Mengulik Rencana Manusia Untuk Tinggal di Planet Lain

0
26

BincangSyariah.Com – Rencana manusia untuk tinggal di planet lain telah muncul sejak lama. Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat cita-cita manusia untuk tinggal di planet lain akan terwujud dalam waktu yang lebih dekat. Cita-cita ini mendapat dukungan dari banyak orang yang merasa bahwa bumi tak bisa diharapkan untuk masa depan kehidupan manusia.

Cita-cita tersebut ingin direalisasikan oleh Elon Musk yang merupakan pendiri, CTO, dan CEO SpaceX, CEO dan arsitek produksi Tesla, pendiri The Boring Company, dan pendiri Neuralink. Sayangnya, cita-cita tersebut dibantah oleh Michael Mayor, seorang astrofisikawan yang juga penerima Hadiah Nobel di bidang fisika yahun 2019 bersama-sama dengan Jim Peebles dan Didier Queloz. Mayor berpendapat bahwa manusia tidak akan bisa tinggal di planet lain.

Bumi yang Tak Mungkin Selamat

Buku Bumi yang Tak Dapat Dihuni (2019) karya David Wallace-Wells memaparkan data dari artikel liputan di The New York Times bahwa bumi sama sekali tak punya kesempatan untuk bisa pulih. Kalaupun ada, cara-cara yang telah ditemukan berbagai negara akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Jikapun dilaksanakan, cara yang ada juga tak bisa mengubah keadaan bumi yang sudah tak bisa dihuni.

Kelak, anak-anak di masa depan akan kelaparan, kekurangan air, menghadapi laut yang sekarat dan wabah serta konflik akibat pemanasan global. Tumbuhan & hewan tak bisa dimakan, beberapa daerah perlahan tenggelam. Banyak orang meninggal dunia karena efek perubahan iklim terutama di India. Manusia tak bisa lepas dari ancaman perubahan iklim, ibarat tubuh manusia yang tak bisa lepas dari kulitnya sendiri. Bumi membawa berita buruk yang tak bisa manusia atasi, bahkan dengan berpindah ke planet lain sekalipun.

Perubahan iklim menggerakkan Greta Thunberg untuk melaksanakan aksi fridays for future. Gadis remaja asal Swedia ini mampu menggerakkan kesadaran masyarakat global bahwa bumi sedang sekarat. Bermula dari aksi demonstrasinya dengan berdiri seorang diri di depan gedung Parlemen Swedia selama tiga minggu, Greta kemudian disorot media dan menjadi fenomenal.

Cita-cita Tinggal di Mars

Mimpi untuk pergi ke luar angkasa, pindah ke planet lain, atau bahkan membangun koloni di sana menjadi cita-cita banyak orang. Sayangnya, tidak banyak orang yang bisa mewujudkan cita-cita tersebut. Belakangan ini, ide futuristik tersebut berusaha diwujudkan oleh seorang ilmuwan terkenal bernama Elon Musk.

Elon Musk menyatakan bahwa planet Mars adalah opsi yang lebih baik dibanding dengan Bulan. Hal ini disebabkan karena planet Mars memiliki jumlah waktu dalam sehari hanya 30 menit lebih lama dibanding Bumi. Planet Mars juga planet disinari cahaya Matahari dan memiliki atmosfer yang lebih memungkinkan untuk ditinggali manusia.

Manusia juga akan mempunyai gravitasi sekiar 37 persen lebih berat dibandingkan dengan Bumi. Perkiraan besaran biaya yang dibutuhkan untuk mengirim manusia ke Mars adalah sekitar 10 miliar dollar AS. Angka tersebut terlihat masuk akal bagi Elon Musk. Musk mengaku bahwa alasan utamanya mengumpulkan kekayaan adalah untuk mendanai project tersebut. Ia juga mengaku tidak memiliki motivasi dan kontribusi apa pun selain membangun kehidupan antar-planet.

Rencananya, Musk akan memindahkan satu juta penduduk Bumi ke planet Mars. Rencana besar tersebut dimulai dengan langkah pertama yakni mengirim manusia ke Mars pada 2023. Jurnal New Space mencatat bahwa Musk berencana untuk membangun Mars Colonial Fleet dengan lebih dari 1.000 pesawat ulang-alik yang mengangkut 200 penumpang dalam sekali perjalanan. Pesawat tersebut tak hanya berisi penumpang, tapi juga material untuk membangun rumah dan pertokoan.

Estimasinya, koloni pertama akan dipersiapkan dalam satu dekade mendatang. Musk juga telah memperkirakan bahwa manusia membutuhkan waktu 40 hingga 100 tahun untuk antar-jemput populasi dari Bumi untuk mengisi satu kota di Mars. Satu kota di planet Mars bisa aktif jika sudah memiliki satu juta penduduk. Apabila manusia hanya bisa antar-jemput setiap dua tahun sekali dengan 100 orang per pesawat, itu artinya manusia membutuhkan 10.000 kali perjalanan.

Starship yang dimaksud Musk untuk memulai impiannya berjumlah sekitar 1.000 Starship. Starship adalah pesawat ulang-alik yang akan membawa populasi manusia ke Mars. SpaceX juga sedang mengembangkan Starship di South Texas. Starship diperkirakan akan selesai dalam waktu 10 tahun. Hal tersebut menandakan bahwa 100 Starship akan dibuat dalam setahun dan menjadi pesawat ulang-alik terkuat yang pernah dibangun. Setiap kali diluncurkan, Starship bisa membawa beban lebih dari 100 ton dan 100 manusia menuju orbit.

Ketidakmungkinan Tinggal di Planet Lain

Terkait wacana manusia tinggal di planet lain, Michael Mayor, astrofisikawan penerima Hadiah Nobel 2019 di bidang fisika menyatakan pendapat bahwa manusia tidak akan bisa tinggal di planet lain. Ia menyatakan bahwa jika membahas tentang exoplanet, maka semua yang dibahas harus jelas.

“Kita tidak akan bermigrasi ke sana,” ungkap Mayor kepada Agence France-Presse (AFP) dalam Live Science pada 16 Oktober 2019.

Mayor menyatakan bahwa seluruh exoplanet atau planet-planet di luar tata surya sangat jauh untuk dijangkau manusia. Untuk bisa menjangkau planet yang layak untuk ditinggali dengan jarak puluhan tahun cahaya, manusia terkendala jarak. Perlu diketahui, Michael Mayor adalah penemu planet pertama yang mengorbit di bintang di luar sistem tata surya saat ini. Bersama Didier Queloz, Mayor menemukan planet di luar sistem tata surya pertama pada 1995. Planet tersebut mirip dengan Jupiter dan diberi nama 51 Pegasi b.

Sejak penemuan tersebut, ada lebih dari 4.000 exoplanet lain sudah ditemukan di luar tata surya. Sayangnya, tidak ada planet layak yang bisa dijangkau oleh umat manusia. Profesor astrofisika planet di University of California di Riverside, Stephen Kane juga memiliki pandangan sama. Kane menyatakn bahwa seluruh bintang di jagad ini berada dalam jarak yang sangat tak terbatas.

Sebagai spesies, manusia berjuang sangat keras hanya untuk mencapai satelit Bumi. Memang ada kemungkinan umat manusia mungkin bisa mengirim manusia ke Mars pada 50 tahun mendatang. Tapi, Kane menyatakan bawa akan sulit bagi manusia untuk bisa memgorbit di Jupiter dalam beberapa abad ke depan. Hal tersebutlah yang kemudian meneguhkan pandangan Mayor mengenai ketidakmungkinan manusia untuk hidup di planet lain.

Pendapat tersebut berpijak pada letak bintang terdekat di luar tata surya yang berjarak sekitar 70.000 kali besar dibandingkan dnegan jarak Bumi ke Jupiter. Mayor menegaskan bahwa dalam waktu dekat umat manusia tidak akan mungkin bisa sampai dan hidup di planet lain di luar tata surya. Tapi ia juga tidak menyangkal bahwa masih ada kemungkinan bahwa manusia masih sanggup mencapai bintang dan planet-planet lain yang layak huni.

“Saya tidak akan pernah mengatakan kita tidak akan pernah bisa mencapai bintang-bintang dan planet-planet yang layak huni. Siapa yang tahu bagaimanan teknologi kita akan berkembang setelah satu juta tahun evolusi,” ujar dia. Ia melanjutkan, “manusia tidak akan pindah ke dari Bumi menuju planet lainnya. Karena, jarak Bumi ke tempat planet lain yang layak huni sangat jauh.”

Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kamu Dustakan?

Terkait rencana manusia untuk bisa tinggal di planet Mars, sebenarnya David Wallace-Wells dalam buku Bumi yang Tak Dapat Dihuni (2019) menyatakan bahwa manusia tidak bisa melakukannya sebab kondisi bumi adalah tanggung jawab manusia sehingga manusia mesti memperbaiki kerusakan yang terjadi. Selain itu, belum ada teknologi yang bisa merealisasikannya. Hal ini mengingatkan kita pada Al-Qur’an dalam Surat ar-Rahman yang berarti sebagai berikut:

فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

fa biayyi </i></em><em><i>ālāi rabbikumā tukażżibān

Artinya: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

Ayat tersebut diulang sebanyak 31 kali. Quraish Shihab, menyatakan bahwa pertanyaan yang diulangi beberapa kali tersebut tidak bukan dimaksudkan untuk menakuti pembaca al-Quran, tapi sebagai perwujudan dari nikmat melalui cara ajakan untuk terus mensyukuri nikmatNya.

Quraish Shihab menambahkan bahwa intisari dari ayat tersebut adalah siapa saja yang mau mensyukuri nikmat-nikmat Tuhan yang telah dianugerahkan olehNya di dunia ini, maka ia akan dihindarkan dari neraka yang memiliki tujuh pintu dan akan dipersilakan untuk masuk dalam pintu surgaNya yang delapan.

Salah satu cara mensyukuri nikmat Tuhan adalah dengan tidak merusak bumi sebagai ciptaan-Nya, menjaga bumi agar tidak rusak dengan hal-hal kecil seperti tidak membuang samah sembarangan, tidak menggunakan plastik sekali pakai, dan menciptakan ruang yang ramah lingkungan sehingga manusia tidak perlu repot-repot untuk tinggal di planet lain.[]

(Baca: Ancaman Islam bagi Perusak Lingkungan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here