Merupakan Akhlak Tercela, Ini Kisah Ulama yang Ingin Selalu Dihormati

5
1122

BincangSyariah.Com – Menghormati sesama itu bentuk ahlak mulia, yang tua menghargai yang muda, dan yang muda menghormati yang lebih tua. Hal tersebut bersifat umum bagi siapa pun saja. Antara guru dan murid, orang tua dan anak, bahkan antara tetangga, kita harus saling menghormati, dan tidak boleh meremehkan orang lain. (Baca: Ciri Sifat Sombong Menurut Nabi)

Penghormatan pada orang lain adalah bentuk eksistensi dari mengaplikasikan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah saw., beliau bersabda:

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا

“Bukan golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda atau tidak menghormati yang lebih tua” (HR. at-Tirmidzi no. 1842 dari shahabat Anas bin Malik).

Menghormati orang lain adalah suatu anjuran, tetapi meminta dihormati termasuk akhlak  tercela. Kebanyakan orang awam menghormati para ulama tetapi terkakadang ada sebagian ulama ingin dihormati disebabkan ia mempunyai prioritas keilmuan. K.H. Ahmad Asrori bin ‘Utsman Al-Ishaqi, dalam karya-Nya Al-Muntakhobat (juz 1, hlm. 37)  mengisahkan mengenai kisah seorang tokoh ulama yang ingin dihormati:

حكاية :  قد اجتمع الامام الشيخ عبادة المالكي بسيدنا الشيخ أبي مدين شعيب المغربي – رضي الله عنه-  فلم يعظمه ولم يلتفت إليه، فقال ”يا سيدي ما منعك أن تعطيني حقي في الإكرام ؟  فقال له : ” كيف، وأنت مشرك.  فقال له: ” وما وجه إشراكي؟.  قال : ”حالك الذي أنت فيه الآن وطلبك التعظيم والخضوع لك وليس ذالك إلا لله عز وجل، فمن يطلب أن يكون له مثله كيف يكرم؟ وإنما يستحقه الإهانة والإحتقار.   فسكت الشيخ عبادة المالكي ساعة، ثم قال : ” أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا رسول الله، تبت إلى الله تعالى، وهذا أوان دخولي في الإسلام”  يعني كماله

Dikisahkan, Syekh Ubadah al-Maliki berkumpul satu majlis dengan Syekh Abi Madyan al-Maghribi namun ternyata Syekh Abi Madyan tidak sedikitpun menaruh hormat serta tidak menghiraukannya.

Syekh Ubadah berkata : “Wahai tuan, apa yang membuat dirimu tidak menghormatiku?”

Syekh Abi Madyan menjawab : “Bagaimana mungkin aku menaruh hormat, sementara dirimu sedang syirik.”

“Dari sudut pandang mana aku dikatakan  syirik, Tuan?” kata Syekh Ubadah bertanya. “Iya dari sikapmu itu, engkau minta d hormati dan diagungkan, padahal pengagungan hanya hak prioritas Allah semata. Jika ada orang bersikap seperti Allah maka bagaimana mungkin pantas dihormati, dia lebih pantas dihina dan direndahkan,” jawab syekh Abi Madyan al-Maghribi.

Mendengar jawaban Syekh Abi Madyan, Syekh Ubadah terdiam sejenak lalu berkata: “Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad adalah utusan Allah, sekarang saya tobat dan saat ini pula merupakan hari pertamaku masuk Islam (yang sempurna)”.

Dari kisah diatas kita dapat memetik hikmah, bahwa ingin dihormati orang lain termasuk perbuatan tercela, dan akan menimbulkan rasa lebih terhormat dari orang lain. Jadilah orang terhormat karna kapasitas keilmuan tetapi jangan meremehkan atau meminta dihormati orang lain.

Wallahu A’lam Bissawab

100%

5 KOMENTAR

  1. […] Wajib bagi kalian untuk jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa pada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga. Dan seseorang senantiasa jujur dan memilih kejujuran sehingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan takutlah kalian dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan durhaka itu membawa ke neraka. Dan seseorang senantiasa berdusta dan memilih berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta. (Baca: Merupakan Akhlak Tercela, Ini Kisah Ulama yang Ingin Selalu Dihormati) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here