Menjenguk Non Muslim yang Sakit

0
613

BincangSyariah.Com – Islam telah mendorong umatnya untuk selalu berbuat baik kepada sesama umat muslim maupun non muslim. Lalu bagaimana dengan hukum menjenguk non muslim yang sakit?

Syekh Ahmad Ath-Thayyib, Grand Syekh Al-Azhar Kairo Mesir di dalam Darul Ifta’ Al-Misriyyah menjelaskan bahwa tidak ada larangan untuk kita (umat muslim) untuk mengasihi orang-orang non muslim. Hal ini berdasarkan pada surah Al-Mumtahanah ayat 8 sebagai berikut.

لَا يَنْهَاكُمُ اللهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ [الممتحنة: 8].

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Oleh sebab itu, maka selama seseorang itu bukanlah orang yang mengusir dan memerangi kita maka tidak ada larangan secara syara’ untuk berbuat baik kepadanya, tidak ada larangan juga untuk mengunjunginya ketika sakit. Bahkan di dalam hadis pun disebutkan bahwa Nabi saw. pernah menjenguk budaknya yang non muslim / bangsa Yahudi.

عن أنس رضي الله عنه قال: كَانَ غُلَامٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ: «أَسْلِمْ»، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ، فَقَالَ: أَطِعْ أَبَا الْقَاسِمِ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ: «الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنْ النَّارِ. رواه البخاري

Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, “Ada anak laki-laki Yahudi yang biasanya melayani Nabi saw. sakit, lalu Nabi saw. menjenguknya. Beliau duduk di sisi kepala anak itu dan bersabda, “Masuk Islamlah.” Anak laki-laki itu pun memandang ke arah ayahnya yang ada di sampingnya. “Taatilah Abul Qasim.” Lalu, anak itu masuk Islam, Nabi saw. keluar seraya bersabda, “Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkannya dari neraka.” (H.R. Al-Bukhari)

Baca Juga :  Fatimah Binti Ubaidullah; Pendidik Pertama Imam Syafi’i

Ulama’ telah menjadikan dasar hadis tersebut sebagai kebolehan menjenguk non muslim yang sedang sakit, baik yang beragama Kristen, Yahudi, maupun lainnya. Syekh Ahmad Ath-Tahyyib juga menjelaskan bahwa Allah swt. juga tidak melarang umat muslim untuk berbuat baik kepada orang non muslim, takziyah kepadanya ketika terkena musibah, dan mengantarkan jenazahnya.

Semuanya boleh, karena hal itu menunjukkan pada keramahan agama ini dan memuliakannya kepada yang lainnya. Tentunya selama tidak menyalahi akidah dan syariat Islam. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here