Merayakan Malam Idulfitri dengan Takbir Keliling

0
1628

BincangSyariah.Com – Takbir keliling pada malam Idulfitri merupakan salah satu cara umat Islam untuk menyemarakkan dan menyambut hari raya Idulfitri atau yang sering dikenal dengan malam takbiran. Tetapi takbir keliling ternyata merupakan salah satu kegiatan yang terkadang dipertanyakan hukumnya oleh sebagaian masyarakat. Apakah itu sesuatu yang disyariatkan dalam Islam ataukah tidak?

Masalahnya riwayat mengatakan bahwa Rasul bertakbir saat hendak pergi shalat Idulfitri hingga sebelum imam menegakkan shalat Idulfitri bukan dari malam Idulfitri. Sebagaimana dalam Hadis berikut

كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idulfitri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir.”

Memang tidak ada riwayat yang mengatakan sunahnya takbiran pada malam Idulfitri, tetapi dalam sebuah hadis ada anjuran untuk menghidupkan malam Idulfitri. Anjuran tersebut berdasarkan hadis riwayat Imam Syafi’i dan Ibnu Majah yang diriwayatkan dari sahabat Abu Umamah berikut ini

من أحيا ليلتي العيدين لله محتسبا لم يمت قلبه يوم تموت القلوب.

Artinya;  Barang siapa yang menghidupkan malam Idulfitri, maka hatinya tidak akan mati di saat hati-hati yang lainnya telah mati

Maka berdasarkan kedua hadis di atas menurut Imam Nawawi, mayoritas ulama mengatakan sunah hukumnya untuk menghidupkan malam Idulfitri dengan bertakbir di sebagian besar waktu malam Idulfitri. Ada pula yang berpendapat satu jam pun sudah cukup dan mampu menghidupkan malam Idulfitri.

Sebagaimana dalam firman Allah berikut ini

وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Baca Juga :  Masbuk saat Jemaah Salat Idulfitri

Artinya; Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa) nya dan hendaklah kamu bertakbir atau mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. (QS. Al-Baqarah 185)

Menurut Muhammad Thahir bin Asyur dalam Tafsir at-Tahrir wa at-Tanwir, bertakbir atau mengagungkan Allah merupakan bentuk syukur paling tinggi bagi seorang hamba kepada Rab-nya. Karena pengagungan tersebut lahir dari rasa syukur sebab telah diberikan kesempatan meraih kemenangan Idulfitri setelah menjalankan puasa Ramadan sebulan lamanya.

Waktu disunahkan bertakbir dimulai sejak hilal bulan Syawal terlihat, atau pada malam terakhir Ramadan  sampai selesai shalat Ied, sebagaimana penjelasan Imam al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya menukil perkataan Imam Syafi’i yang meriwayatkan hadis dari Sa’id bin Musayyab dan ‘Urwah bin Salamah yang mengatakan bahwa mereka, para sahabat, bertakbir dan bertahmid pada malam Idulfitri bersama-sama

Demikian juga dijelaskan Imam Nawawi dalam Alazkar, bahwa takbir sunah digemakan di semua tempat seperti di rumah, jalanan, masjid, atau sedang di tengah keramaian massa yang berkerumun, sejak matahari terbenam di akhri bulan Ramadan hingga Shalat Ied dilaksanakan. Sebagaimana penjelasan Imam Nawawi berikut ini:

ويستحب في عيد الفطر من غروب الشمس إلى أن يحرم الإمام بصلاة العيد، ويستحب ذلك خلف الصلوات وغيرها من الأحوال. ويكثر عند ازدهام الناس، ويكبر ماشيا وجالسا ومضطجعا، وفي طريقه، وفي المسجد، وعلى فراشه.

“Disunahkan (takbir) pada malam Idulfitri dari tenggelamnya matahari hingga saat Imam takbiratul ihram dalam shalat Id. Sunah bertakbir setiap selesai menyelesaikan salat atau di waktu-waktu lainnya, dan memperbanyak takbir di tengah keramaian massa yang berkerumun. Hendaknya bertakbir ketika dalam keadaan jalan kaki, saat duduk atau berbaring, saat di jalan, di masjid atau saat berada di atas tempat tidur.”

Baca Juga :  Hukum Takbiran pada Malam Idul Fitri

Kegiatan takbir keliling ini merupakan tradisi yang perlu dirawat dan dijaga keberlangsungannya. Karena tradisi ini termasuk satu dari sekian tradisi baik yang dapat mempererat hubungan persaudaraan umat muslim, serta memupuk persatuan dan sikap toleransi.

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here