Menyentuh Alquran bagi Orang yang Berhadas

0
1511

BincangSyariah.Com – Dalam fiqih, hadas di bagi dua; hadas kecil dan hadas besar. Hadas kecil adalah perkara yang mewajibkan wudhu, sedangkan hadas besar adalah perkara yang mewajibkan mandi wajib. Apabila tidak ada air atau sebab lain yang mengakibatkan tidak dapat wudhu dan mandi wajib, maka harus diganti dengan tayamum.

Bersuci dari hadas, baik kecil maupun besar, termasuk amalan penting dalam Islam. Banyak ibadah dalam Islam yang tidak boleh dilakukan kecuali dalam keadaan suci dari hadas. Dalam kondisi sedang hadas, dilarang mengerjakan ibadah yang menuntut keadaan diri bersih dan suci dari hadas, seperti shalat, thawaf dan lain sebagainya.

Dalam kitab Safinah al-Najah, Syaikh Salim bin Abdillah menyebutkan empat perkara yang mengakibatkan timbulnya hadas kecil sehingga mewajibkan melakukan wudhu, yaitu sesuatu yang keluar dari lubang kemaluan kecuali sperma, hilang akal, menyentuh kemaluan dan menyentuh kulit lawan jenis.

Ketika dalam kondisi hadas kecil, maka dilarang melakukan shalat, thawaf, menyentuh dan membawa Alquran.

Selanjutnya Syaikh Salim bin Abdullah menyebutkan enam perkara yang mengakibatkan hadas besar sehingga mewajibkan mandi wajib, yaitu bertemunya dua kemaluan, keluar sperma, keluar darah haid, keluar darah nifas, melahirkan dan meninggal dunia.

Ketika dalam keadaan hadas besar karena janabah, baik disebabkan bersetubuh atau keluar sperma, maka dilarang melakukan shalat, thawaf, menyentuh dan membawa Alquran, berdiam diri dalam masjid dan membaca Alquran.

Sedangkan ketika dalam keadaan hadas besar karena keluar darah haid atau darah nifas, maka ada sepuluh perkara yang dilarang untuk dikerjakan, yaitu shalat, thawaf, menyentuh dan membawa Alquran, berdiam diri dalam masjid, berpuasa, melakukan talak, lewat dalam masjid apabila khawatir darahnya mengotori masjid dan bersenang-senang dengan pasangan di antara pusar dan lutut.

Baca Juga :  Kisah Imam Malik 49 Tahun Shalat Subuh dengan Wudhu Isya’

Melalui penjelasan di atas, dapat diketahui dengan jelas bahwa menyentuh Alquran dilarang bagi orang yang sedang dalam kondisi hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar, baik hadas besar disebabkan karena janabah maupun karena keluar haid dan nifas.

Dalam kondisi sedang hadas, seseorang dilarang menyentuh Alquran, karena hal ini termasuk bagian dari perkara yang menuntut keadaan diri bersih dan suci dari hadas. Sehingga seseorang yang sedang dalam kondisi hadas tidak diperbolehkan menyentuh Alquran kecuali setelah dia bersuci, untuk hadas kecil dengan berwudhu sedangkan hadas besar dengan mandi wajib.

Lantas seperti apa batasan larangan menyentuh Alquran bagi orang yang sedang dalam kondisi Hadas?

Mayoritas ulama mengatakan bahwa orang yang sedang dalam kondisi hadas tidak boleh menyentuh Alquran, seluruh maupun sebagiannya, dengan bagian telapak tangan maupun bagian tubuh yang lain. Hanya saja sebagian ulama membolehkan menyentuh Alquran dengan menggunakan pembatas selama pembatas tersebut bukan bagian dari Alquran. Misalnya seperti menyentuh Alquran dengan sarung tangan, maka hal ini diperbolehkan karena sarung tangan ini berfungsi sebagai pembatas. Ketika menggunakan pembatas, maka yang disentuh secara langsung adalah pembatasnya bukan Alquran.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here