Menimbang Nilai Silaturahmi dalam Politik “Blusukan”

1
630

BincangSyariah.Com – Pada umumnya saat berlangsungnya kampanye di negara kita, selain mengumpulkan masyarakat di suatu tempat, kampanye juga kerap dilakukan dalam bentuk memberikan fasilitas sebagai bentuk apresiasi atas kedatangan masyarakat menghadiri acara tersebut, seperti pembagian amplop, bahan pokok, sembako maupun hal lain yang membuat masyarakat senang dan bahagia.

Mengutip hadis Nabi Saw.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول من سره أن يبسط له في رزقه أو ينسأ له في أثره فليصل رحمه (رواه البخاري ومسلم)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia mendengar Rasulullah Saw. bersabda, “barangsiapa yang senang apabila dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahmi).

Kehendak ingin bertemu dan menyapa masyarakat di masa kampanye ini adalah tujuan utama guna memperkenalkan diri dan mensosialisasikan rancangan program kerja. Terlebih apabila yang dikunjungi mayoritas mereka beragama Islam, karena tidak lain adalah bagian dari anjuran dan perintah Nabi saw. dan ini dibenarkan oleh agama. Adapun jika kampanye dimaknai secara fundamental, maka kegiatan ini merupakan bagian dari praktik dan implementasi nilai-nilai kesunahan.

Pada prosesnya, ketika berlangsungnya acara kampanye atau blusukan melihat realitas kehidupan masyarakat, maka akan dapat ditemukan berbagai macam kondisi sosial maupun ekonomi, sehingga jika menemukan kekurangan ataupun kegelisahan di antara masyarakat tersebut, bisa langsung ditindak atau menjadi catatan dan PR bersama untuk menutupi kekurangan itu.

Maka kegiatan kampanye dan silaturahim dengan berlandaskan niat dan tekad baik adalah bagian dari ibadah, terlebih jika terpilih menjadi pemimpin, tentunya akan lebih mudah membantu dan menyejahterakan masyarakat dengan wasilah tongkat kepemimpinan yang diamanahkan kepadanya. Lain dari itu, hal ini akan bertolak belakang apabila sudah terpilih atau tidaknya sebagai pemimpin kemudian ia lupa dan tak lagi menjaga ikatan kekeluargaan seperti sebelumnya saat masa kampanye berlangsung. Ini bisa dilihat dari hadis Nabi Saw. yang berbunyi:

Baca Juga :  Empat Manfaat Menyambung Tali Silaturahmi

عن النبي ﷺ قال لا يدخل الجنة قاطع رحم. رواه مسلم

 “Tidaklah masuk surga seseorang yang memutus tali silaturahmi.” (HR. Muslim)

Oleh karena itu, memutus tali silaturahmi adalah perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Jangan jadikan kampanye ini hanya sebatas kepentingan sesaat, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk hidup bermasyarakat. Sejatinya, bahwa seseorang yang setia menjaga ikatan kekeluargaan akan senantiasa mendapatkan keberkahan di masa hidupnya, Amin.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here