Mengenang Ahli Hadis Kontemporer Mustafa Azami

0
456

BincangSyariah.Com- Muhammad Mustafa Azami (dalam versi Arab; al-A’dzami) lahir di kota Mano India Utara pada tahun 1932 M. Ketika SLTA ia belajar di sekolah Islam yang menggunakan bahasa Arab, hal ini atas arahan ayahnya yang membenci penjajahan dan bahasa Inggris. Di sekolah ini Azami sudah mulai mempelajari Hadis. Setelah itu Azami melanjutkan rihlah ilmiahnya sampai tahun 1952 di Colledge of Science di Deoband, sebuah perguruan tinggi terbesar di India yang juga mengajarkan Studi Islam. Masih haus akan ilmu Islam, ia pun melanjutkan studinya di Universitas al-Azhar Cairo Fakultas Bahasa Arab Jurusan Tadris (pengajaran). Setelah tamat pada tahun 1955 dengan membawa ijazah al-Alimiyyah ia pun kembali ke tanah airnya.

Tahun 1956, ia mulai meniti karir akademisnya dengan menjadi dosen Bahasa Arab untuk orang-orang non Arab di Qatar. Setelah itu, tahun 1957 ia ditunjuk menjabat sebagai Sekretaris Perpustakaan Nasional (Dār al-Kutub al-Qatariyyah) di Qatar. Kemudian tahun 1964 ia melanjutkan jenjang pendidikan doktoralnya di Universitas Cambridge Inggris. Dan tahun 1966 ia lulus dengan judul disertasi Studies in Early Hadith Literature with A Critical Edition of Some Early Text (kajian tentang literature hadis masa dini dengan Kritikal –Edit sejumlah Naskah Kuno).

Tahun 1968, ia mengundurkan diri dari jabatannya di Qatar dan pindah ke Makkah al-Mukarramah untuk mengajar di Fakultas Pasca Sarjana Universitas King ‘Abd al-‘Azīz (kini Universitas Umm al-Qura). Bahkan ia adalah termasuk yang ikut andil mendirikan fakultas tersebut bersama dengan Dr. Amin al-Mishri. Dan di tahun 1973 ia pindah ke Riyadh untuk mengajar di Pasca Sarjana Jurusan Studi Islam Universitas Riyadh (kini Universitas King Saud). Bapak dari tiga orang anak ini juga diangkat menjadi Guru Besar Hadis dan Ilmu Hadis di Univesitas Riyadh tersebut.

Baca Juga :  Menyoal Tentang Tradisi Bertawasul dalam Islam

Berkat disertasinya yang membabat habis pemikiran-pemikiran para orientalis yang meragukan keotentikan hadis Nabi Saw tersebut. Dunia Islam pun mengakui kepakaran keilmuannya dalam bidang Hadis dan Ilmu Hadis. Bahkan ia mendapatkan Hadiah International King Faisal dalam Studi Islam pada tahun 1400 H. / 1980 M. Sementara dari Pihak Orientalispun mengakui kehebatannya juga, diantaranya adalah AJ. Arberry, seorang Professor di kalangan Orientalis dari Universitas Cambridge Inggris.

Menurut Ali Mustafa Ya’qub, orang yang pertama kali memperkenalkan nama Azami di Indonesia adalah Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan ceramahnya dengan judul Sumbangan MM Azami dalam Penyelidikan Hadis. Ceramah itu disampaikan ketika dalam acara Dies Natalis Universitas Hasyim Asy’ari di Tebuireng Jombang pada tahun 1972 yang dihadiri oleh para ulama dan dua orang mentri, waktu itu, Mentri Agama H.A Mukti Ali dan mentri Penerangan H. Budiarjo. Namun menurut Gus Dur sendiri orang-orang pada waktu itu kurang mengerti apa yang disampaikannya. Oleh karena itu, Gus Dur mendukung penuh kepada Ali Mustafa untuk menerjemahkan karya-karya Azami.

Melalui tangan Ali Mustafa Ya’qublah kemudian nama Azami dikenal luas di Indonesia sebagai pakar Hadis dan Ilmu Hadis dunia. Salah satu usahanya adalah dengan terbitnya buku Hadis Nabi dan Sejarah Kodifikasinya terjemahan dari disertasi Azami yang berjudul Studies Hadith Literature. Selain itu, Ali Mustafa juga menulis buku MM. Azami Pembela Eksistensi Hadis yang terbit pada tahun 2002. Terbit pula buku Kritik Hadis yang memuat artikel-artikel yang diantaranya membahas khusus tentang Peran Azami dalam meruntuhkan teori Hadis Orientalis, yaitu Josept Scahct.

Innalillahi wa inna ilahi raji’un. M. M Azami wafat pada pagi hari tadi (20/12/2017) waktu setempat, sebagaimana diberitakan dari Twitter Hesham Al-Hallaf, kolega Azami di Universitas Ummul Qura, Mekah. Rencananya Zuhur waktu Arab Saudi, Azami akan disalatkan di Masjid Sulaiman Al-Rajhi, Riyadh, Arab Saudi. Sementara itu, Azami rencananya akan disemayamkan di pemakaman an-Nasim yang juga masih berada di Riyadh, Arab Saudi.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here