas memaparkan tiga metode (cara) dakwah yang diperintahkan Allah kepada Rasul-Nya (Nabi Saw). Yaitu dengan Hikmah, Mau’izhah Hasanah, dan Berdiskusi dengan baik.

Baca Juga :  Ngabuburit dalam Pandangan Islam

Pertama, dengan Hikmah. Menurut imam as-Syaukani, makna kata “Hikmah” yang terdapat dalam ayat ini adalah ucapan-ucapan yang tepat dan benar. Dalam tafsiran lain, ada juga yang memaknai dengan “argument-argumen yang kuat dan meyakinkan”.

Sementara itu, Sayyid Qutb menjelaskan bahwa dakwah dengan hikmah ini akan berhasil jika tiga faktor yang dibawah ini diperhatikan. Yaitu keadaan dan situasi orang-orang yang didakwahi (objek dakwah), kadar atau ukuran materi dakwah yang disampaikan agar mereka tidak merasa keberatan dengan beban materi tersebut, dan metode penyampaian materi dakwah, dengan membuat variasi sedemikian rupa yang sesuai dengan kondisi pada saat itu.
Kedua, Mau’izhah Hasanah. Adapun yang dimaksud dengan al-Mau’izhah al-Hasanah adalah ucapan yang berisi nasihat-nasihat yang baik di mana ia dapat bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya.

Artinya, seorang dai semestinya berdakwah dengan paparan kata-kata yang penuh berisi dengan nasehat-nasehat keagamaan, sehingga orang yang mendengarkannya dapat mengambil pelajaran yang baik dan agamis dari apa yang disampaikan tersebut.

Ketiga, berdiskusi yang baik. Metode ini merupakan salah satu metode dakwah nabi yang berhasil mengembangkan agama Islam. Banyak kaum non Islam yang terbuka hati dan pikiran mereka setelah berdiskusi dengan Nabi Saw. Tentunya, diskusi yang dilakukan Nabi Saw ini dilakukan dengan cara yang lemah lembut, sopan serta tidak menyakiti hati lawan diskusi. Semoga tiga metode dakwah diatas dapat kita terapkan, agar dakwah yang kita lakukan berhasil dalam mengembangkan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamiin.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

2 KOMENTAR

  1. Assalamu’alaikum mas, mungkin bisa dikirim file pdf-nya buku KH. Ali Mustofa Ya’kub yang judulnya “Sejarah dan Metode Dakwah Nabi SAW”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here